
...Operator System Galaxy 11...
Sewaktu kecil, Agita pernah berkhayal ingin menjadi seorang putri yang dimana segala kebutuhan terpenuhi baik itu makanan yang lezat, gaun yang bagus, aksesoris yang cantik dan memiliki banyak pelayan setia.
Akan tetapi, kenyataan berkata lain. Lingkungan merubah nya menjadi sosok yang tomboy dan tidak pernah memikirkan tentang kemewahan lantaran dia selalu memilih bekerja, bekerja dan bekerja.
Dan, mimpi itu menjadi kenyataan saat Agita bereinkarnasi menjadi Dungeon Master.
# Hari keduabelas.
Dikamar Agita terlihat Rei yang sudah mengenakan seragam Maid sedang membangunkan Agita yang masih tertidur dengan tidak beraturan serta mulut yang terbuka.
"Nona, Nona. Sudah pagi. Ayo bangun!" seru Rei dengan mendorong pelan.
Mendengar itu, Agita pun membuka matanya dan dia terkejut sesaat pandangan pertama nya melihat Rei yang membuat nya langsung sadar dan bangun dari rebahan.
"Rei, apa yang kamu lakukan disini?!"
"Saya adalah pelayan anda. Sudah seharusnya saya membangun kan anda dan ini sudah pagi."
Mendengar itu, Agita pun tersadar bahwasanya dia sudah tidak hidup sendiri lagi melainkan ada sosok pelayan yang melayani nya.
"Baiklah, Terimakasih, Rei."
"Nona, saya sudah persiapkan sarapan dan air hangat di bathtub anda. Apakah mandi anda perlu saya layani juga?"
Agita pun tersenyum kecil, "Tidak perlu, aku mandi sendiri saja."
Lalu, Agita pun beranjak dari kasur dan berendam air panas yang sudah disiapkan oleh Rei.
Ditengah itu, Agita tersenyum kecil dan menghela nafas panjang. Lalu, menyandarkan badannya dengan kedua tangan disisi bathub.
"Siapa sangka aku masih diizinkan hidup mewah seperti ini." Agita pun menghadap ke atas. "Terimakasih, Dewi."
Selain mengucapkan syukur, dia pun teringat akan pengaturan Dungeon baru nya.
Dungeon Desert yang berisikan Sand Golem dan Evil Centipede, Agita tempatkan pada lantai pertahanan ketiga.
Sedangkan, lantai taman. Agita satukan dengan lantai private dan tepat belakang rumah nya.
Maka dari itu, seusai mandi. Agita sarapan di taman seraya menikmati roti sandwich dan teh yang disajikan oleh Rei.
"Nona, mohon maaf. Saya tidak bisa membuat sarapan yang berkenan."
Mendengar itu, Agita menghentikan sarapan dan mempertanyakan nya.
"Kenapa?"
"Karena kurang nya bahan makanan."
Agita sontak tersinggung dan merasa bersalah saat mendengar nya yang mana seharusnya salah dirinya malah Rei yang meminta maaf.
Agita pun menghela nafas panjang.
"Ini bukan salah mu. Jadi, apa saja bahan yang kamu butuhkan?"
"Nona, apakah saya boleh memberikan saran?"
"Iya, tentu saja boleh. Saran apa?"
"Apakah Nona tidak berpikiran untuk membeli Operator System Dungeon."
"Oh, begitu. Terimakasih saran nya. Aku coba periksa terlebih dahulu."
Rei pun tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya.
Lalu, Agita membuka menu [Market] dengan kategori sistem.
Sesaat memilih itu, tumpukan pilihan pun muncul dengan berbagai versi dan kemampuan yang tentu saja harga yang berbeda-beda juga.
Agita yang masih memiliki banyak Dungeon Poin, dia pun memutuskan untuk membeli versi yang paling terbaru bernama ...
Smart Dungeon Galaxy 11, sebuah sistem terbaru dan tercanggih dengan harga 1.000.000 Dungeon Poin.
Melihat itu, Agita cukup tercengang melihat harga.
"Sistem ini bagus. Tapi, harga nya sangat tidak bagus. Hehehe..."
Lalu, Agita membuka menu [Status] dan melihat saldo Dungeon Poin nya yang dimana masih berkepala delapan.
"Tapi juga ... Dungeon Poin ku berlimpah. Jadi, kenapa tidak?"
Tanpa ada keraguan lagi, Agita membelinya.
Ding!
[Anda berhasil membeli Smart Dungeon Galaxy 11.]
Seusai pemberitahuan itu, tidak ada keterangan dan wujud apapun bahkan saat melihat menu [Storage]. Agita tidak menemukan nya.
"Halo, Smart Dungeon Galaxy 11!" sapa Agita.
