
Terdengar alunan suara Bella dari dalam Homestay, Menyanyi perlahan Sambil menyiap kan Barang-'barangnya.
Izinkan kulukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawa
Biar kulukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
'Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia'
'Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Pagi ini Rencana Bella dan teman-teman nya akan kembali ke Sorong, Barang bawaan Mereka, termasuk baju-baju telah Semuanya sudah di masuk kan ke koper.
Hari masih jam 06.00, ketika Gabby bangun dan sesudah selesai menyiapkan barangnya. Lalu seperti biasa, Dia lalu keluar dan menuju ke tepi pantai, duduk di atas Para-para, sambil mendengar musik dengan heased yang terpasang di telinganya.
Bella duduk sambil melingkar kan kedua tangan di lututnya.
Angin pantai yang berhembus dengan lembut, membelai rambut panjang Bella, membuat rambut nya menari-nari di atas pundak nya, sehingga mencermin kan kecantikan alami yang di miliki nya.
Sementara itu, Burung bangau yang terbang beriringan, bersekutu untuk mencari mangsa yang akan menjadi santapan mereka.
Dan di atas dahan pohon, ada burung-burung pipit kecil, yang sebentar-sebentar terbang ke atas pasir, lalu terbang kembali naik ke atas dahan pohon, sambil mencicit mencari makan.
Riak gelombang pun dengan santai, saling berkejaran untuk mencapai tepian pantai, sehingga menimbul kan buih-buih putih, membuat suatu sensasi yang sulit untuk di terjemah kan dengan kata-kata.
Arabella sangat mengagumi keindahan Alam yang terpapar di hadapan dan di sekelilingnya.
~ Andaikan aku seorang pelukis, akan ku lukis kan semua ke indahan Alam di tempat ini, Andai kan aku seorang pujangga, akan akan menulis kan sebuah puisi tentang keindahan Laut dan kepulauan Raja-Ampat. ~ batin Arabella.
" haloo Good Morning.. ! " Bella di kaget kan dengan sapaan dari arah samping dan yang telah berhasil membuyar kan lamunan nya.
Bella menengok ke arah samping, tampak sedang Eddo datang menghampiri nya.
" Good Morning Mr Eddo! " Ucap Bella tersenyum.
" Kok menyendiri Bell !" Kata Eddo.
" Aku tak mau melewati moment indah ini, kapan lagi aku bisa menikmati semua ini. bukan kah sebentar lagi kita sudah kembali ke Sorong ?!" ucap Bella.
" Iya, Tapi bila kamu mau, Suatu hari nanti, Aku akan menjemput mu kesini lagi." Ucap Eddo sambil menatap Bella.
" Ach Kak Eddo Becanda terus !" ucap Bella.
".Aku serius, Bila kamu tak keberatan. " kata Eddo. Bella tersenyum dan menatap Eddo pula.
" Aku tunggu ya, kapan Kak Eddo ke Jakarta ?" tanya Bella.
" Sekitar dua bulan lagi. Aku. mau menyelesaikan S2 , Dan sesudah itu aku akan menetap di Jakarta. " Ucap Eddo.
" Jailah..lama donk ! Lalu kapan mau balik kesini ? !" Ucap Bella sambil tertawa.
" Kapan saja kamu suka ! " ucap Eddo ikut tertawa.
" Senang ya, kalau selalu berada di dekat mu, becanda terus. " ucap Bella.
" Ingin becanda terus yah.., jika begitu, harus selalu bersama ku !" kata Eddo terus memandang wajah Bella. membuat kehangatan menjalar di hati Bella. sehingga wajah nya pun merona merah.
Matahari memulai tugas barunya, dengan perlahan menapaki kaki langit, menuju ke arah pertengahan, menebar kan sinarnya, menyingkapkan kabut. Jarum jam pun tak pernah berhenti untuk berdetak, sambil memindah kan jarum nya ke detik demi detik. tanpa terasa waktu yang bergulir.
Terdengar suara Carisa memanggil, lewat toa.
" Halloo... Ayoo.. Bapak-bapak dan Ibu-Ibu, Sarapan telah tersedia.. sebelum berangkat kita makan dulu. ! " ajak Carisa untuk Sarapan.
Arra Bella melihat Jam di Hand Phone nya, Sudah Jam 07.00
Lalu Eddo mengajak Bella.
" Ayoo.. kita sarapan !" kata Eddo.
