
~ Seandainya Cinta itu bisa memilih, Aku ingin selalu bersamanya, berada di dekatnya, bersama berdua, merajut hari-hari penuh dengan cinta. Namun sayang, Perpisahan ini tak bisa di hindari, dan itu harus terjadi. Aku harus pulang..untuk melaku kan tugas dan tanggung jawab ku. Namun aku akan selalu menunggu Mu, Datang untuk menjemput Ku******. ~ Arabella.
πππππππ
Malam kian menepi, suasana pun menjadi sunyi sepi. dalam kamar Bella, hanya terdengar lembut suara AC yang menghiasi keheningan malam di kamar hotelnya.
Sejak membaring kan dirnya di atas ranjang, Bella merasa sangat sulit untuk memenjam kan matanya, Pikiran terus melayang memikir kan Eddo.
Malam ini adalah malam terakhir, dia berada di kota ini. berat rasanya harus berpisah dengan Eddo, Cinta yang baru saja bersemayam di hatinya, Namun kini dia harus pergi meninggalkan cinta itu, Namun mau bagaimana lagi, Semua itu datang dengan sendirinya, tanpa dia.menyadarinya.
Begitu pula dengan Eddo, Di suatu tempat yang sepi, sementara malam semakin larut.. Dia masih duduk termenung, di tepian pantai....
Eddo membayangkan, Wajah manisnya Arabella, yang datang membawa cinta yang begitu mengejut kan di hatinya.Cinta yang datang dengan tiba-tiba, dan juga kini akan pergi meninggal kan dirinya.
Tiba-tiba ada sebongkah rasa yang begitu mendesak dalam hati Eddo, Rasa kerinduan. yang demikian besarnya, sehingga membuat Eddo tak dapat menahannya.
Eddo segera mengeluar kan Hand phone dari saku Jacketnya dan mulai mencari nomor Hand phonenya Bella.Lalu dia pun Coba untuk menelpon Bella.
Sementara itu Bella juga masih gelisah. sejak mereka berpisah di mobil tadi dan Bella langsung ke Kamarnya, Setelah dia membaring kan dirinya di atas ranjang, tapi sulit baginya untuk memenjam kan matanya. Pikiran nya melayang terus pada Eddo yang baru saja di cintainya.
Bella tak menduga, dalam waktu pertemuan yang begitu singkatnya, Telah menumbuhkan rasa cinta yang begitu kuat di hatinya.
Dia merasa kan hatinya kembali bebunga-bunga, setelah sekian tahun dia hidup menyendiri dalam luka yang menggores di lubuk hatinya. Namun tak di duga, Perjalanan ke Raja Ampat, Telah membalur luka di hatinya itu, dan membuatnya kembali membuka hatinya dengan cintanya yang baru. Edwardo... Sebuah nama baru kembali di ukir dalam lubuk hatinya, setelah dia berhasil menyingkir kan sebuah nama lain..Edvan...Nama itu yang selama ini menjadi momok baginya dan telah menggores sembilu di hatinya serta meninggal kan luka yang mendalam.
Namun pertemuannya dengan Eddo, mampu menghapuskan segalanya, dan membuat hidupnya kembali berwarna.
Tiba-tiba Hand phone Bella berdering.
Bella langsung. mengambil Hand Phone nya di atas nakas, dan melihatnya.
ternyata dari Eddo, Laki-laki yang telah meresah kan hatinya selama dia berada di Kota ini. Dia pun menggesek kan tanda hijaunya dan kontak pun tersambung.
~ Haloo Do ! ~ sapa Bella.
~ Bella, Kamu belum tidur ? ~ tanya Eddo
~ Belum Do... Kamu sendiri ? ~ Bella kembali bertanya.
~ Aku juga nggak ngantuk. Saat ini aku berada di suatu tempat di tepi pantai, Aku duduk sendiri sambil mengenang dirimu Bel .~ kata Eddo .
