
...Pelelangan dan All-Purpose Farming Tool...
Pelelangan atau Auction adalah proses lelang di mana penjualan dan pembelian barang atau jasa dilakukan melalui saling melakukan penawaran harga.
Pada kehidupan dahulu, Agita sangat senang mengunjungi pelelangan karena dirinya akan mendapatkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang tinggi.
Salah satu barang, Agita mampu membeli sepeda motor dengan harga 50 persen dibawah harga pasar.
Dan, siapa sangka? Pelelangan akan dipertemukan kembali dengan Agita di kehidupan yang berbeda pada hari ke delapan ini.
#Hari kedelapan.
Ding!
[Misi.
Dungeon Level 4 (0/16)
Fitur: Administrasi / Auction / Market / Misi / Storage / Status / Summon.
1-16. Menenangkan satu kali lelang (Belum selesai).
1-15. Mendaftarkan dan mengikuti lelang. (Belum selesai).
1-14. Membunuh penyusup (Selesai)
1-13. Mendapatkan 500 Dungeon Poin dari penyusup 500/500 (Selesai).
....]
Melihat misi itu, Agita dengan sigap membuka menu [Auction]
Ding!
[Silahkan mendaftarkan Dungeon anda terlebih dahulu!
ID: 360.
Nama: ... (Silahkan tulis!)
Dungeon: ... (Silahkan tulis!) ]
Lalu, Agita pun mengisinya dengan ...
[ID: 360.
Nama: Agita.
Dungeon: Secret Garden.]
Ding!
[Anda berhasil mendaftarkan diri sebagai peserta Auction.]
Setelah pemberitahuan itu, layar pun berubah menjadi beberapa barang yang sedang dilelang.
Ada tiga tipe pelelangan disana;
Pelelangan Flash.
Pelelangan harian.
Pelelangan khusus.
Dan, salah satunya ada yang membuat Agita tertarik untuk dibeli yakni ...
Item kelas Mystic, All-Purpose Farming Tool. Posisi Penawaran: 150.000 DP.
Dalam keterangan nya, benda ini dikhususkan untuk pertanian yang mana memiliki energi sihir yang luar biasa dan terberkati langsung dari Dewa Pertanian.
Agita yang selalu ingin coba untuk bertani, dia pun sontak mengambil penawaran nya.
[200.000 DP]
Beberapa saat kemudian, harga pun menjadi naik kembali [230.000 DP]
Agita yang melihat itu, dia juga menaikan harga nya.
[300.000 DP]
Lawan menaikan harga, [350.000 DP]
Agita yang kesal, dia sontak menaikan harga double [700.000 DP]
Setelah penawaran itu, tidak ada yang melawan lagi dan Agita pun menjadi pemenang nya.
Ding!
[Pemenang lelang, Agita dari Dungeon Secret Garden.]
[Anda telah membayar 700.000 Dungeon Poin ke Pelelangan.]
[Anda mendapatkan Item kelas Mystic, All-Purpose Farming Tool.]
Melihat itu, Agita sontak tersenyum senang dan penuh semangat dia membuka Storage. Lalu, mengeluarkan benda yang baru dibelinya tersebut.
Sesaat mengeluarkan benda itu, Agita pun terkejut bahwasanya benda yang dia beli bukan lah benda melainkan sosok manusia pria tinggi, berambut hitam dan memiliki perawakan yang sederhana.
"Kenapa manusia? Apakah ini salah kirim?" gumam heran Agita.
Sesaat kemudian, pemuda itu membuka mata dan sontak berlutut satu kaki dihadapan Agita.
"Terimakasih, Nona Dungeon Master. Anda telah membeli saya."
Mendengar itu, Agita menyadarkan lamunan.
"Bukan, kenapa Manusia? Bukan kah yang aku beli itu Item kelas Mystic, All-Purpose Farming Tool?"
"Saya adalah All-Purpose Farming Tool itu sendiri," jawab pemuda sambil berlutut.
Agita yang tidak percaya, dia pun membuka status.
"Status Target. Open."
Ding!
Ras: Manas.
Jenis kelamin: Laki-laki.
(Combat tidak diketahui).
Skill: Pertanian (S) / Peternakan (S)
Unique Skill: All-Purpose Farming Tool.]
Melihat itu, Agita pun menjadi yakin namun, dia masih tidak menyangka.
"Sungguh, aku tidak menyangka. Ada item yang memiliki wujud manusia."
"Iya, Nona. Kami disebut sebagai Ras Manas atau ras yang dimana skill atau benda mencapai kemampuan puncak nya dan memiliki kesadaran serta tubuh sendiri."
