Raja Ampat In Love

Raja Ampat In Love
Bab 14 Melukis Senja.



Hari ini Cuaca agak mendung, pertanda hujan akan turun mengguyur bumi.


Lautan sedikit teraduk oleh hembusan badai yang mengamuk.menghempas ranting-ranting diatas dahan pohon.


Udara dingin masuk melalui sela-sela dinding atap. Untuk mengatasi rasa dingin, adalah dengan bersembunyi di balik selimut.


Kicauan burung Pipit menciat-ciat untuk mencari perlindungan dari terpaan angin yang berhembus santer.


Laut pun bergelora, Di hiasi oleh buih-buih putih yang menggulung. saling berkejaran menuju ke tepian pantai.


Saat ini, Cuaca lagi tidak bersahabat, untunglah Bella serta Rekan-rekannya telah selesai kan misinya untuk berkunjung di Pianemo. dan memang rencana mereka, menghabiskan hari ini di Pulau tempat mereka inap, dengan Kegiatan berenang di pantai.


Namun masih ada badai, jadi mereka menunggu badai reda, sambil bermain di tepi pantai.


Carisa mengajak mereka bermain Benteng Atau di sebut juga Tali tengah, Sebuah permainan Tradisional yang bila di daerah lain entah namanya apa. Permainannya sangat seru, sehingga suara hiruk pikuk membaur dengan suara deriran angin .


Sekitar Jam 10.00, Angin pun mulai reda dan Laut juga menjadi teduh, setelah istirahat sejenak dari bermain Benteng, Mereka pun Berlari ke dalam air laut 'dan berenang. Karena laut telah teduh dan air laut pun mulai surut.


Mereka pun mandi dengan senang nya, Dan Eddo memotret mereka dari atas dengan memakai Drone.


Mereka mandi dengan riang, Namun Bella belum mau mandi, Dia hanya duduk di atas para-para sambil memandang teman-temannya bercengkrama di dalam air laut.


Bella rencana nanti sore barulah dia mandi di laut. Dia duduk dan bersandar di Batang pohon Akasia yang ada disitu, sambil melonjor kan kakinya.


Eddo datang menghampiri Bella dam duduk di samping nya.


" Kok nggak berenang ? " Tanya Eddo sambil memandang Bella.


" Aku lagi nggak mood, Capek kali ya ?" Jawab Bella sambil bertanya.


" Iya, Mungkin Bu Bella capek !" Ucap Eddo.


" Kak Eddo, Boleh aku minta ? " Ucap Bella memandang Eddo sambil tersenyum.


" Minta apa Bu Bella ?" Tanyan Eddo.


" Aku mohon jangan panggil aku Ibu, Boleh kan? Panggil aku Bella aja !" kata Bella.


" Hmm Baiklah ! jadi aku panggil Nona Bella, gitu ? " Kembali Eddo bertanya dengan canda.


" Nggak ! Panggil Saja Bella !" Ucap Bella sambil mencibir, lalu Mereka berdua tertawa.


Akhir -akhir ini Eddo selalu mendekati Bella dan Bella juga merasa senang bila "Eddo berada bersamanya.


" Bang Eddo, jadi Guide itu capek nggak ?" Tanya Bella pada Eddo.


" Capek juga Bella ! Tapi yah.. gitu lah, Cari hidup, mau gimana lagi !" Kata Eddo.


" Tapi Syukurlah, Bisa jalan-jalan terus, lagi pula dapat banyak kenalan" ucap Gabby.


" Iya.., itulah untungnya !" ucap Eddo.


" Udah berapa lama jadi Guide, Kak Eddo?" tanya Bella.


" Udah 2 tahun Bella ! " Kata Eddo.


" Lumayan juga ya, Bila tiap hari naik tangga Piainemo. !" kata Bella sambil tertawa.


" Bila One day Trip, yah Tiap hari ke Piainemo. makanya udah terbiasa. " ucap Eddo tersenyum sambil menatap Bella. membuat Hati Bella berdebar-debar.


" Pantes, badan nya Kekar. " Ucap Bella tersenyum.


Lalu mereka berdua bercerita, di selingi canda dan tawa.


" Bella, kalau aku ke Jakarta, bisa nggak kita bertemu ?" Tanya Eddo.


" Bisa donk ! Kenapa nggak bisa ? Nanti bila kesana, Kabarin aku ya !" Kata Bella.


" Iya nanti Aku Kabarin kamu, Rencana dua bulan lagi aku ke Jakarta. " kata Eddo.


" Baiklah, Nanti beri kabar aku ya Do !" Kata Bella.


Laut telah menjadi teduh, seteduh hati Bella, Ada semacam rasa yang bergejolak di dalam dadanya. dan sulit bagi dirinya untuk menghindari.


Bella dan Eddo melangkah di atas pasir menyusuri sepanjang pantai. Dia melihat Burung-burung pipit yang berterbangan diatas dahan pohon, sambil menciap-ciap mencari makan. Angin yang berhembus membelai Rambut Bella yang panjang terurai ke pinggang.


Bella menunduk, mengambil batu kerikil lalu melempar nya jauh ke Laut. Eddlo pun mengikuti memungut batu lalu melempar jauh melebihi batu nya Bella.


" Wah.. , Lemparan mu lebih jauh dari ku !" ucap Bella tertawa. Eddo pun tertawa.


" Ya iyalah ! Aku kan lebih tinggi dari Mu !" Ucap Eddo.


