Reborn Rich In Dungeon

Reborn Rich In Dungeon
Homunculus



...Homunculus....


#Hari ke 15.


Seusai membangun lantai khusus manusia dan Gedung Pelelangan. Kini, Agita memutuskan untuk membuat karyawan nya.


Jika, Agita memanggil monster untuk menjadi karyawan dan pelayan manusia tentu mereka akan menjadi ketakutan maka dari itu, dia mencari unit yang memiliki kemiripan dengan Manusia yang tinggi.


Machina.


Akan tetapi, Machina merupakan unit langka dan jarang ditemukan maka, Agita mengurungkan nya.


Lalu, dia mencari lagi sosok yang cocok untuk menjadi pelayan dan karyawan bagi manusia sampai akhirnya Agita menemukan salah satu ras unit yang cocok yakni ...


Homunculus.


Sosok unit yang memiliki kemiripan dengan manusia mencapai 99 persen atau lebih sering disebut manusia palsu.


Didalam keterangan, Homunculus sendiri merupakan manusia buatan yang diciptakan oleh para penyihir atau para alkemia untuk dijadikan tumbal ritual mereka kepada Dewa kepercayaan nya.


Adapun beberapa alkemia mengunakan nya sebagai pasukan depan atau tameng daging dalam peperangan nya.


Homunculus tidak memiliki fisik yang kuat dan tidak bisa mahir bertarung. Meski begitu, Homunculus memiliki kemampuan belajar yang tinggi dan jika beruntung, ada sosok Homunculus yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata unit Dungeon lainnya.


Lepas dari itu, hidup Homunculus yang bergantung pada energi mana kristal didalam tubuh membuat mereka hanya memiliki kehidupan satu tahun. Maka dari itu, ras ini selalu diperbudak oleh para penyihir dan para alkemia.


Agita yang melihat itu, dia pun merasa ada rasa iba kepada sosok ras ini.


"Ras ini sungguh malang. Apakah kita tidak bisa berbuat sesuatu? Apakah mereka benar-benar lemah?"


Ding!


[Jawab. Tidak selalu lemah. Jika Mistress berhasil melatih dan mendidik mereka. Maka ras Homunculus tidak akan kalah dengan ras lainnya.]


"Begitu kah. Baiklah, aku akan membeli mereka semua."


Setelah itu, Agita pun membeli semua stock Homunculus yang ada di menu [Market] berjumlah 150 unit dengan harga 100 Dungeon poin per unit nya.


Ding!


[Lapor. Anda telah membeli 150 unit Homunculus dengan total harga 15.000 Dungeon Poin. Apakah anda ingin menindaklanjuti nya? Iya / Tidak.]


Tanpa ada keraguan, Agita menekan [Iya].


Seusai membeli mereka, Agita pun pergi ke lantai khusus dan menempatkan 150 unit disana.


Setibanya disana, Agita melihat berbagai ragam Homunculus disana dari seorang gadis dan pemuda dengan beraneka ragam rambut, kulit dan warna rambut. Dilihat dari tinggi dan wajah mereka terlihat sudah berusia 14 sampai 20 jika mereka seorang manusia.


Sesaat Agita tiba didekat mereka, 150 unit Homunculus sontak menghadap Agita dan berlutut satu kaki tanpa bahasa.


Lalu, Agita yang iba melihat mereka. Dia pun memulai pidato nya untuk memberikan motivasi kepada mereka.


"Kalian mungkin ras lemah dihadapan para Dungeon master yang lain namun, disini aku tidak berpikir seperti itu. Meski kalian tidak bisa bertarung tapi kalian memiliki kelebihan yang lain yaitu belajar. Apakah kalian tahu senjata terkuat dari manusia di dunia ku sebelum nya bukan lah sihir, skill atau fisik yang kuat melainkan informasi dan belajar. Dan, kalian memiliki hal itu."


Mendengar pidato dari Agita, semua ekpresi dari para Homunculus berubah dan saling bertukar pandang satu sama lain nya.


"Maka dari itu, belajar lah dan kalian bebas menentukan jalan hidup kalian sendiri disini dan ... tenaga serta keahlian kalian akan membantu Dungeon Secret Garden ini. Apa kalian mengerti?!"


"Baik, kami mengerti. Mistress!"


Melihat respon pada Homunculus, Agita tersenyum bangga. Lalu, dia teringat sesuatu.


"Ah, iya. Selama disini kalian akan diberikan pengarahan dan didikan dari Alice! Perkataan Alice adalah perkataan ku!"


"Baik, kami mengerti!"


Agita pun tersenyum bangga kembali dan memerintahkan Alice.


"Alice, aku mengandalkan mu."