"Begitu. Aku mengerti. Jadi, sekarang apa yang harus kulakukan!"
"Buatlah kontrak dengan saya! Maka saya akan sepenuhnya milik anda."
Mendengar itu, Agita memilah-milah nama yang bagus hingga dia membuat keputusan.
"Baiklah, mulai hari ini nama mu Michio!"
"Dimengerti! Mulai hari ini saya akan bernama Michio."
Agita melipatkan tangan nya, "Sekarang, tunjukan kepada ku kemampuan mu!"
"Baik, Nona."
Setelah membuat kontrak, Agita dan Michio pergi ke tempat yang akan dijadikan sebagai pusat pertanian dan perkebunan. Lalu, Agita pun memutuskan untuk membuat nya di pohon besar yang ada di tengah Lantai Private.
"Bagaimana Michio?"
"Saya pikir tempat ini cocok, Nona."
Melihat Michio yang berwujud manusia, dia pun menghela nafas panjang.
"Sebenarnya, aku mengharap ingin bertani dengan tenagaku sendiri dengan alat ajaib."
"Tenang saja, Nona. Saya akan mewujudkan alat tani yang ada ingin."
Agita pun sontak merubah ekpresi nya.
"Oh, benarkah? Kalau begitu, pertama berikan aku pacul."
"Dimengerti!"
Sesaat kemudian, Michio mewujudkan pacul dari cahaya emas. Lalu, memberikan nya kepada Agita.
"Ini Nona."
"Iya," jawab Agita seraya menerima pacul.
Sesudah nya, Agita pun mengayunkan nya ke tanah yang mana dia pun mendapatkan hasil nya ...
"Luar biasa! Sebanyak apapun yang kuayunkan ini. Aku tidak merasa lelah. Tanah yang keras dan akar pohon pun bisa ku bereskan tanpa kesulitan," ucap Agita seraya terus mengali.
Lalu, dia pun menghentikan galian dan memeriksa tanah.
"Tidak hanya itu saja, tanah nya berubah menjadi lembut. Kurasa ini bisa untuk menghasilkan sayuran yang bagus."
Michio yang ada didekat Agita, dia pun tersenyum juga saat melihat senyuman dari Nona nya itu. Lalu, dia pun mengajukan diri untuk membantu.
"Nona, apakah ada yang bisa saya bantu?"
Agita yang habis memeriksa tanah, dia bangkit berdiri dan menghadap Michio.
"Baiklah, aku perintahkan kamu untuk mengikis alang-alang dan rumput lain nya disekitar jarak 1 hektar hutan ini dan berikan aku sekop!"
"Baik."
Michio pun memberikan sekop kepada Agita dan Michio juga memunculkan sabit untuk memulai mengikis rumput dan ilalang.
Sedangkan, Agita memulai mengali tanah dengan sekop.
"Sudah kuduga, benda ini sama seperti cangkul tadi. Aku tak kelelahan menggalinya," batin analisa Agita seraya terus mengali kedalam.
Agita pun terus menggali tanpa henti sampai ketemu air. Namun, Agita pun terjebak didalamnya. Michio yang ada diatas sontak membantu Nona nya itu.
Lalu, Agita kembali mengali yang kali ini dia mengali miring sampai akhirnya, dia menemukan air.
Agita mencari air bukanlah untuk sumber minum nya melainkan sumber air imigrasi nanti nya.
Sesudah itu, Agita kembali keatas dan terlihat nya bahwa Michio juga sudah menyelesaikan tugas nya untuk mengikis rumput dengan sempurna.
"Nona, saya sudah selesai."
"Kerja Bagus! Terimakasih, Michio. Karena langit sudah malam, mari kita makan bersama dan kamu bisa tinggal ditempat ku!"
"Nona, saya Manas. Tidak memerlukan makan dan tidak lelah juga izinkan saya untuk tinggal dilahan pertanian ini."
"Eh? Kamu yakin?"
"Iya, Nona," jawab Michio.
Agita yang mendengar itu, dia pun menghela nafas panjang. "Baiklah, jika itu keinginan mu. Tapi, setidaknya bangun lah rumah disini untuk kamu tinggal selayak wujud mu!"
"Baik, Nona."
"Kalau begitu, aku istirahat dahulu dan lakukan apapun sesukamu disini karena area ini akan menjadi milik mu!"
"Baik, Nona."
Lalu, Agita pun meninggalkan Michio dan Michio membungkukkan badannya mengantar langkah Agita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Michio.