~ Aku mau menemani diri mu Do, jemput lah aku, malam ini aku ingin berdua dengan dirimu. aku merindukan itu.~ Ucap Bella.
~ Aku juga merindu kan diri mu, Besok kita harus berpisah ! klo gitu, aku akan segera menjemput diri mu, Turun lah ke Lobby dan aku akan datang untuk menjemput Mu! " Kata Eddo.
" Baiklah Sayang !" Ucap Bella.
Setelah mengakhiri pembicaraan nya, Bella pun beranjak dari ranjang dan mengganti Pakaiannya. Dia segera menyambar kembali celana Jeans dan kaos yang tadi di pakainya, Lalu di kena kan dan dia juga memakai Jacket, Lalu mengambil Hand phonenya dan di masuk kan di saku jacketnya.
Bella segera keluar dari kamarnya, Lalu menuju lift dan turun ke Lobby Hotel, menunggu kedatangan Eddo untuk menjemputnya.
Eddo melaju kan Motornya menuju ke puncak, tempat Hotel dimana Bella dan Rekan-rekan nya menginap.
Baginya, Hawa dingin dari hembusan angin malam, bukanlah halangan bagi Eddo, untuk dapat bertemu dengan pujaan hatinya.
Eddo memarkir kan motor balapnya di halaman Hotel, Lalu dengan berjalan tergesa- gesa, dia pun menuju ke Lobby Hotel. Disana Eddo melihat Bella telah menunggunya sambil duduk membaca majalah.
" Bella ! " Panggil Eddo.
Bela lalu mengangkat wajahnya dan dia melihat Eddo telah berdiri di hadapan nya.
" Do.., Kamu sudah datang ?!"Ujar Bella.
" Iya Bel, yuk kita pergi ! " Ajak Eddo.
" Ayuk ! " Ujar Bella.
Lalu mereka berdua berjalan keluar dari Hotel, menuju ke Parkiran.
Eddo lalu duduk di atas motornya dan menyuruh Bella duduk di boncengannya,
Eddo pun menjalan kan motornya keluar dari pelataran Hotel. Bella pun memeluk pinggang Eddo dengan erat, di saat Eddo melaju kan motornya dengan kecepatan sedang menuruni puncak Arfak.
Mereka pun mencari tempat duduk yang teduh dan nyaman, dan terhindar dari kesibukan orang lain yang juga sedang menikmati malamnya di tempat itu.
" Bella..., mengapa waktu begitu cepat berlalu, sehingga besok kita sudah harus berpisah ?!" Ujar Eddo.
" Iya Do, Sebenarnya aku masih ingin tinggal disini, melalui hari-hariku bersama dengan dirimu." Ucap Bella.
" Iya Bel, Kita bisa melalui hari-hari, Penuh dengan candan dan tawa." Ucap Eddo.
" Aku juga berat meninggal kan dirimu dengan semua kenangan yang kita punya ! walau pun begitu singkat, namun tersimpan jauh di lubuk hati ku yang paling dalam Do !" Ucap Bella.
Eddo menggenggam tangan Bella dengan penuh cinta. Terasa kehangatan menyesap di relung-relung hati keduanya, dan Rasa cinta benar-benar membakar dada mereka berdua.
" Bella, Percayalah, Aku tak akan menyakiti hati mu, Tunggulah aku disana, aku akan Datang untuk memenuhi janjiku!" Ucap Eddo
" Sampai kapan pun, Aku akan selalu.menunggu dirimu, sampai saatnya kau datang untuk menjemput ku !" ucap Bella dengan perasaan sedih yang berkecamuk dalam hatinya.
" Jangan sedih ya sayang..! Aku akan selalu merindukan Mu ." Ucap Eddo, Sambil menarik Bella ke dalam pelukannya.
Bella pun menyandar kan kepalanya di dada Eddo, Laki-laki yang dapat meluluhkan hatinya dari kebekuan selama ini.
