Raja Ampat In Love

Raja Ampat In Love
Bab 13 Telaga Bintang



Samudra itu memang luas membentang dan indah, di saat tidak ada badai yang mengaduknya. Dia alam yang selalu memberikan warna dalam kehidupan kita. dia memberi kan suatu kebahagiaan tersendiri dalam hati kita yang membuat kita tak dapat melukis kan dengan kata-kata. hanya dapat teresap dalam hati kita.


Tapi bila saat badai datang, Mengaduknya sampai di dasar laut.


Semuanya menjadi terombang-ambing dalam kecemasan. mengharapkan uluran tangan untuk membebas kan kita dari Prahara itu


Begitu pula dengan kehidupan ini. Sering kali cobaan itu datang silih berganti tanpa di ketahui. Kadang Semua itu membuat kita kecewa dan kadang juga berputus asa. Namun hanya dengan kesabaran akan membuat kita dapat bertahan dalam situasi yang menyakitkan sekali pun.


Janganlah berhenti di tengah Badai, Ketika hidup Mu diterjang dan di hempaskan , Namun berjalan lah terus, tanpa lelah. Karena di depan sana... Ada Matahari yang bersinar menanti Mu.


Speadboad yang di tumpangi oleh Bella dan Rekan-rekan nya, Melaju di atas samudera dari Dermaga Piainemo, Menuju ke Telaga-Bintang.


Ketika telah mendekat Telaga Bintang, Kecepatan Speadboad pun di kurangi, Lalu Driver pun merapat kan Spead boad nya di Dermaga.


Rombongan Bella pun merasa gembira, karena akan melihat Pemandangan di Spot yang baru lagi.


Mereka Lalu keluar dari Speadboad dan turun ke Dermaga.


Lalu di pandu oleh Eddo dan Carisa, serta crew Speadboad, Mereka pun mulai mendaki menuju ke puncak. Disini tidak ada tangga untuk mencapai puncak, hanya ada batu-batu karang yang tajam, dan terjal. sehingga bila tidak hati-hati, kita bisa tergelincir jatuh dan terluka.


Akhirnya meski pun dengan susah payah, Mereka berhasil mencapai puncak, Dan setelah tiba diatas, semua Kelelahan, Kecemasan dan Ketakutan mereka menjadi sirna, terbayar dengan Pemandangan yang mereka lihat dari atas.


Mujizat Tuhan itu Nyata. Sebuah Pendangan yang membuat mereka terkagum-kagum.


Gugusan pulau-pulau itu bisa terbentuk sedemikian rupa, Sehingga dari atas terlihat seperti Telaga yang berbentuk Bintang. Maka oleh karena itu di sebut Telaga Bintang.


Tanpa lelah, Mereka pun berfoto-foto dengan Latar belakang Telaga Bintang.


Setelah puas Berfoto-foto, Mereka pun turun, Di Bantu oleh Carisa, Eddo dan ada juga Crew Speadboad. Bella jugaTurun sambil berpegangan pada batu-batu karang yang dapat di pegang.


" Ini baru bilang! Kita ini lagi manjat tebing !" Kata Bonar tertawa. dan yang lain pun ikut tertawa.


Dan Tanpa di sadari, Bella yang ikut tertawa, kehilangan kontrol, sehingga tangannya terlepas dari pegangan dan ketika hampir tergelincir, Sebelum Bella Sempat minta tolong, tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang nya, dan memeluk nya dengan tangan sebelah sehingga dia tak jadi jatuh.


Bella tersentak kaget, Lalu dia pun memandang pemilik tangan itu, tanpa sengaja mata mereka beradu.


" Bang Eddo ?! terima-kasih ya ! " Ucap Bella dengan wajah yang memerah, Karena merasa malu.


" Maaf, Tadi Bu Bella hampir jatuh. " ucap Eddo


" Iya, Aku yang kurang hati-hati. Untungnya ada Bang Eddo !" Kata Bella tersenyum, Hatinya terasa berdebar kuat.


Bella pun berusaha untuk berdiri, Sebelum teman-teman nya melihat dia dalam pelukan Eddo. Lalu dia pun berusaha untuk. menuruni tebing itu dan di bantu oleh Eddo yang memegang tangan nya, sampai di dermaga.


Setelah Foto foto di dermaga. dengan latar belakang sebuah pulau karang yang berbentuk Sepatu Bott sangat indah.