" Iya.. aku panggil yang lain dulu. " kata Bella, lalu berjalan ke arah Homestay untuk memanggil kan teman-teman nya buat sarapan.
Tapi begitu Bella tiba di depan Homestay, Bonar dan Kristo telah keluar ?dari dalam Homestay , Lalu menyusul yang lainnya.
Mereka makan sambil bercanda.
Sebentar lagi mereka akan meninggal kan pulau ini, Pulau yang menggores kan kenangan akan keindahan nya Alam
Raja Ampat, yang tak mungkin akan mereka lupa kan.
Selesai sarapan Nasi goreng, Mereka beranjak dari tempat duduk nya dan menuju ke Pantai.
" Kak Eddo, Jam berapa kita Take off ? " tanya Nella pada Eddo.
" Jam 10.00 tepat. Barang-barang sudah siap kan?" Tanya Eddo.
" Sudah Kak !" Ucap Mereka bareng.
" kalau begitu, sebentar lagi Crew Speadboad akan mengambilnya, jadi tolong di cek kembali agar jangan sampai ada yang tertinggal !" ucapl Eddo.
" Baiklah " Jawab mereka semua.
" Kak Eddo, Boleh Kita pinjam gitar nya ?" Tanya Shanty pada Eddo
" Boleh ! sebentar. Aku suruh Ambil." jawab Eddo. Lalu Eddo pun meminta tolong pada crew Speadboad untuk mengambil nya.
" Jack, tolong bawa gitar nya kesini !" Seru Eddo pada Jack Crew Speadboad.
" Siap Boss !!" Ucap Jack, Anak Asli Papua, kelahiran Pulau Doom, Sebuah Pulau kecil yang Letaknya di depan kota Sorong, hanya 5 menit menyebrang dengan Taxi laut, yang tersedia. yaitu Perahu yang mengguna kan mesin.
Setelah Jack membawa Gitar, Dan memberi kan pada Eddo, Eddo lalu beri kan pada Shanty.
" Ayoo Teman-teman, Sebelum. kita meninggal kan Pulau ini, Kita menyanyi bersama. " Seru Shanty lalu Shanti pun memetik gitarnya, dan menyanyi kan lagu Kapan-kapan nya Koes Plus. Lalu yang lain pun mengikuti nya sambil bertepuk tangan.
Eddo pun Segera membuat Video dengan merekam kegiatan mereka.
Sesudah itu Bella mengusul kan Mereka untuk membuat Lingkaran dan mereka pun bersama menyanyi lagu Kemesraan ini jangan lah cepat berlalu.
Meski bukan pada Senja hari, Namun Lagu dan suara mereka, cukup membuat mereka tenggelam dalam rasa haru yang mendalam, di suasana pagi yang indah ini. Sampai-sampai Ada yang menetes kan Air mata karena terbawa oleh perasaan.
Menyudahi Acara mereka, Sebelum meninggal kan Pulau itu, Acara mereka tutup dengan Doa yang mengungkap kan rasa Syukur dan Terima-kasih Mereka pada Tuhan yang telah mengijin kan Mereka untuk datang ke Kepulauan Raja Ampat ini.
Mereka masing-masing kembali ke kamar untuk memeriksa barang-barang Mereka, Ketika Crew Speadboad datang mengangkat barang-barang untuk di masuk kan ke dalam Speadboad.
Mereka pun Pamit pada Pemilik Homestay, Lalu Mereka semua pun masuk ke dalam Speadboad. Tepat jam 10.00, Speadboad pun jalan, di antar dengan lambaian tangan dari penghuni Pulau tersebut.
Speadboad pun mulai melaju membelah Samudra. melalui pulau demi pulau, yang ada di Sepanjang kepulauan Raja-Ampat.
~ ******Selamat tinggal Raja Ampat, Biar Ku rangkul kenangan ku bawa pergi.
Biar ku bercerita tentang keindahan Pantai Mu,
Tentang keindahan Laut Mu,
Keindahan Senja,
Keindahan langit,
Serta angin dan burung burung yang berterbangan.
Aku akan bercerita kepada semua orang.
Dan suatu saat nanti,
Ijin kan Aku untuk kembali lagi,
Dengan Sebuah cerita yang lain untuk Mu
Tentang Aku dan Dia, ~ batin Arabella
Speadboad yang melaju bagai terbang, meninggal kan jejak buih-buih putih bagaikan membentuk sebuah jalan yang penuh di hiasi dengan Salju.
πππππππ
πBersambung ke Bab 16
Mdo09062021
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
'
l