Reborn Rich In Dungeon

Reborn Rich In Dungeon
Penyusup Pertama



...Penyusup Pertama....


Pada hari pertama dibuka nya Dungeon, Agita pun sudah didatangi penyusup. Meski begitu, Agita sudah siap melawan nya dengan memerintahkan unit nya terutama Golem yang memiliki kemampuan serangan dan pertahanan yang tinggi hingga membuat nya bekerja dengan baik.


Yang mana Golem itu berhasil memukul satu persatu serigala hingga membuat serigala itu mati dan serangan balasan apapun dari serigala itu tidak efektif. Begitu juga Magic Doll, mereka membantu Golem melawan para serigala.


Melihat mereka, Agita tersenyum bangga.


"Kerja sama mereka sungguh keren. Aku suka."


Lalu, pandangan Agita teralih pada penyusup dan dia pun penasaran dari status nya maka aku membuka status sang pria.


"Status penyusup. Open."


Ding!


[Nama: Ali.


Ras: Manusia.


Jenis kelamin: Laki-laki.


Job: Petualang (F) / Swordman (E).


Level 3.


Health Poin (HP): 90/130


Mana Poin (MP): 50/50


Strength: 15 | Vitallity:12


Agility: 14 | Dexterity: 15


Intelligence: 5 | Sense: 2


Luck: 2


Skill: Sword Mastery (E) / Dismatlhing (E). ]


Melihat itu, Agita tersenyum kecil.


"Dia seorang petualang sungguhan. Jadi, ini memang dunia lain."


Ding!


[Penyusup berhasil dibunuh.]


[Anda mendapatkan 150 DP.]


Seusai melihat itu, Agita kembali melihat layar yang dimana kedua petualang itu terbujur kaku di sisi dinding dan sesaat Agita ingin memeriksa status petualang wanita, penyusup yang lain datang.


Ding!


[Penyusup datang.]


Mendengar itu, pandangan Agita teralih pada penyusup yang baru yang mana mereka sekelompok pria yang mengenakan pakaian compang-camping. Mereka juga dilengkapi dengan pedang dan kapak.


Beruntung diantara mereka tidak ada penyihir jadi Agita pikir Golem akan bisa mengatasi nya. Namun, dilihat dari penampilan nya. Agita menduga sesuatu.


"Mereka terlihat seperti bandit? Ataukah memang bandit?"


Melihat kehadiran para pria itu, kedua petualang ketakutan.


"Dilihat dari situasi nya, mereka memang bandit yang ingin menangkap dua petualang itu ..." gumam analisa Agita.


Kedua petualang itu terlihat ketakutan saat melihat para bandit.


Tidak lama juga pemberitahuan yang lain datang.


Ding!


[Penyusup telah datang.]


Mendengar itu, pandangan Agita teralih pada sosok penyusup yang baru tiba. Mereka sekelompok yang terdiri dari lima orang yang dilengkapi dengan baju zirah yang bagus.


Agita pun mengambil kesimpulan,


"Petualang yang lain kah? Berarti mereka bala bantuan dan ini menjadi pertempuran tiga sisi." Agita tersenyum lebar. "Ini akan menjadi menarik."


Lalu, Agita pun memeriksa salah satu petualang yang terlihat kuat dan pemimpin kelompok.


Ding!


[Nama: Cid


Ras: Manusia.


Jenis kelamin: Laki-laki.


Job: Petualang (A) / Crusader (A)


Level 65.


Health Poin (HP): 1.800/1.800


Mana Poin (MP): 600/600


Strength: 250 | Vitallity: 190


Agility: 150 | Dexterity: 200


Intelligence: 100 | Sense: 120


Luck: 20


Skill: Sword Mastery (A) / Dismatlhing (A) / Shield Mastery (A).]


Saat melihat status nya, Agita pun menghela nafas panjang. "Aku menyesal melihat status nya. Dia petualang kelas atas. Jika dia jahat mungkin, aku sudah mati."


Sesaat kemudian, keluhan Agita teralih pada obrolan tanpa suara dari bandit yang sedang melarikan diri sesaat kelompok mereka terbunuh satu persatu oleh Golem dan Magic Doll.


"Mereka bicara apa ya?"


Agita yang penasaran sontak mengaktifkan audio pada camera pengawas Dungeon.


"Biarkan kami pergi?! Aku tidak ingin terbunuh oleh para Golem bajingan itu!" seru salah satu bandit yang melarikan diri.


Cid pun tersenyum remeh dan menolak pinggang setengah, "Jika begitu, biarkan kami menangkap kalian!"


Dari pembicaraan mereka terlihat bahwa para petualang itu sedang mengejar bandit dan para bandit itu sedang mengejar kedua petualang pemula.


