Reborn Rich In Dungeon

Reborn Rich In Dungeon
Dungeon Trial - Dungeon Desert



...Dungeon Trial - Dungeon Desert....


Pada kehidupan dahulu, Agita pernah bermain sesuatu yang beresiko seperti bermain judi dan saham.


Hal hasil Agita pun mengalami menang dan kalah. Namun, kali ini berbeda. Jika dia kalah maka, nyawa dan Dungeon nya akan terancam.


Yang mana saat ini, Agita sedang berada di sebuah Dungeon dengan jenis Field gurun.


#Pertengahan Hari kesebelas.


Agita pun memulai langkah menelusuri gurun dan mencari petunjuk tentang lokasi inti dungeon. Maka Agita pun mengunakan sihir nya.


"Echolocation."


Sebuah sihir pencarian yang dimana pengguna nya mampu melihat 360 derajat seluas satu kilo meter dan sihir ini dibeli oleh Agita di Market dengan harga 1.000 DP.


Namun, Agita yang memiliki kemampuan sihir Mana Conversion. Dia mampu meningkatkan luas menjadi seluas mungkin sampai pada jarak tujuh kilo meter. Agita baru menemukan nya.


"Ketemu. Tapi, tujuh kilometer." Agita pun menghela nafas panjang. "Ahuufuu ... ini akan menjadi perjalanan yang cukup panjang."


Setelah menemukan lokasi inti dungeon, Agita memulai langkah.


Lalu, ditengah perjalanannya tiba-tiba tanah bergetar hingga membuat langkah Agita berhenti.


"Ada apa? Tidak mungkin gempa kan?"


Dugaan Agita pun benar bahwasanya itu bukanlah gempa melainkan tiga Sand Golem setinggi 5 meter muncul dari dalam pasir.


Melihat mereka, Agita pun tersenyum kecil.


"Jadi, kalian kah lawan pertama ku. Maju lah!"


Sesaat kemudian, para Sand Golem pun bergerak dan melancarkan serangan pukulan nya kearah Agita namun, Agita hanya tersenyum menodongkan tongkat sihir nya kearah kristal merah yang ada pada salah satu Sand Golem dan ...


"Mana Bullet."


Peluru mana pun dilesatkan kearah kristal merah Sand Golem dan terkena telak hingga kristal itu hancur serta Sand Goblin pun jatuh.


Serangan yang sama dilesatkan kepada Sand Golem yang lain hingga Agita mampu menyelesaikan pertarungan dengan mudah.


Ding!


[Anda mendapatkan 7 experience poin.]


[Anda berhasil naik level 7.]


[Anda mendapatkan 7 experience poin.]


[Anda mendapatkan 7 experience poin.]


[Anda berhasil naik level 8.]


Melihat pemberitahuan itu, Agita tersenyum kecil.


"Aku harap di depan ada monster yang lebih kuat."


Lalu, Agita pun melanjutkan langkah nya menuju inti dungeon. Meski Agita mengharapkan monster yang lebih kuat namun, dia selalu berhadapan dengan Sand Golem.


Ding!


[Anda mendapatkan 7 experience poin.]


[Anda mendapatkan 7 experience poin.]


[Anda mendapatkan 7 experience poin.]


.....


[ Anda telah naik level 15.]


Setelah beberapa jam perjalanan, Agita pun tiba di dekat sebuah Goa yang dimana lokasi dari Inti Dungeon berada. Akan tetapi, Agita yang ingin masuk kedalam Goa tiba-tiba sekelompok kelabang raksasa muncul dan menutupi langkah Agita.


The Evil Centipede.


"Csssh!" geram kelabang.


Agita yang melihat itu, dia sontak mengambil dan menodongkan tongkat sihir nya. Lalu, merapalkan sihir nya.


"Wind Slash."


Sebuah sabetan udara terbentuk dan melesat kearah kelabang raksasa.


Namun, kulit nya yang tebal membuat sihir tidak melukai nya.


Dan, disaat itu juga kelabang raksasa melesatkan menyerang Agita.


Agita yang melihat itu, dia sontak melompat mundur. Akan tetapi, kelabang yang lain juga menyerang Agita dari sisi lain nya.


Melihat itu, Agita dengan cepat merapalkan sihir.


"Mana Barrier."


Dbuk!


Kelabang yang menyerang Agita itu pun terbentur perisai mana dari Agita hingga membuat nya mati dan Agita juga terpental.


Ding!


[Anda mendapatkan 15 experience poin.]


[Anda naik ke level 16.]


Dalam kondisi terpental, Agita sontak landing dengan menapakkan kakinya ke tanah seraya menahan laju.


Kelabang yang ada didepan Agita pun sontak menyerang nya begitu juga kelabang raksasa yang lain yang mana mereka menyerang bersamaan dari segala sisi.


Melihat itu, Agita menodongkan tongkat nya dan merapalkan sihir.


"Mana Explosion."


Sebuah ledakan hebat berwarna pelangi pun muncul yang menghancurkan membunuh semua kelabang raksasa yang mengepung nya dan pertarungan usai.


Ding!


[Anda mendapatkan 15 experience poin.]


[Anda mendapatkan 15 experience poin.]


[Anda mendapatkan 15 experience poin.]


Saat melihat pemberitahuan itu, Agita pun dalam kondisi lelah dan mengambil nafas lelah serta memegang kedua lututnya.


"Akhirnya, selesai juga. Baiklah, sekarang lebih baik aku melanjutkan langkah saja."


