
...Makan bersama dan membangun Gedung Pelelangan....
# Malam hari ke 13.
Saat ini Agita sedang melakukan negosiasi dan berakhir dengan damai. Setelah nya, Agita pun meminta para tamu untuk makan bersama.
"Sebelum kalian pergi, Ayo kita makan bersama!" seru Agita.
"Oh, Iya. Baik. Kami mengerti."
Aisha dan lainnya pun saling bertukar senyum kecil dan duduk kembali.
Lalu, Agita pun menoleh ke sisi samping.
"Rei, sajikan makanan!"
Sesaat mendengar itu, para petualang tersenyum kecil bahkan ada yang mengeluarkan suara dari perut nya.
Grukk!
Mendengar suara itu membuat semua orang tersenyum kecil termasuk Agita sendiri.
"Kalau begitu, ikut dengan ku!" seru Agita seraya beranjak diri kursi dan melangkah.
Aisha dan para petualang lain nya pun mengikuti langkah Agita.
Lalu, Agita dan lainnya tiba di rumah pribadi Agita yang membuat Aisha dan lainnya terkagum-kagum.
"Apakah ini rumah?" gumam salah satu petualang.
"Melihat desain nya, ini bahkan lebih bagus dari istana," jawab petualang lain nya.
Mendengar komentar itu, Aisha pun menoleh kearah para petualang untuk memberikan kode diam.
Agita yang mendengar nya hanya tersenyum kecil.
Tidak lama kemudian, Agita dan lainnya tiba di ruang makan yang dimana Rei sudah berada disana menunggu kehadiran Mistress nya.
"Selamat datang semuanya! Silahkan duduk! Dan, selamat menikmati!"
Agita dan yang lain nya pun duduk di kursi yang mereka pilih dan sesaat duduk, mereka pun melihat ada nya sajian berbagai makanan yang baru dilihat nya dan Agita memimpin makan tersebut.
"Mari kita mulai makan! Dan, jangan malu-malu!"
Aisha dan para petualang tersenyum disertai dengan anggukan kepala.
Seusai mendapatkan seru itu, para petualang sontak menyantap makanan yang ada diatas meja dengan lahap.
"Jika boleh tahu, apa nama masakan ini?" tanya Aisha sesaat menyantap sup cream.
"Itu sup cream."
"Oh, sup Cream. Ini sangat lezat!" ucap salah satu petualang.
"Nasi ini juga berbeda. Ini sangat lezat!"
"Tidak hanya itu, saya cukup bersyukur karena menemukan nasi dan tidak perlu pergi ke negeri Yamato."
....
Berbagai komentar positif terus dilontarkan hingga membuat Agita senang dan tersenyum.
Setelah itu, mereka pun pulang dengan kondisi meja makan yang berantakan. Melihat itu, Agita merasa tidak enak kepada Rei.
"Maaf, Rei. Aku tidak menyangka mereka akan makan tanpa aturan seperti itu."
"Tidak masalah, Nona. Saya bisa membersihkan dan merapikan nya."
Dan, seperti yang dikatakan oleh Rei. Dia mampu membersihkan ruang makan dengan cepat.
Setelah Aisha dan para petualang lainnya, Agita pun mendapatkan pemberitahuan dari Alice.
Ding!
[Anda berhasil memukul mundur penyusup.]
[Anda mendapatkan 17.500 DP.]
# Hari ke 14.
Setelah seharian penuh Agita kedatangan tamu. Kini, dia pun memutuskan menjalankan misi yang sudah lama terbengkalai oleh nya.
Ding!
[Misi.
Dungeon Level 4 (10/16)
Fitur: Administrasi / Auction / Market / Misi / Storage / Status / Summon.
Tutorial (Selesai)
1-21. Mendapatkan 20.000 Dungeon Poin dari penyusup (Selesai).
1-20. Mendapatkan 10.000 Dungeon Poin dari penyusup (Selesai).
1-19. Mendapatkan 5.000 Dungeon Poin dari penyusup (Selesai).
1-18. Membuat satu unit Boss. (Selesai).
1-17. Membangun 3 lantai pertahanan (selesai).
1-17. Mendapatkan 2.000 DP dari penyusup 2000/2000 (Selesai).
1-16. Memenangkan satu kali Pelelangan (selesai).
....]
