Reborn Rich In Dungeon

Reborn Rich In Dungeon
Berkebun dan Membangun lantai pertahanan (II)



...Berkebun dan Membangun lantai pertahanan (II)...


Agita sewaktu kecil pernah berpikir untuk bertani. Menanam sayur terbaik dan mengunakan nya untuk bahan makanan serta menghasilkan masakan yang lezat.


Dihari ke sembilan ini, Agita mencoba mewujudkan mimpi nya tersebut.


#Hari kesembilan.


Agita pun bangun pagi dan melanjutkan aktifitas nya dengan Michio. Lalu, setibanya disana terlihat Michio sedang duduk bersila dibawah pohon besar.


"Michio, apa yang sedang kamu lakukan?"


Mendengar perkataan Agita, Michio pun membuka mata dan melihat kearah Agita dengan senyuman.


"Selamat pagi, Nona!"


Lalu, Agita pun menduga sesuatu.


"Mungkinkah kamu semalaman tidur seperti itu?"


"Saya menunggu perintah, Nona."


Agita pun menghela nafas panjang dan menepuk jidatnya.


"Sudah kukatakan, bukan? Lakukan sesukamu!"


"Mohon maaf, Nona. Saya Manas dan tidak memiliki kehendak yang bebas."


"Sungguh kasihan. Baiklah. Sekarang, bantu aku membuat rumah untuk mu dan aku akan memberikan perencanaan untuk mu! Kamu mengerti?"


"Baik, Nona."


Setelah itu, Agita pun meminta kapak dan berencana memotong dari kedua sisi namun ...


"Nona, karena anda sudah mengikat kontrak dengan saya. Maka, Nona bisa memanggil alat pertanian serba bisa dimana pun dan kapan pun," jawab Michio.


Agita yang mendengar itu, dia sontak membuka mata nya lebar-lebar. "Benarkah?"


"Iya, Nona."


"Oke, aku akan mencoba nya."


Lalu, Agita pun menghampiri salah satu pohon dan memanggil ...


"Kapak."


Sesaat kemudian, dari tangan Agita muncul cahaya dengan bentuk kapak dan tidak lama, kapak pun muncul.


Seusai kapak terlihat utuh, Agita pun mengayunkan kapak nya ke pohon dan ...


Sling!


Agita dengan mudah memotong pohon dalam satu tebasan dan membuat nya panik saat pohon mengarah kepada nya.


"Eh?!"


Dbuk!


Pohon besar pun jatuh didepan nya.


Hal ini membuat Agita terkagum sendiri.


"Michio, aku tidak menyangka hanya satu kali tebas langsung tumbang. Sungguh alat mahabisa mengerikan."


Michio pun tidak menjawab, dia hanya memberikan senyuman kecil.


Sesaat kemudian, sihir Refresh menenangkan Agita dan dia bangkit berdiri lalu, mengambil alat yang lain.


"Mumpung sudah tumbang. Lebih baik ku potong-potong saja." Agita pun memakai, "Parang."


Sesaat kemudian, alat parang pun muncul. Lalu, Agita memotong cabang, membelah barang lalu, sayat kulitnya.


Ditengah mengerjakan itu, Agita pun terkagum-kagum.


"Benda ini memang luar biasa. Kayu keras ini bisa berubah menjadi selembut salju."


Tidak hanya Agita, Michio juga melakukan hal yang sama hingga terbentuklah banyak kayu yang sudah bersih dalam waktu setengah hari saja.


Lalu, mereka pun memulai merakitnya dan rumah kayu sederhana terbangun. Meski begitu ...


"Rumah ini masih terlihat kosong," ucap Agita seraya melihat sekeliling.


"Tidak masalah, Nona. Saya akan membuat beberapa perabotan kecil nanti."


"Iya, gunakan lah waktu mu sebaik-baiknya dan jangan lupa beristirahat!"


"Baik, Nona!" jawab Michio.


# Hari kesepuluh.


Agita datang kembali mengunjungi rumah Michio dan dia terkejut yang dimana seluruh perabotan kayu sudah terbentuk dalam semalam.


"Selamat pagi, Nona!"


Agita tidak begitu mendengarkan sapaan Michio karena dia menduga sesuatu.


"Michio, kamu tidak istirahat?!"


Agita bertanya seperti itu karena dia khawatir Michio akan bernasib sama seperti nya yang mana Michio akan meninggal dunia karena kelelahan bekerja.


Mendengar itu, Agita pun menghela nafas lega.


