Reborn Rich In Dungeon

Reborn Rich In Dungeon
Home Sweet home



...Home Sweet home....


Agita selama hidupnya, dia tidak pernah merasakan sebuah kemewahan. Dia lahir dari keluarga bawah yang hidupnya hanya pas-pasan saja.


Agita kehilangan ibunya saat berusia 6 tahun karena sakit sedangkan, ayahnya seorang nelayan yang juga meninggalkannya saat berusia 12 tahun.


Lalu, Agita pun hidup dan besar bersama nenek nya namun, nenek juga meninggal kan nya saat umur Agita 17 tahun.


Maka dari itu, Agita hidup sebatang kara dan untuk mengisi waktu kesendirian nya. Dia bekerja bahkan saat diri masih sekolah.


Agita memiliki tujuan yaitu hidup nyaman dan damai dengan segala fasilitas yang ada. Namun, tujuan itu tidak pernah tercapai.


Akan tetapi, di kehidupan baru nya ini. Agita tidak menyangka akan tinggal ditempat mewah seperti yang dilihatnya saat ini.


"Ini mimpi kah?" Agita mencubit pipi kanan nya. "Ouch! Sakit. Jadi ini bukan mimpi dan semua ini berkat dari Dewi. Terimakasih."


Seusai mengatakan itu, Agita berkeliling untuk memeriksa rumahnya yang mana rumah itu sudah terisi oleh berbagai perabotan.


Rumah tiga lantai yang memiliki 6 kamar tidur, 4 kamar mandi, ruang tamu, ruang makan, Dapur, kolam renang, tempat fitnes dan ruangan lainnya.


Tidak hanya itu, Agita juga melihat beberapa elektronik rumah tangga seperti Kulkas empat pintu, Microwave, Ricecooker, Mesin pencuci piring dan sebagainya. Namun, Agita tidak melihat ada nya kabel atau penghubung listrik yang ada dia hanya melihat batu kristal yang mengkilap menempel pada elektronik.


Agita pun menduga sesuatu.


"Mungkin kah energi elektronik dari batu sihir dan itu tidak menutup kemungkinan karena aku hidup di dunia pedang dan sihir."


Seusai memahami rumah nya itu, Agita pun menempati kamar yang paling besar sebagai kamar pribadi nya dan dia pun melompat keatas kasur.


"Wuahh ... empuk nya kasur ini. Jika, aku melompat-lompat mungkin bisa melompat jauh keatas. Hihihi..." gumam Agita seraya membentangkan tangan nya diatas kasur.


Sesaat kemudian, Agita pun terdiam dan menitihkan air mata.


"Ibu, Ayah, Nenek. Mungkin kalian sudah damai disana. Namun, aku hidup kembali di dunia baru ini. Semoga di kehidupan ini aku tidak akan mengecewakan kalian."


Seusai memanjatkan doa, perut Agita tiba-tiba berbunyi.


Gruu!


"Ah, setelah melakukan banyak aktifitas. Aku jadi lapar," gumam Agita seraya memegang perut nya.


Lalu, Agita pun bangun dari rebahan dan membuka menu [Market].


"Baiklah, aku akan mencari makanan yang lezat."


Lalu, Agita mengetik makanan pada menu dan disana disajikan berbagai jenis makanan dari yang mentah sampai yang matang.


Karena Agita yang tidak bisa memasak maka, dia pun memilih makanan matang dan membeli beberapa makanan seperti ayam goreng, nasi dan bir seharga 15 DP. Lalu, Agita pun makan di ruang makan.


Setelah nya terlihat sampah terurai sendiri dan menjadi cahaya biru setelah beberapa menit menjadi sampah.


"Ini sungguh sihir yang ramah lingkungan."


Dan, Agita pun beruntung bahwasanya pada lantai ini memiliki waktu langit yang sama seperti keadaan diluar Dungeon.


Jika diluar Dungeon pagi maka, lantai ini juga pagi begitu juga malam yang dimana lantai ini akan menjadi malam.


...****************...


Ding!


[Misi.


Dungeon Level 2 (3/4)


Fitur: Administrasi / Market / Misi / Storage / Status.


1-6. Membangun lantai pertahanan sederhana ( Belum selesai ).


1-5. Hari pertama Tutorial (Selesai).


1-4. Membeli sesuatu di market (selesai).


.... ]


Hari kedua, Agita yang melihat misi. Dia memutuskan menjalankan misi nya.


1-6. Membangun lantai pertahanan sederhana.


Maka dari itu, Agita pun membuat lantai yang baru keatas.


Lantai pertahanan awal, Labirin berukuran sedang dengan berdindingkan batu dan obor sebagai penerang nya.


Selain itu, Agita juga menempatkan salah satu jebakan sederhana yakni perubahan dinding atau Wall Move yang dimana bentuk labirin tidak tetap.


Dalam jebakan itu, Agita yakin akan bisa membingungkan para penyusup bahkan bisa tersesat didalam nya.


Pembuatan itu, Agita hanya menghabiskan 1.600 DP.


Ding!


[Anda berhasil meningkatkan Dungeon ke level 3.]


