Raja Ampat In Love

Raja Ampat In Love
Bab 11 Teluk Kabui.



Setelah Sarapan, Mereka pun bersiap untuk berangkat ke desa Arborek. Desa Wisata yang mempunyai Ikon laut yang sangat indah, di hiasi oleh terumbu karang dengan berbagai bentuk yang unik.


Setelah crew Speadboad merapat kan Speadboad nya ke tepian pantai, Arabella dan teman-temannya pun segera naik ke dalam Speadboad. Lalu mereka pun meninggal kan kampung Manswar, menuju ke desa Arborek.


Kurang lebih sejam mereka pun tiba di desa Arborek. Bella serta teman-temannya melihat dari jauh, rupanya di Desa ini agak ramai, Banyak anak-anak pada berkumpul di dekat Jembatan , Ada pula Orang-orang dewasa.


Ketika Spead boad yang mereka tumpangi, merapat di Jembatan satu demi satu, Bella dan teman-temannya pun keluar dari Spead Boad dan naik keatas Jembatan.


Setelah Semua berkumpul di atas Jembatan, Bang Eddo pun memotret Mereka. Lalu dengan di temani oleh mbak Carisa, Mereka pun berjalan menuju ke daratan, Dimana disana telah berkumpul Anak-anak serta beberapa Bapak-bapak dan Ibu-ibu.


Bang Eddo menyusul mereka bersama Crew Speadboad yang membawa Cindera mata, Dan mau Mereka bagikan buat anak-anak di Desa Arborek ini.


Mereka pun meletak kan barang-barang yang mereka bawa di sebuah rumah kecil, atau dapat di kata kan seperti sebuah saung.


Setelah itu Mereka memberi salam


dan mulai kenalan dengan semua yang berada disitu.


Anak-anaknya kecil yang sangat lucu dan kelihatan malu-malu mendekati mereka.


Lalu Gabby dan bonar, serta yang lain nya, mereka pun membagi-bagi kan cindera mata yang merupakan Tas sekolah, buku-buku Bacaan dan buku tulis pada semua Anak yang hadir disitu.


Lebih dari sejam Mereka berada di Desa Arborek, Beramah tamah dengan penduduk disana.


Setelah itu mereka pun melanjut kan perjalanan ke Teluk Kabui.


Perjalanan yang cukup panjang dan jauh, Namun cuaca yang sangat mendukung perjalanan mereka, dan Pemandangan Alam yang begitu memukau penglihatan, membuat mereka tak jenuh melalui perjalanan yang memakan waktu lama itu.


SpeadBoad tetap melaju dengan kecepatan Tinggi seakan terbang diatas samudra biru, meninggalkan jejak buih-buih putih menghiasi Samudera yang di lalui nya.


Dengan pandangan Alam yang jarang di temui di tempat lain, Ikan ikan Lumba-lumba yang melompat tinggi, seakan sengaja mempersembah kan atraksi bagi Mereka yang lewat di lautan itu.


Burung Elang pun tak ketinggalan, terbang tinggi lalu merendah dan menukik Menyambar Sang mangsa.


Sedangkan Perahu-perahu nelayan mengembang kan layarnya dan melaju di atas samudra untuk Mencari Ikan.


Teman-teman Arabella yang laki-laki, Duduk di bagian atas Speadboad. Sedangkan Bella duduk bersama dengan Eddo dan Carissa, dekat Driver yang sedang menjalan kan mesin, dan yang lain nya duduk di ruangan dalam.


Perjalanan yang memakan waktu lebih satu jam, Akhirnya Mereka pun memasuki Teluk Kabui.Laut yang menghijau, bening dan dapat melihat batu karang yang begitu indah di dasar laut.


Dan lagi, Mereka di suguhi Pemandangan yang sangat indah dan memukau, Di sekitar Teluk Kabui, Terhampar gugusan -gugusan Batu karang dengan berbagai bentuk, Ada yang bundar Kerucut dan dengan macam-macam bentuk yang sangat unik. buat yang sudah pernah ke Vietnam, Pasti akan teringat akan Halong bay nya Vietnam.


" Sungguh Suatu pemandangan yang sangat Menakjub kan !!" Teriak Selly


" Tidak menyesal kita memilih untuk datang di Raja Ampat. " ucap Shanty.


" Memang benar lagunya bang Eddo, Surga kecil jatuh ke Bumi. dan ini benar-benar Terbukti. " Teriaknya Bella.



Speedboad pun di kurangi kecepatannya. dan berjalan dengan lambat, Memberi kesempatan bagi mereka yang ingin memotret pemandangan Alam Raja Ampat ini. Sungguh indah dan menakjub kan



Akhir nya SpeadBoad pun merapat di Jembatan Batu Pensil. Batu Pensil terdiri dari gugusan Batu karang yang sangat tinggi dan di atas nya berbentuk runcing, Mungkin karena itu di nama kan Batu Pensil.