" He he he Aku juga tinggi kok ! " Ucap Bella, tak mau kalah. ,


" Tapi tetap aku lebih tinggi. he he he. " ucap Eddo, tertawa.


Setelah capek berjalan, mereka pun duduk di sebuah Batu besar yang ada disitu.


Eddo mengeluar kan sebatang Silver Queen dari saku jaketnya dan memberi kan pada Bella. dan mengambil 1 lagi untuk dirinya.


" Terima -kasih. " ucap Bella pada Eddo.


" Sama-sama. " jawab Eddo.


" Aku sangat suka makan Silver Queen, karena Silver Queen dapat mereda kan kesedihan hati !" ucap Bella.


" Memang, Aku juga bila sedang resah, aku selalu makan Silver Queen. " ucap Eddo tersenyum.


Kira-kira hampir satu jam mereka berada di tempat itu dan Eddo mengajak Bella untuk kembali ke HomeStay, untuk persiapan makan siang.


Setibanya disana, Eddo menuju ke dapur. dan menyuruh untuk menyiapkan makan siangnya di dekat pantai saja.


Setelah makan siang tersaji, Eddo pun memberitahu Bella untuk mengajak teman-teman nya makan siang. Lalu Bella pun memanggil mereka.


" Haii Semua, Kita makan siang Yuk !!:" Teriak Bella memanggil mereka agar meninggal air laut agar ke tepi Pantai untuk makan Siang.


Dan meskipun dengan pakaian yang basah, mereka segera merapat untuk makan siang.


Ikan Tuna bakar dan Colo colo serta Kangkung Tumis tersaji di meja yang ada di bawah pohon ketapang.


Mereka pun mulai mengambil makanan nya lalu duduk makan Di atas pasir pantai sambil memandang ke tengah samudera biru yang telah menjadi teduh. karena Badai telah Berlalu...


" Wak Enak banget makan ikan bakar di tepi pantai. " kata Kristo.


" Iya.., Maka banyak sekali cerita yang kita dapat dari liburan ini. " ucap Benny.


" Biar nanti aku akan menyusunnya menjadi sebuah buku. " Kata Shanty tersenyum.


" Hehh Kata Orang tua, Kalau lagi makan, jangan bicara. " kata Shanti.


" Iya.. Makanya nikmatilah makanannya, !" Ucap Bonar.


Mereka merasa gembira menikmati Kebersamaan ini. Semua kejenuhan mereka pun jadi hilang. Mereka Makan bersama, main bersama..


Bella dan Eddo dan Carisa pun ikut bergabung dengan mereka. Duduk di atas pasir, sambil selonjorkan kaki dan menikmati makan siang nya.


Setelah selesai Makan dan membersih kan tangan, Mereka duduk-duduk sebentar, lalu kembali lagi ke laut berendam.


Bella belum mau mandi, Dia menunggu hingga matahari mulai agak redup, Barulah dia berjalan masuk ke dalam air.


Dia pun berendam sebentar, lalu berenang. Ketika Bella telah berada dalam air, Eddo pun mengambil kesempatan untuk memotret nya, dengan berbagai gaya.


Setelah Puas mandi di laut, Mereka satu demi satu pun kembali ke Homestay untuk membersihkan diri.


Sesudah mandi Mereka kembali lagi ke pantai dan duduk diatas para-para, menikmati Teh sore, Dan makan pisang goreng panas-panas, Sambil menunggu Sunset tiba.


Perlahan-lahan, Mentari pun mulai merangkak menuju ke tepian langit, Dan dengan pasti, Ketika tiba, Dia tersenyum lega di atas Peraduannya, tiba saat untuk beristirahat, setelah seharian menunaikan tugas.,,nya Untuk memberikan kehangatan bagi dunia.


Sinar Jingga yang memantul di Permukaan Air Laut, menimbul kan suatu pemandangan begitu unik. Indah, Mempesona.dan sukar untuk di lukiskan dan kenangan indah ini, Hanya dapat di ukir kan dalam hati.


Bella tersenyum memandang Senja yang hampir Redup, Eddo duduk di Sampingnya sambil memetik gitar dan menyanyikan lagunya Budi Doremi.


Izinkan ku lukis Senja.


🎸🎸🎸🎸🎸🎸🎸


Aku mengerti


Perjalanan hidup yang kini kau lalui


Ku berharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri


Kau telah berjuang


Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah


Biar ku menemanimu


Membasuh lelahmu


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Aku di sini


Walau letih, coba lagi, jangan berhenti


Ku berharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri


Kau telah berjuang


Menaklukkan hari-harimu yang tak indah


Biar ku menemanimu


Membasuh lelahmu


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia, haa-haa


Haa-haa


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


🎸🎸🎸🎸🎸🎸🎸


Lama kelamaan, kekelaman pun datang dan membalut semesta, Perahu-perahu Nelayan mulai mengembangkan layarnya, dengan diringi Lantunan serangga malam.


dan sepoinya Angin Pantai, Bella dan teman-teman nya pun beranjak dari pantai menuju ke Ruang makan untuk menikmati makan malam.


πŸŒ…πŸŒ…πŸŒ…


πŸ‘‰ Bersambung ke Bab 14


Mdo23052021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Readers ku tercinta, Jangan lupa meninggal kan jejak ya, Untuk Like, Komen dan Vote. Thank's πŸ™πŸ™