Maka, Agita pun memberikan perintah kepada Golem.


Dan, para Golem dan Magic Doll itu pun mengikuti perintah Agita hingga pembantaian sepihak terjadi.


Sebenarnya, level Golem dan Magic Doll sedikit jauh dengan para bandit namun, kerjasama dan strategi yang dibuat oleh Agita membuat mereka kuat.


Cid dan para petualang lain nya terheran akan pemandangan yang mereka lihat.


"Kenapa mereka hanya menyerang bandit?" ucap heran Cid.


Ali dan gadis yang bersama nya sontak mencari celah dan kabur menuju Cid.


Lalu, pandangan Cid teralih pada Ali dan gadis muda.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Cid.


"Iya, kami baik-baik saja."


"Apa yang terjadi disini?" sambung tanya Cid.


"Aku tidak tahu. Yang jelas, Golem dan boneka sihir sudah menolong kami dari serigala dan bandit ini."


Mendengar itu, Cid terkejut dan melihat rekan wanita nya yang berpakaian pendeta.


"Ketua, seperti nya. Dungeon Master nya bukanlah orang jahat," ucap analisa pendeta wanita.


"Iya, aku juga berpikiran seperti itu."


Dihadapan mereka terlihat para bandit dibunuh oleh Golem satu persatu hingga beberapa bandit berlutut didepan Cid.


"Tuan petualang. Tolong kami!"


"Kami menyerah! Cepat bawa kami!"


"Kami mohon!"


....


Mendengar permintaan itu, Cid menggaruk-garuk kepala belakang nya.


"Baiklah, aku akan coba bernegosiasi dengan Dungeon Master nya."


Lalu, Cid pun maju dan berseru.


"Tuan Dungeon yang terhormat. Tolong hentikan serangan anda! Biarkan kami menangkap mereka hidup-hidup dan pergi dari Dungeon anda."


Agita yang sedang duduk santai di tepi danau, dia pun tersenyum dan menurutinya.


"Baiklah, lagipula aku tidak ingin bermusuhan dengan petualang kelas atas."


Setelah itu, Agita pun memberikan perintah nya.


"Semua nya! Hentikan serangan dan kembali ke pos kalian!"


Mendengar perintah itu, Goblin dan para Magic Doll menghentikan serangan. Lalu mereka berbalik badan ke dalam Goa Labirin.


Cid yang melihat gerakan itu, dia pun bernafas lega dan menyambung ucapan nya.


"Terimakasih atas kemurahan hati anda. Dungeon Master. Kami sekarang akan pergi, Maaf telah mengusik Dungeon anda."


Setelah itu, Cid dan kelompok nya juga berbalik badan meninggalkan Dungeon membawa beberapa bandit yang ditangkapnya.


Ditengah itu, salah satu rekan wanita yang membawa busur memberikan komentar nya.


"Ketua, haruskah saya menyusup lebih dalam agar mengetahui bahaya tidak nya Dungeon baru ini."


"Tidak perlu. Yang jelas, Dungeon Master ini bukan musuh manusia. Jadi, lebih baik kita laporkan dahulu ke Guild," jawab Cid.


"Baik, Ketua!"


Setelah itu, semua bandit dan petualangan pun pergi yang mana hasil kedatangan mereka membuat Agita tercengang.


Ding!


[Penyusup telah dipukul mundur.]


[Anda mendapatkan 15.750 DP.]


"Wow! Aku tidak menyangka hasil dari para petualang itu akan sebesar ini. Ya meski tidak begitu banyak perubahan pada jumlah Dungeon poin ku," jawab senang Agita dengan senyuman lebar.


# Hari Kedelapan.


Seusai penyusup pergi, Agita memutuskan untuk menjalankan misi nya lagi karena dia sudah lama tidak menjalankan misi pengembangan Dungeon.


Ding!


[Misi.


Dungeon Level 3 (8/8)


Fitur: Administrasi / Market / Misi / Storage / Status / Summon.


1-14. Membunuh penyusup (Selesai)


1-13. Mendapatkan 500 Dungeon Poin dari penyusup 500/500 (Selesai).


1-12. Mendapatkan Dungeon Poin dari penyusup (Selesai)


1-11. Memukul mundur penyusup (Selesai)


1-10. Membuka Dungeon (Selesai)


1-9. Tentukan Battle Job anda! (Selesai).


1-8. Menempatkan unit penjaga pada Lantai pertahanan (Selesai).


1-7. Memanggil unit penjaga. (Selesai).


....]


[Anda berhasil meningkatkan Dungeon ke level 4.]


[Anda mendapatkan fitur Auction.]


Melihat hadiah itu, Agita sontak senang.


"Fitur pelelangan kah. Inilah fitur yang kutunggu."


...****************...


Cid (Crusader)