Sesaat menyapanya, Agita pun mendengar suara wanita disertai suara pemberitahuan seperti sistem Dungeon awal.
Ding!
[Salam. Terima kasih telah membeli saya Mistress. Saya siap melayani anda.]
Mendengar itu, Agita sontak panik dan bingung seraya melihat sekeliling nya.
"Dimana kamu? Aku tidak melihat mu."
Ding!
Agita pun menghentikan pencarian nya dan menenangkan diri.
"Oh, begitu. Aku mengerti. Jadi, Siapa nama mu?"
Ding!
[Jawab. Mistress, saya tidak memiliki nama. Penamaan juga merupakan hak dari Dungeon Master sendiri kepada unit nya karena jika Dungeon Master memberikan nama kepada unitnya maka unit itu akan mendapatkan kemampuan khusus.]
"Hmm ... Aku mengerti. Kalau begitu, aku akan memberikan mu nama 'Alice'. Bagaimana? Kamu suka?"
Ding!
[Jawab. Terimakasih, Mistress. Mulai hari ini, saya Alice akan segenap hati dan kemampuan saya melayani anda.]
Agita tersenyum kecil, "Sama-sama." Agita bertanya ke topik yang lain. "Jadi, Alice. Apa saja kemampuan mu?"
Ding!
[Jawab. Saya akan jelaskan ...]
Alice pun memulai menjelaskan kemampuan nya yang dimana Operator System Dungeon Galaxy 11 sendiri merupakan system buatan dari Dungeon Master Machine yang dijual secara terbatas.
Operator System Dungeon Galaxy 11 memiliki kemampuan sumber informasi, mengatur dungeon, membuat unit dan ruangan secara otomatis, melakukan penataan otomatis, dan memiliki izin penuh dalam pengendalian dungeon untuk melindungi Dungeon Master dan dungeon juga sistem memiliki kesetiaan 100% hingga Dungeon Master bisa menjadi lebih tenang dan santai.
Memahami kemampuan itu, Agita membuka lebar kedua mata nya dan tersenyum senang.
"Luar biasa! Aku jadi ingin bertemu dengan Dungeon Master Machine untuk mengucapkan terimakasih kepada nya. Apakah bisa?"
Ding!
[Jawab. Tentu saja bisa namun, dalam kondisi tertentu.]
Lalu, Agita pun berubah pemikiran nya.
"Seperti nya tidak usah. Ini terlalu cepat. Mungkin nanti."
Ding!
[Jawab. Dimengerti!]
Lalu, Agita pun kembali ke tujuan awal membeli Operator System.
"Alice, apakah kamu bisa membantu Rei untuk memenuhi segala kebutuhan nya?"
Ding!
[Jawab. Bisa. Jika saya mendapatkan izin untuk mengakses hukum dan pengelolaan Dungeon poin.]
"Baiklah, aku izinkan!"
Ding!
[Jawab. Terimakasih, Mistress. Saya akan mengunakan nya sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan anda.]
Semua jawaban Alice itu pun tidak didengar oleh Rei. Maka, Agita menoleh kearah Rei.
"Rei, jika kamu butuh sesuatu katakan saja kepada Alice. Dia Operator System Dungeon ini."
"Baik, saya mengerti, Mistress," jawab Rei seraya menundukkan kepalanya.
"Dengan ini kehidupan damai ku semakin terjamin."
......................
Ditempat yang berbeda, terlihat sebuah Dungeon yang berisikan macam-macam robot dan Drone.
Lalu, disalah satu ruangan nya ada sosok wanita yang tidak begitu tinggi dengan rambut sangat panjang yang diikat Twin Tail berwarna hijau.
Sosoknya sendiri terlihat bukanlah manusia melainkan mesin yang sangat imut yang mana dia sedang duduk memeriksa banyak layar dihadapan nya.
Ding!
[Lapor. Anda mendapatkan satu juta Dungeon poin.]
"Ehh ... Aku tidak menyangka sistem tercanggih ku ada yang mau beli dengan harga yang gila seperti itu," gumam wanita Twin Tail.
Wanita Twin Tail itu sontak mencari nama pembeli nya.
Ding!
[Id: 360.
Dungeon Level: 4
Nama: Agita Putri.
Nama Dungeon: Secret Garden .]
Melihat data pembeli, gadis Twin Tail itu semakin terkejut dan tidak percaya.
"Ini Dungeon baru? Kenapa bisa? Mungkin kah ... Tidak. Ini akan menjadi Dungeon yang berbahaya tapi, ini akan menjadi tontonan yang menarik."
Dan, gadis Twin Tail itu adalah sosok Ex-machina dan Dungeon Master Machine.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...