Ding!


[Jawab. Dimengerti!]


# Hari ke 16.


Perencanaan membangun tempat lelang belum selesai, setelah membangun gedung dan memanggil beberapa karyawan Homunculus. Kini, Agita memutuskan untuk membuat pengamanan nya yakni ...


Machine Cop.


Sebuah Cyber yang dikhususkan untuk kepolisian. Sosok robot ini tubuh yang besar, memiliki pistol stun gun, borgol sihir dan kemampuan bela diri yang tinggi.



Satu unit seharga 400 DP dan Agita pun membeli 15 unit hingga Agita membayar nya sebesar 6.000 DP.


Melihat sosok nya yang gagah, Agita pun terkagum-kagum.


"Siapapun yang mendesain robot ini. Dia pasti sosok yang genius," kagum Agita.


Agita pun penasaran dengan status milik Machine Cop, dia pun membuka status nya.


Ding!


Ras: Machine, tipe: Cg878, COP


Jenis kelamin: Pria


Level 30


Health Poin (HP): 800/800


Mana Poin (MP): 230/230


Strength: 50 | Vitallity: 65


Agility: 32 | Dexterity: 86


Intelligence: 40


Skill: Abiotik / Bela diri tangan kosong (A) / High Sense (B) / Hitman (A) / Predictions (B).]


Melihat itu, Agita tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kemampuan kalian juga cukup kuat. Baiklah, aku mengandalkan kalian untuk berjaga lantai ini!"


Semua Machine Cop pun menjawab secara serentak dengan nada robot.


"Dimengerti!"


# Hari ke 17.


Alice yang mendapatkan kepercayaan dari Agita untuk menilai dan membimbing para Homunculus telah membuah kan hasil yang dimana, Alice telah membuka beberapa bakat dan kemampuan dari mereka.


Tidak hanya itu saja, Alice juga telah membuat Job Skill pada jiwa semua Homunculus.


Hal hasil dari 150 Homunculus ada 50 Homunculus yang memiliki bakat bertarung seperti Swordman, Archer, Mage, Thief, spearman dan Tanker.


Sedangkan, 100 Homunculus lain nya memiliki bakat seperti Maid/Butler, Priest, Blacksmith, Alchemist, Merchant dan Contructor.


Setelah Alice merancang itu semua, dia pun melaporkan nya kepada Agita yang mana saat itu sedang berkebun.


Ding!


[Lapor. ...]


Mendengar itu, Agita sontak menghentikan kegiatan nya dan tersenyum lebar.


"Benar kah?! Kamu memang dapat diandalkan, Alice!" jawab Agita.


Lalu, Agita pun menghilang alatnya dan menoleh kearah Michio.


"Michio, selebihnya aku serahkan kepadamu!"


Michio pun menundukkan kepala dan menjawab, "Baik, Nona. Serahkan kepada saya!"


"Ayo, Rei!" seru Agita seraya berjalan pulang ke rumah untuk membasuh diri.


Rei yang masih berkebun, dia sontak menghentikan aktifitas nya dan langsung bergerak tanpa ada ekpresi apapun.


Melihat sikap Rei, Michio tersenyum kecil.


"Oke, aku akan melanjutkan nya!"


Agita pun membasuh diri dan pergi ke pedesaan kecil yang dibangu dann oleh para Homunculus yang berlokasi nya di Lantai Private.


Setibanya disana, Agita disambut hormat oleh para Homunculus.


"Selamat datang, Mistress!" ucap serempak para Homunculus dari segala sisi dan berlutut satu kaki.


"Berdirilah, aku hanya ingin melihat keadaan kalian."


"Baik."


Para Homunculus pun bangkit berdiri namun, tetap menghadap Agita.


Dari semua laporan itu, ada yang membuat Agita tertarik dan ingin melangsung memperkerjakan nya.


"Aku mendengar kalian ada yang memiliki bakat Job Skill Blacksmith. Jika ada mendekat lah!"


Tak lama kemudian, ada 11 Homunculus yang terdiri dari pemuda dan gadis mendekati Agita. Lalu, mereka berlutut satu kaki kembali dihadapan Agita.


"Kami memiliki Job Skill itu Mistress, apa yang harus kami lakukan?"


"Kalian bekerja nya di Smith House dan buat senjata sekreatif mungkin, masalah bahan dan biaya. Alice akan membantu kalian. Kalian mengerti?"


"Baik, kami mengerti."


Setelah itu, para Homunculus yang memiliki job skill Blacksmith pun mulai bekerja di Smithing house atau sebuah rumah tempat pembuatan senjata dan aksesoris lain nya. Rumah itu juga dibeli oleh Agita seharga 10.000 DP.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...