Powerman

Powerman
Serangan Nuklir



Powerman sudah berada di depan pintu gerbang pesawat induk. Ia harus sabar menunggu hingga pintu gerbang itu terbuka untuk bisa masuk ke dalam pesawat.


Beruntung, tidak beberapa lama kemudian, gerbang itu terbuka karena ada beberapa pesawat tempur alien yang akan masuk. Powerman segera masuk ke dalam pesawat. Powerman akan menghancurkan mesin pesawat. Namun, pesawat itu sangat besar. Powerman tidak tahu di mana mesin pesawat berada.


Serangan alien ke Indonesia juga menjadi ancaman bagi seluruh negara di dunia, termasuk negara adi daya, Amerika.


Di ruang rapat, menteri pertahanan  Amerika sedang mengadakan rapat dengan panglima perang dan presiden beserta beberapa pejabat negara.


"Pesawat induk itu memiliki perisai pelindung yang tidak bisa ditembus oleh rudal. Menggunakan nuklir adalah satu-satunya pilihan yang bisa kita ambil," kata panglima perang.


"Kalau begitu segera lakukan penyerangan menggunakan nuklir," perintah presiden.


Tidak beberapa lama setelah rapat, Amerika menembakkan nuklir ke pesawat induk alien.


Panglima perang dan menteri pertahanan bisa memantau pergerakan rudal di layar komputer.


"BLAAAARRRRR....!" Rudal berhulu ledak nuklir itu meledak dengan dahsyat ketika mengahantam perisai pelindung pesawat induk alien.


"Segera lakukan pengecekkan untuk mengetahui apakah rudal berhasil menghancurkan perisai atau tidak," perintah panglima perang kepada bawahannya.


"Siap, Pak," jawab bawahannya, lalau beranjak pergi.


Pesawat tempur Amerika segera terbang untuk mengecek apakah pesawat induk alien berhasil dihancurkan atau tidak. Setelah dicek, ternyata pesawat induk alien tidak hancur. Rudal nuklir yang ditembakkan tidak berhasil mengahancurkan perisai pelindung.


Di markas Profesor Haris, Profesor Haris memerintahkan bawahannya untuk menyerang pesawat induk alien menggunakan senjata pemusnah masal.


"Rudi, militer sedang terdesak. Apa kau punya ide?" tanya Profesor Haris.


"Kita harus mengalahkan alien agar profesor bisa menjadi penguasa dunia," kata Rudi.


"Aku setuju. Bagaimana cara mengalahkan alien itu. Tampaknya mereka sangat kuat."


"Sepertinya sumber kekuatan mereka berada di pesawat induk itu. Saya yakin, jika kita berhasil menghancurkan pesawat induk itu, alien akan bisa kita kalahkan."


"Kalau begitu, segera hancurkan pesawat itu menggunakan rudal pemusnah masal," perintah Profesor Haris.


Rudi segera melaksanakan perintah Profesor Haris. Ia menerbangkan pesawat tempur SC17 untuk membom pesawat induk alien.


Musuh tidak bisa melihat kedatangan pesawat tempur SC17 karena pesawat SC17 memiliki kemampuan berkamuflase yang membuat pesawat itu menjadi tidak terlihat.


"Whuuussss...!" Pesawat SC17 menembakkan rudal pemusnah masal ke arah pesawat induk alien.


Melalui layar komputer, Rudi dapat melihat bahwa perisai pesawat induk alien mengalami kerusakan. Rudi kembali menembakkan rudal ke arah pesawat induk alien. Perisai pelindung pesawat alien telah mengalami kerusakan sehingga rudal yang ditembakkan pesawat SC17 bisa mengenai sasaran.


"BLAAAARRRRR....! BLAAARRRR...!" Pesawat induk alien meledak beberapa kali terkena rudal pemusnah masal.


Powerman yang masih berada di dalam pesawat juga terkena ledakan. Ia jatuh di sebuah lahan pertanian dan tidak sadarkan diri. Rudal itu memiliki kekuatan yang luar biasa sehingga mampu melukai Powerman.


Sepasang petani dan putrinya yang tengah menanam jagung, segera berlari mendekati Powerman. Petani yang laki-laki menyentuh leher Powerman untuk memeriksa apakah Powerman masih hidup atau tidak.


"Ia masih hidup," kata petani itu.


"Ajaib. Dia masih hidup setelah terjatuh setinggi itu," tukas isterinya.


Mereka segera meminta bantuan warga untuk membawa Powerman ke rumah sakit.


Setelah dua hari tidak sadarkan diri, akhirnya Ari siuman.


"Mas sudah siuman?" tanya Jarso. Jarso adalah petani yang menyelamatkan Ari alias Powerman. Ia, isteri dan putrinya yang menjaga Ari secara bergantian selama ia pingsan.


"Bapak siapa?"


"Aku Jarso. Aku yang membawamu ke sini," jawab Jarso.


"Jadi, Bapak yang sudah menyelamatkan saya?"


"Betul. Kami melihat Mas jatuh dari langit. Bagaimana itu bisa terjadi?"


"Pada saat itu, saya sedang berada di dalam pesawat induk alien. Tiba-tiba pesawat itu meledak. Setelah itu saya sudah tidak ingat apa-apa lagi."


"Mas, media mengatakan bahwa mas adalah Powerman. Apakah itu benar?"


Ari menarik nafas sebelum akhirnya ia menjawab.


"Ya."


Dua minggu kemudian, keadaan Ari sudah membaik. Ia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.


Selama Ari dirawat, banyak wartawan yang meliputnya. Sekarang, masyarakat sudah megetahui siapa Powerman yang sebenarnya.


Powerman telah kehilangan kekuatannya sebanyak lima puluh persen. Dalam keadaan seperti itu, ia tidak mungkin menutupi rahasia tentang dirinya. Kepada wartawan dan polisi, ia megakui bahwa ia berasal dari planet Vilan. Tapi ia tidak mengatakan bahwa di bumi, ia menyamar sebagai Ari. Kepada wartawan dan polisi, ia mengatakan bahwa selama di bumi, ia menyamar sebagai Karto yang berprofesi sebagai gelandangan.