Reborn Rich In Dungeon

Reborn Rich In Dungeon
Kedatangan Petualang



...Kedatangan Petualang...


Di kehidupan yang dahulu, Agita sering melakukan negosiasi pada klien atau pada rekan tim dan atasan nya demi untuk mendapatkan hasil yang terbaik.


Dan, tidak terkecuali di dunia lain.


# Hari ke 13.


Ding!


[Lapor. Penyusup telah memasuki Dungeon.]


Dungeon Secret Garden mendapatkan pengunjung yang tidak bisa yang mana sebelumnya hanya beberapa monster lemah kini, kedatangan sekelompok petualang.


Yang sebelumnya, mereka pernah datang dengan kondisi yang tidak mengenakan. Namun, kini mereka datang kembali dengan membawa sosok gadis berambut coklat yang terkepang.



Para Unit yang menyadari kehadiran mereka sontak berlari menghampiri penyusup akan tetapi, sesaat para petualang melihat gerakan para Magic Doll. Mereka pun mengangkat tangan nya.


"Mohon maaf, Dungeon Master. Kami kesini untuk bernegosiasi!" seru petualang berbadan besar dan dia tidak lain, Cid.


Agita yang mendengar itu dari balik layar, dia pun menghentikan serangan nya.


"Negosiasi? Apa yang mereka mau?"


Lalu, Agita memeriksa salah satu petualang yang dia duga seorang negosiator yakni sosok gadis berambut kepang.


Ding!


[Nama: Aisha.


Ras: Manusia.


Jenis kelamin: Wanita.


Job: Negosiator Guild / Negosiator lepas.


Level 43


Health Poin (HP): 1.230/1.230


Mana Poin (MP): 1.570/1.570


Strength: 56 | Vitallity: 35


Agility: 46 | Dexterity: 144


Intelligence: 123 | Sense: 54


Luck: 35.


Skill: Matematika (A) / Negosiasi (A+) / Bela diri tangan kosong (B+). ]


Melihat mereka petualang kelas atas, Agita pun merasa minder.


"Ahufu ... Lagi-lagi. Mereka datang. Jika aku tolak pasti mereka akan menjadi ancaman Dungeon."


Agita pun sepintas melihat Rei yang mana dia memiliki level jauh dari mereka semua. Namun, Agita masih ragu.


"Alice, berapa persentase kemenangan Rei melawan semua petualang itu?"


Ding!


[Jawab. Menurut penilaian data, Rei akan bisa membunuh mereka semua dengan persentase 90%. Jika, dibantu oleh Buff sihir anda maka, kemenangan mencapai 100%.]


Mendengar penilaian itu, Agita pun tersenyum kecil, "Oh, aku tidak menyangka Rei sekuat itu. Baiklah ..." Agita melihat kearah Rei. "Rei, antar dia ke taman."


"Dimengerti!"


Sesaat menjawab itu, sosok Rei pun menghilang.


Di lantai dasar, Agita pun menyimak pembicaraan para petualang.


"Nona Aisha, apakah anda yakin ingin bernegosiasi dengan Dungeon Master nya?" tanya gadis yang membawa busur.


"Tidak masalah. Aku sudah pernah beberapa kali melakukan negosiasi dengan beberapa Dungeon master sebelumnya," jawab Aisha.


Gadis pembawa panah masih waspada, "Tetap saja. Bagaimana jika anda diserang saat bernegosiasi?"


Aisha pun menoleh kearah gadis pembawa pedang.


"Maka dari itulah, aku menyewa kalian dengan harga yang tinggi," jawab Aisha dengan senyuman kecil.


Agita yang melihat data mereka, dia pun tersenyum.


"Pantas saja, gadis itu membawa petualang dengan level diatas 50 semua."


Lalu, Agita kembali melihat layar yang mana Rei sudah tiba didepan mereka dalam sekejap.


Para petualang yang melihat kehadiran Rei yang secara tiba-tiba, mereka sontak mengangkat senjata nya.


Namun, Rei tidak mempedulikan dan menyapa mereka.


"Selamat datang di Dungeon Secret Garden!"


"Maaf, Nona. Apakah anda Dungeon Master?" tanya sopan Aisha.


"Bukan, saya pelayan dari Dungeon Master."


Cid dan para petualang lain nya sontak merinding ketakutan.


"Pelayan? Jangan bercanda! Aku bisa merasakan aura monster didalam tubuh nya," gumam Cid.