" Aku juga akan selalu.merindukan diri mu Do !" Ucap Bella.
" Suatu hari bila kau rindu padaku, pandanglah Bintang-bintang di langit, karena saat itu aku pun akan melaku kan hal yang sama, sehingga meski pun jauh, Kita selalu bersama." Ucap Eddo
" Baiklah Sayang ! Aku akan melakukan itu, bila aku rindu pada dirimu." Ucap Bella.
Eddo makin memperaratkan genggaman tangannya dan perlahan-lahan menunduk dan men**um bib**Bella dengan lembut..Bella menutup matanya, menikmati Kelembutan itu. kehangatan yang telah lama hilang, kembali menyesap di hatinya.
" aku sungguh mencintai dirimu, Bella sayang." Eddo membisik di telinga Bella.
" Aku juga sangat mencintai diri Mu Eddo, sayang !" Ucap Bella, Lalu pandangan mata mereka pun beradu dalam diam.
" Arabella !!" ucap Eddo.
" Edwardo !!" Ucap Bella. hanya itu yang dapat terucap dari bibir mereka.
Sementara malam semakin larut, Dan angin laut pun berhembus dengan santer, menghempas ranting dan dahan pohon yang berada di tepian pantai, sehingga membuat daun-daun yang menguning pun jatuh berguguran di atas pasir pantai, Lalu di hempas angin dan membuatnya.berlari jauh dari pohonnya.
Kegelapan membaluti Samudera yang terbentang luas, Hanya kerlap-kerlip sinar lampu dari Bangunan-bangunan yang berada di sekitar pantai yang memberi pantulan ke dalam air laut. sehingga menimbulkan suatu sensasi tentang keindahan laut di malam hari.
" Do, Sudah larut, Kita balik ke Hotel yuk !" Ajak Bella.
" Tapi aku masih ingin bersama mu sayang!" Ucap Eddo.
Lalu Eddo kembali memeluk Bella, seakan tak rela untuk melepaskan.nya. Bella pun terdiam, Dan balas memeluk Eddo dengan penuh perasaan.
Mereka sadar ketika terdengar suara lagunya Angin Malam nya Brury Marantika dari atas kapal yang sedang berlabuh di dermaga.
Mereka berpandangan, di salah satu sisi, Eddo Merasa sangat Berat untuk melepaskan kepergian Bella. Sedangkan di sisi lain, Bella pun merasa sangat berat untuk meninggal Eddo. Namun bagaimana pun, itu harus terjadi, karena tugas dan tanggung jawab mereka pada pekerjaan yang mereka tekuni saat ini.
Perpisahan itu memang berat. seperti yang saat ini Eddo dan Bella alami, Namun mau bagaimana lagi, Antara Tugas dan cinta, Mereka harus memilih yang terbaik, untuk di dahulu kan.
" Kita balik Yuk.! " Ajak Bella. Eddo langsung melihat Jam di Hand phonenya. Telah pukul 02.35.
" Ayo sayang, Besok kamu harus berangkat." Kata Eddo dan menarik tangan Bella, lalu mereka pun berjalan menuju ke parkiran motornya.
Eddo pun duduk di motorya, lalu Bella pun segera duduk di boncengannya, Lalu Eddo pun melajukan motornya menuju ke Hotel.
Angin Malam pun berhembus, menerbangkan rambut Bella yang terurai panjang, menari-nari mengikuti arah angin yang berhembus. dengan penuh cinta, tangan Bella melingkar di pinggang Eddo dan menyandar kan kepalanya di punggung Eddo. rasa nyaman dan damai menelusuri di hatinya.
Setelah tiba di Hotel, Eddo pun mengantar kan Bella sampai di depan pintu kamarnya,lalu Eddo pun pamit untuk pulang.
πππππππ
π Bersambung ke Bab 20
Mdo28072021/14.11
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