"Baguslah jika begitu. Meski kamu Manas atau apapun, aku tidak mengizinkan kamu bekerja secara berlebihan. Kamu mengerti?"


"Baik, Nona."


Sesudah itu, Agita dan Michio memulai membuat ladang dengan cangkul serta membayang kan tanaman yang ingin ditanam.


Dengan cara seperti itu, Agita pun tidak perlu repot-repot mencari bibit untuk ditanam.


Awalnya Agita tidak percaya namun, keesokan harinya tanaman yang dibayang kan Agita tumbuh.


#Hari Kesebelas.


Setelah lama bertani, Agita pun memutuskan untuk menjalankan misi nya lagi.


Ding!


[Misi.


Dungeon Level 4 (4/16)


Fitur: Administrasi / Auction / Market / Misi / Storage / Status / Summon.


1-18. Membuat satu unit Boss. (Belum Selesai).


1-17. Membangun 3 lantai pertahanan (Belum selesai).


1-18. Menempatkan 10 unit penjaga (Selesai)


1-17. Mendapatkan 2.000 DP dari penyusup 2000/2000 (Selesai).


1-16. Memenangkan satu kali Pelelangan (selesai).


1-15. Mendaftarkan dan mengikuti lelang. (selesai).


....]


Seusai memahami misi itu, Agita pun membuat lantai pertahanan Dungeon lagi dengan bentuk yang sama seperti sebelumnya yakni lantai labirin.


Meski sama namun, Agita memperbanyak jebakan di lantai pertahanan kedua ini seperti;


Jurang berduri.


Dinding panah.


Lantai bergerak.


Dan, beberapa jebakan lain nya.


Lalu, Agita juga menempatkan 1 Stone Golem dan 5 Magic Doll.


Dalam pembangunan itu, Agita pun membayar 1.500 DP.


Sedangkan, untuk lantai pertahanan ketiga ini. Agita memutuskan untuk membuat sebuah lantai yang kuat. Maka dari itu, dia mengandalkan menu [Market] namun, tidak ada yang menjual lantai melainkan.


Dungeon Trial Key.


Sebuah Item yang dimana seorang Dungeon Master atau unit nya masuk ke Dungeon Liar untuk menaklukkan nya. Setelah berhasil menaklukkan nya maka Dungeon itu akan menjadi milik Dungeon Master yang menaklukkan Dungeon itu. Lalu, Dungeon Master penakluk juga akan mendapatkan seluruh harta, unit dan Dungeon poin yang tersisa dari Dungeon Liar.


Akan tetapi, jika Dungeon Master yang memasuki Dungeon liar. Maka hal itu memiliki resiko kematian dan kehancuran Dungeon lebih tinggi.


Agita pun memahami itu, dia pun tersenyum kecil.


"High Reward. High Risk. Begitu kah? Menarik!"


Agita yang senang sekali dengan tantangan maka, dia pun tidak takut mengambil resiko dan membeli ...


Dungeon Trial Key - Dungeon Law Desert seharga 5.000 DP.


Setelah membeli itu, Agita pun menerima sebuah kunci antik yang mana Agita hanya perlu memutar kunci pada sembarang tempat maka, portal Dungeon akan terbuka.


Karena Agita ingin mendapatkan kekuatan lebih maka, dia pun tanpa ragu memutar kunci.


Dan, sesaat itu juga sebuah portal terbentuk dihadapan Agita.


Meski awalnya percaya diri namun, saat melihat portal. Dia pun menjadi sedikit gugup namun ...


"Jika tidak mengambil resiko. Mungkin, petualang manusia seperti Cid akan datang dan menghancurkan Dungeon serta membunuh ku." Agita melihat tangan nya. "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi."


Dengan pemikiran itu, Agita pun melangkah dengan penuh keberanian dan masuk kedalam portal.


Sekeluarnya dari portal, Agita pun sontak disambut oleh Padang gurun yang luas.


"Ini seperti dunia lain," gumam Agita seraya melihat ke matahari yang ada diatas langit dengan tangan di dahinya memayungi kedua mata nya.


Ding!


[Anda memasuki Dungeon Trial - Dungeon Desert.]


[Portal tertutup dan akan terbuka bila Anda berhasil mengklaim Dungeon Core.]


Sesaat pemberitahuan itu datang, disaat itu lah portal tertutup dan Agita pun harus menaklukkan Dungeon untuk kembali ke Dungeon Secret Garden.


"Aku tidak akan mati disini. Tidak akan ..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...