Dengan di bantu oleh crew Speadboad dan Oleh Bang Eddo, Bella serta teman-teman nya pun satu demi satu Turun dari Speadboad dan naik ke atas Jembatan.


" Puji Tuhan, begitu indah karya yang Engkau Ciptakan bagi kami nikmati. " Ucap Nella .


" Wahh Sungguh indahnya !!" Teriak Bonar sambil tertawa gembira.


" Aku tak pernah menduga, bila hari ini aku bisa ada disini. " kata Kristo.


" Ini semua karena kerja keras kita." Kata Bella sambil tersenyum.


" Iya. Semua karena perjuangan kita, maka kini kita dapat menikmati hasil nya. " Ucap Benny.


Setibanya di atasJembatan, Masing-masing pun sibuk dengan Selfie dengan berbagai Gaya.😊


Eddo juga mengambil Foto Group.


Sekitar kurang lebih 1 jam, Mereka berada di Batu Pensil.


Lalu mereka pamit dan kembali melaku kan perjalanan unutk kembali ke Yenbuba .


Mereka tiba di Yenbuba untuk melihat anak-anak ikan hiu , dengan cara membuang ingsang ikan ke bawah jembatan, Karena mencium bau darah ikan yang mewarnai air laut, tak lama kemudian, ikan-ikan hiu kecil itu pun bermunculan di bawah Jembatan. dan kesempatan ini tidak mereka sia-sia kan untuk Mengambil Foto nya.


,



Setelah puas menikmati pemandangan yang langka ini, Mereka pun Masuk kembali ke dalam Speadboad untuk ke sebuah pulau kosong, disana tak ada rumah penduduk, di sepanjang tepian pantainya, terhampar Pasir putih dan air laut yang jernih.


Ketika Speadboad merapat di pantai, Mereka pun turun dari Speadboad dan menyusuri pasir putih.


Bang Eddo sera Carisa menurun kan makanan buat mereka makan siang.


Lalu masing-masing dari mereka, mencari tempat duduk, Ada yang duduk selonjor di atas pasir, ada juga yang duduk di atas potongan kayu yang terdapat disitu.


Gabby memilih duduk di Akar sebuah pohon Waru yang terdapat disitu.


Semilir angin yang sepoi-sepoi, membelai daun-daun di atas ranting pohon itu, Sehingga membuat suasana menjadi begitu sejuk, dan membuat Mata seolah-olah, ingin saja di tutup, Tapi semuanya tak ingin melewati kesempatan yang berharga ini.


Mereka benar-benar menikmati liburan ini dengan perasaan bahagia. Melupa kan Kantor Mereka, Melupakan segala Kesibukan serta rutinitas mereka. Melupa kan Ibu kota yang penuh dengan kepadatan penduduk, Kemacetan jalan raya dan juga dengan bermacam-macam polusi yang membuat mereka tak bisa hidup dengan rilex.


Dan saat ini, mereka benar-benar ingin melupakan semua itu sejenak, dan menikmati liburan ini dengan hati yang penuh Sukacita .


Setelah selesai menikmati makan siang nya, di isi dengan acara bebas. Bang Eddo pun ke Speadboad dan kembali dengan membawa dua buah Gitar.


" Nah sekarang Acara bebas, Siapa yang bisa memain kan gitar, Silahkan menghibur diri Masing-masing. " Ujar Eddo. Lalu menyerah kan Gitar nya pada Kristo dan satu nya lagi Dia sendiri yang pegang.


Eddo pun mencari tempat duduk yang nyaman, Di lihat nya Bella sedang duduk sendiri, Lalu Eddo pun mendekat dan dudui di damping Bella.


Eddo memetik Gitar dan dengan penuh perasaan dia menyanyikan sebuah lagu dari Jimmy Aglesias 🎸Tatinggal di Papua.🎸


Mereka Berada di tempat itu sampai Sore, Baru lah Mereka kembali lagi ke Homestay di Pulau Manswar.


πŸ‘‰ Bersambung ke Bab 12


Mdo28042021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Author mohon maaf karena lama banget nggak Up Date, sebenarnya Rencana nggak mau lanjutin lagi cerita ini, tapi oleh karena Atas permintaan dari Novel Toon, maka Author lanjutkan lagi.


Tolong ya, Di Vote, Like dan komen nya. Suport dari para Readers, memicu semangat Author dalam berkarya. Thank's banget πŸ™πŸ™


Baca juga Novelku yan lainnya.


Melangkah di Tengah Badai


Gaun Pengantin buat Ellena


Misi Rahasia Psikolog Cantik


.