Lalu, Agita mengembalikan posisi badannya dan melangkah masuk kedalam Goa yang dimana Goa itu tidak terlalu luas melainkan hanya ada satu lingkaran sihir pada ujung nya.


Agita yang melihat itu, dia pun memahami nya.


"Elevator Dungeon kah?"


Karena rasa penasaran dengan lantai berikutnya, Agita tanpa membuat waktu melangkah dan berdiri pada tengah elevator lalu, sesaat kemudian sebuah cahaya terang menyelimuti Agita dan dia pun berteleportasi ke lantai berikutnya.


Sesaat cahaya mereda, Agita membuka mata yang mana dia disambut oleh pemandangan taman dengan desain yang menawan.



Agita pun melihat sekeliling nya dan terpana.


"Taman yang indah. Dungeon Master sebelum nya mungkin sangat menyukai taman dan bunga," gumam kagum Agita.


Lalu, Agita menghampiri salah satu bunga dan menghirup nya yang mana wangi dari bunga sangat menyegarkan.


Tek! Tek!


Suara langkah kaki terdengar.


Agita yang mendengar itu, dia menoleh kearah sumber suara yang mana berasal dari seorang gadis berambut pendek putih yang berpakaian ketat dengan nomor series.



"Siapa itu? Mungkinkah, dia bos Dungeon?" batin analisa Agita.


Agita pun beranjak diri dan menghadap kearah gadis yang melangkah menghampiri nya. Dia juga mengambil tongkat sihirnya dan bersiap untuk bertarung.


Akan tetapi gadis itu tidak terlihat ingin menyerang melainkan menyambut hangat Agita.


"Senang bertemu dengan anda. Aku adalah asisten yang mengontrol taman Dungeon ini. Namaku Rei."


Agita pun melihat sekeliling nya, "Jadi, apakah kamu ingin melawan ku sebagai penyusup?"


"Dungeon Master sebelumnya mengatakan bahwa beliau sudah mengalami kebangkrutan karena para petualang menyerang Dungeon ini meski begitu, beliau dengan sekuat tenaga melindungi taman ini dan berharap akan ada pewaris Dungeon Master lainnya yang mau merawat taman ini. Jadi, apakah anda ingin menerima warisan ini? Jika iya, maka saya akan melayani anda namun, jika anda ingin menghancurkan Dungeon ini. Maka, anda harus melawan saya."


Memahami itu, Agita pun sontak memeriksa status nya.


[Nama: Xfg-000, Codename: Rei.


Ras: Machina.


Jenis kelamin: Wanita.


Level 255


Health Poin (HP): 11.500/11.500


Mana Poin (MP): 5.000/5.000


Battery 10%


Strength: 688 | Vitallity: 720


Agility: 980 | Dexterity: 700


Intelligence: 528.


Skill: Maid (S) / Assassin (S) / Sword Mastery (S) / Dismatlhing (S) / Farming (S) / ... ]


Melihat status dari Rei yang luar biasa, Agita pun terkejut dan langsung berpikir hanya kematian lah yang menunggu nya jikalau ingin melawan Rei. Maka dia pun menjawab ...


"Baiklah, aku akan mewariskan taman dan Dungeon ini ke Dungeon ku. Lalu, apa yang harus kulakukan?"


"Syarat untuk mewariskan Dungeon ini. Anda harus memiliki mana untuk mengisi ulang energi saya."


"Energi kamu? Jadi, apakah kamu terbuat dari mesin, Rei?"


"Tidak semua bagian diri saya terbuat dari mesin. Saya memiliki beberapa bagian hidup yang dibuat dari sihir. Jadi, makhluk perpaduan dari mesin dan sihir kehidupan dan itu lebih cocok menjelaskan diri saya."


Melihat sosok Rei, Agita pun terkagum sendiri.


"Wow, mengagumkan! Kamu bahkan terlihat seperti gadis biasa."


"Nona, saya tidak bisa membuat anak. Tapi, saya masih bisa berhubungan intim."


Mendengar itu, Agita menjadi sedikit kesal. "Oi, aku masih normal dan tidak menanyakan itu!"


Sihir Refresh pun bekerja hingga membuat Agita tenang lagi dan kembali ke topik.


"Jadi, bagaimana cara mengisi daya nya?"


"Nona hanya perlu menyalurkan mana anda pada dada saya?"


Memahami itu, Agita pun menempelkan tangan kanan nya pada dada Rei dan dia pun menyalurkan mana nya yang dimana kedua mata Rei menyalakan serta suara Rei berubah menjadi nada robot.


"Power terisi 15% ... 20% ... 50% ... 70% .... 100%. Selesai!"


Sesudah itu, Rei membuka mata dan melihat kearah Agita dengan senyuman. Lalu, meraih tangan nya.


"Energi Mana anda luar biasa bahkan melebihi Master."


Agita pun tersenyum kecil, "Kamu terlalu memuji Rei. Jadi, dimana inti dungeon nya? Agar aku bisa memindahkan Dungeon ini."


Rei pun melepaskan tangan Agita dan berbalik badan.


"Nona, ikutlah dengan saya!"


Lalu, Rei pun melangkah dengan Agita yang mengikuti nya dari belakang dan langkah itu sampai pada sebuah ruangan serba putih dengan bola merah yang melayang.


Melihat itu, Agita menempelkan tangan nya dan mengklaim Dungeon Desert menjadi Dungeon milik nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...