[Fitur Summon telah terbuka.]


Melihat itu, Agita sontak gembira. "Yosh. Dengan ini, aku bisa membuat unit penjaga. Baiklah, apa misi selanjutnya?"


Ding!


[Misi.


Dungeon Level 3 (0/8)


Fitur: Administrasi / Market / Misi / Storage / Status / Summon.


1-8. Menempatkan unit penjaga pada Lantai pertahanan (Belum selesai).


1-7. Memanggil unit penjaga. (Belum Selesai).


1-6. Membangun lantai pertahanan sederhana ( Selesai ).


1-5. Hari pertama Tutorial (Selesai).


... ]


Memahami misi itu, Agita langsung mencoba fitur Summon nya.


Lalu, saat membuka menu itu terlihatlah pada layar bermacam-macam jenis monster yang tampak pada layar seperti Goblin, Orc, Kelelawar dan sebagainya yang dilengkapi dengan nama monster, gambar, rincian kemampuan dan konsumsi.


Agita pun melewatkan semua monster apalagi monster yang tertera kecuali satu.


"Oh, seperti nya ini menarik."


Ucapan Agita itu pun tertuju pada monster boneka kayu atau magic Doll.


Maka dari itu, Agita memesan 10 Magic Doll dengan biaya 200 DP dan sesaat membelinya sebuah pemberitahuan datang.


Ding!


[Silahkan pilih skill yang anda inginkan!]


Lalu, Agita pun menulis [Assassin]


Ding!


[Anda telah membeli 10 Magic Doll dengan kemampuan Assassin dengan biaya 500 DP. Apakah anda ingin menindaklanjuti nya? Iya / Tidak.]


Agita tanpa ragu menekan [Iya] dan disaat itu juga, muncul sosok 10 boneka sihir dihadapan nya. Sosok monster berbentuk boneka yang memiliki tinggi dua meter dan tangan yang tajam.



Agita yang melihat sosok nya cukup senang namun, dia penasaran dengan kemampuan serta kekuatan nya maka, dia pun melihat status nya.


"Status Magic Doll. Open."


Ding!


[Nama: ...


Ras: Magic Doll.


Level 1


Health Poin (HP): 50/50


Mana Poin (MP): 20/20


Strength: 5 | Vitallity: 5


Agility: 5 | Dexterity: 5


Intelligence: 1 | Sense: 1


Luck: 1


Skill: Abiotik / Assassin (D).]


Melihat status itu, Agita pun mengerutkan keningnya.


"Monster ini sungguh lemah dan mungkin akan kesulitan untuk bertarung melawan menyusup. Lebih baik, aku mencari tambahan unit lain nya."


Lalu, Agita pun membuka menu [Market] kembali dan mencari monster boneka diatas nya yakni ...


Stone Golem.


Sosok monster batu yang memiliki kekuatan dan pertahanan yang kuat namun, memiliki kecepatan yang lambat.



Dengan biaya 200 DP, Agita pun membeli Golem itu dan sosok yang besar sudah ada dihadapannya.


"Sekarang waktu melihat status nya." Agita meluruskan tangan nya. "Status Stone Golem. Open."


Ding!


[Nama: ...


Ras: Stone Golem.


Level 1


Health Poin (HP): 500/500


Mana Poin (MP): 10/10


Strength: 30 | Vitallity: 40


Agility: 1 | Dexterity: 5


Intelligence: 1 | Sense: 1


Luck: 1


Skill: Abiotik / Gulat (D).]


Melihat status itu, Agita tersenyum senang.


"Dengan ini, aku rasa cukup seimbang kekuatan nya untuk menjaga di lantai pertahanan. Tapi ..."


Agita pun penasaran dengan skill Abiotik yang dimiliki oleh mereka berdua maka dia membuka penjelasan dan mempelajari nya.


Didalam keterangan nya, skill Abiotik merupakan skill bawaan dari ras yang dimana mereka tidak memiliki kehidupan, tidak menderita kondisi abnormal, tidak lelah, tidak membutuhkan makanan dan memiliki kemampuan belajar serta penyembuhan diri saat terluka atau hancur.


Memahami itu, Agita lagi-lagi tersenyum senang.


"Ini monster yang luar biasa. Aku tidak bisa membayangkan kekuatan dan kemampuan ras boneka diatas mereka."


Setelah itu, Agita kembali melihat para unit.


"Baiklah. Kalian aku perintahkan untuk berjaga di lantai pertahanan! Dan, kalian boleh pergi!"


Sesaat Agita memerintahkan itu, para unit boneka pun berbalik badan dan pergi meninggalkan nya.


Ding!


[Misi.


Dungeon Level 3 (2/8)


Fitur: Administrasi / Market / Misi / Storage / Status / Summon.


1-9. Tentukan Battle Job anda. (Belum Selesai).


1-8. Menempatkan unit penjaga pada Lantai pertahanan (Selesai).


1-7. Memanggil unit penjaga. (Selesai).


1-6. Membangun lantai pertahanan sederhana ( Selesai )


..... ]


"Ah, Battle Job?"


...****************...