Setelah itu Mereka pun masuk kembali ke dalam Speadboad Dan mereka pun di bawa ke suatu tempat di Dalam teluk Kabui. Disitu mereka pun keluar dari Speadboad kembali dan turun Ke atas jembatan, Crew Speadboad pun membawa makanan, Lalu Merela pun makan siang bersama, dalam sebuah Ruang makan. Setelah makan siang selesai, Mereka duduk di atas Jembatan sambil melihat ikan-ikan yang banyak di bawah jembatan.


Bella melihat Eddo sedang membuang roti di bawah jembatan, tak lama kemudian, Ikan-ikan pada datang bergerombol sambil berebutan Roti yang di buang oleh Eddo.


Setelah beristirahat sejenak, Mereka pun kembali menerus kan perjalanan nya untuk kembali ke Pulau, tempat Homestay mereka nginap.


Bella merasa ada getaran -getaran yang aneh, ketika Eddo datang duduk di sampingnya. Bella duduk dan bagian belakang, sehingga dia dapat bebas menghirup udara.


Setibanya di Pulau tempat mereka nginap, Speadboad merapat di tepian pantai, Mereka pun turun ke air.


Bella mengambil tas nya dan turun dari Speadboad, Di bantu oleh Eddo.


Dia berjalan keluar dari air menuju ke Tepian, Lalu duduk di atas para-para, sambil memandang teman-teman nya yang lagi mandi-mandi di laut.


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


Cerita tentang Cinta itu memang indah, bila kita membacanya. Namun bagaimana bila kita sendiri yang mengalami nya. Perasaan bercampur aduk menguasai hati kita. dan bagaimana caranya untuk dapat menghenti kan debaran jantung yang speed nya berlari begitu cepat ??? Apa kah itu yang di sebut Jatuh Cinta ???


Cinta itu memang aneh, datang tiba-tiba tanpa di undang. dan kadang kala perginya juga sulit untuk di tahan.


Seperti perasaan yang sedang berkecamuk dalam hati Bella, Debaran jantung yang datang begitu tiba-tiba, membuat perasaan Bella jadi begitu hangat. Mengapa rasa itu yang telah lama terkubur dalam-dalam, dapat bangkit kembali ?? semoga saja ini hanya perasaan sesaat. itu yang dia harap kan. Goresan luka lama masih membekas, Meski pun hanya tinggal goresan, tapi rasa sakit itu kadang-kadang masih terasa perih di hatinya. Selama ini sengaja di pendamkan nya, dan membiar kan waktu yang akan menghapus segalanya.


Hari telah menjelang sore, Ketika Gabby Selesai mandi dan berdandan, dengan mengenakan Celana jeans pendek hitam serta Blouse kaos berwarna Biru muda.


Lalu Gabby pun keluar dari Homestay nya menuju ke tepi pantai. Dia duduk di atas Para-para sambil mengarah kan pandangan nya ke laut lepas.


Sambil melihat Burung-burung yang berterbangan di atas langit. dan Perahu-perahu Nelayan yang sedang terapung di tengah samudra.


Bella merasa begitu nyaman berada di tempat ini.


" Bella sayang, Kok jadi ngelamun ? " Suara Bonar membuyarkan lamunannya.


" Siapa juga ngelamun, Bon ! Aku sedang menikmati keindahan Alam Raja-Ampat ini. Kapan lagi kita bisa menikmati pemandangan seperti ini, bila telah balik ke Jakarta. " Ucap Bella. Bonar tertawa


" Makanya, Aku mau cari jodoh disini aja, biar bisa menetap di Raja Ampat. " Kata Bonar membuat mereka tertawa, Bonar dan Bella tak sadar bila Shanty dan Nella juga Kristo telah ada disitu.


Carisa dan Pegawai Homestay Datang membawa Teh dan Pisang Goreng, lalu di letak kan di atas Meja yang berada di tepi pantai itu.


" Ayoo.. Minum teh... ! " Kata Carisa.


" Mari minum teh Bu Bella, Mumpung pisang goreng nya masih panas. " ajak Carisa.


" Iya..makasih Kak ! " Ucap Bella. Lalu dia mengajak teman-teman nya.


Dan mereka pun menikmati teh sore sambil menunggu Senja tiba.


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


πŸ‘‰Bersambung Ke 14


Mdo 16052021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Readers tercinta, Thank's ya udah mau mampir di Novel ini, Jangan lupa untuk Like dan Vote. Karena Like dan Vote mu membantu mendukung karya ini. πŸ™πŸ™


Baca juga Novelku yang lainnya.


~ ***Melangkah di Tengah Badai


~ Gaun Pengantin buat Ellena


~ Misi Rahasia Psikolog Cantik***