[Anda mendapatkan 10.000 Dungeon Poin.]
Setelah serangkaian layar itu, layar misi yang baru pun tertampil kan.
Ding!
[Misi.
Dungeon Level 4 (10/16)
Fitur: Administrasi / Auction / Market / Misi / Storage / Status / Summon.
• Membuat rumah pelelangan (Belum selesai)
• Membangun Lantai Baru untuk manusia. (Belum selesai). ]
Memahami misi itu sepaham dengan keinginan nya maka, Agita pun tidak ragu lagi untuk membuat menu [Market] dan mencari kategori lantai.
Saat membuka itu terlihat lah sebuah lantai dengan jenis Field Hutan Full Fauna dan Flora sangat besar yang sedang dijual Flash Sale seharga 5.000 DP dari 30.000 DP.
Melihat itu, kedua mata Agita melebar dan dia dengan sigap membeli nya lalu, menempatkan nya pada lantai khusus setelah lantai Private.
Karena rasa penasaran Agita, Dia sontak beranjak diri dan memeriksa lantai yang baru dibangun nya itu ditemani Rei.
Setibanya disana, Agita dan Rei langsung disambut oleh angin yang menyegarkan serta sebuah hutan yang berwarna warni.
"Wow! Luar biasa! Jadi, ini kah lantai hutan belantara penuh," kagum Agita.
Lalu, Agita pun menoleh kearah Rei dan membagi senyuman kekaguman nya itu. Rei tersenyum juga seraya menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, Agita berjalan-jalan menelusuri hutan itu yang dimana dia mendengar banyak suara serangga serta beberapa pohon yang sudah berbuah dan berbunga.
Rei berhenti disalah satu pohon yang memiliki banyak buah dan dia pun memetik nya. Lalu, mengicipinya.
"Ini buah apa?"
Agita pun menghentikan langkah dan menjawab nya, "Itu buah kesemek."
Lalu, Agita juga memetik dan menyantap nya.
"Ehmm ... Ini sangat manis," ucap penilaian Agita.
"Iya, ini manis."
Memahami itu, Agita bernafas lega karena di bumi sangat jarang ada kesemek manis karena kebanyakan kesemek itu asam.
Rei yang baru merasakan buah itu, dia terus melahap buah itu dan Agita pun membiarkan nya.
Ditengah itu, Agita memutuskan untuk memeriksa keseluruhan hutan namun, jika mengelilingi hutan maka itu akan membuang waktu. Lalu, Agita mengunakan sihir ...
"Echolocation."
Dengan sihir itu, Agita pun mampu melihat keseluruhan lantai baik detail hutan, hewan dan semua tumbuhan.
"Syukurlah, seperti nya lantai ini cocok kuberikan untuk fasilitas para manusia."
Agita pun masih terus menelusuri sampai dia menemukan lokasi yang cocok untuk gedung pelelangan.
"Ketemu."
Setelah itu, Agita membatalkan sihirnya dan menoleh kearah Rei.
"Ayo, Rei! Kita pergi ke lokasi pelelangan."
Rei yang masih makan dengan mulutnya yang bulat, dia pun menundukkan kepalanya.
Lalu, Agita dan Rei pergi ke lokasi pembangunan gedung Pelelangan yang dimana lokasi itu berada di pesisir pantai dengan laut yang kecil.
"Disini seperti nya bagus! Rei, bagaimana menurut mu?"
"Bagus," jawab singkat Rei.
Setelah menentukan lokasi, Agita kembali membuka menu [Market] dan memilih gedung pertemuan yang tentu saja Desain gedung bergaya modern klasik. Tak lama, Agita menemukan nya.
"Ketemu, seperti nya ini bagus."
Sebuah gedung Opera serba guna yang memiliki desain yang mewah dengan harga 150.000 DP. Karena jumlah Dungeon poin yang masih berlimpah, Agita pun tanpa ragu membeli dan menempatkan nya di depan nya.
Sesuai membangun nya, Agita pun terkagum sendiri.
"Luar biasa. Gedung ini terlihat sangat megah."
Agita yang semakin penasaran dengan interior nya, dia pun bergegas masuk dan setibanya didalam Agita semakin kagum terutama melihat ruang utama nya.
"Luar biasa dan disinilah lokasi pelelangan yang akan diselenggarakan. Aku harap manusia dunia ini akan suka."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...