Sesaat Cid bergumam itu, Aisha sontak menatap tajam Cid yang memberikan kode untuk diam dan menurunkan senjata nya.


Cid pun mengerti dan berpasrah dengan mempercayakan nya kepada Aisha dalam negosiasi. Dia pun sadar, kalau dia melawan gadis pelayan didepan nya pasti akan berujung kematian.


Melihat itu, Aisha merasa sedikit lega. Lalu, dia kembali melihat Rei.


"Nona, bisakah mempertemukan aku dengan Dungeon Master anda?"


"Baik. Lagipula, Mistress mengajak untuk meminum teh."


Aisha pun tersenyum kecil, "Begitu kah. Terimakasih."


Lalu, Rei pun meluruskan tangan nya.


"Saya akan antar kalian semua!"


Sesuai mengatakan itu, Rei menteleportasikan semua petualang ke taman.


Setibanya di taman, Aisha dan lainnya terkagum-kagum dengan taman yang dilihat nya.


"Apakah Dungeon?" gumam Cid.


"Ini seperti taman langit," jawab gadis pembawa busur.


Lalu, lamunan mereka tersadar oleh Rei.


"Silahkan lewat sini!" seru Rei.


Aisha dan para petualang pun mengikuti langkah Rei hingga tiba di sebuah meja serta kursi klasik didekat air mancur yang dimana mereka melihat sosok wanita cantik berambut pendek biru langit sedang duduk di salah satu kursi dan menunggu kehadiran mereka yang tidak lain, dia Agita.


Sesaat tiba didekat nya, Agita beranjak diri dan menyambung nya.


"Selamat datang di Dungeon Secret Dungeon. Aku Agita. Pemilik dari Dungeon ini," ucap perkenalan Agita dengan senyuman kecil.


Semua petualang terheran-heran dengan sosok Agita yang dimana sosok secantik diri nya tidak mungkin menjadi Dungeon Master yang dikenal sebagai tempat kekejaman dan keputusasaan.


Sebaliknya, Aisha bernafas lega yang mana ditakutkan Dungeon master yang ditemui nya seorang monster.


Lamunan mereka pun tersadar saat Agita menyambung ucapan nya.


"Mari silahkan duduk!"


"Baik," jawab Aisha yang sontak mengambil kursi dan duduk.


Para petualang lain juga mengikut langkah Aisha dan duduk begitu juga Agita. Lalu, Agita menoleh kearah Rei.


"Rei, siapkan makanan enak untuk kami semua! Setelah selesai, aku akan memberikan perintah lagi!"


"Baik, Mistress."


Sesaat Agita memerintahkan itu, wujud Rei pun menghilang dalam sekejap.


Semua petualang tercengang bahkan gadis pembawa busur bergumam.


"Mungkin kah, pelayan itu memiliki skill Teleportasi."


"Sudah dipastikan, kalau tidak. Tidak mungkin, dia mengirim kita ke tempat yang sama sekali kita tidak ketahui," jawab Cid.


Mendengar obrolan pelan itu, Aisha batuk sengaja, "Ough!"


Para petualang sontak tersadar dan diam.


Disisi lain, Agita hanya tersenyum kecil terhadap sikap mereka dan dia pun membuka pembicaraan.


"Jadi, ada keperluan apa kalian datang kesini?"


"Maaf, atas sikap kami dan kedatangan kami yang tiba-tiba ini. Maksud kedatangan kami adalah kami ingin membentuk kontrak dengan anda."


Agita pun mengerutkan keningnya dan menjawab nya. "Kontrak?"


...****************...


Ditempat yang berbeda, Dungeon Master Machine sangat kegirangan dan bahagia. Bagaimana tidak? Diri nya mendapatkan satu juta Dungeon poin dalam semalam.


Maka dari itu, Dungeon Master Machine berusaha mencari informasi lebih dalam lagi kepada Agita bahkan dia meretas sistem pusat Dungeon God.


Lalu, Dungeon Master Machine pun hanya menemukan riwayat pembelian unit yang dimana Dungeon Master Secret Garden hanya membeli unit bertipe boneka dan dia pun mengambil kesimpulan.


"Mungkin kah, dia tertarik dengan unit boneka dan robot. Jika begitu, lebih baik aku gunakan Dungeon poin ini untuk merakit Machina yang kuat dan cantik untuk melindungi nya. Dan, ku harap bisa menjalin kerjasama dengan nya. Hehehe ..."


Dan, Dungeon Master Machine pun memulai pekerjaan dengan membuat Machina terkuat dan cantik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...