
Ketiga orang itu keluar dari mobil. Mereka berjalan memasuki halaman rumah itu. Halaman rumah itu tampak lengang, tanpa penjaga dan tidak ada anjing yang menggonggong. Mereka dengan mudah membuka pintu mobil dan menyalakan mesin mobil seperti yang sudah-sudah. Peralatan mencuri mereka memang sangat canggih. Bor listrik untuk menghancurkan kunci pintu. Perangkat electronik untuk mematikan alarm dan kunci khusus untuk menyalakan mesin. Peralatan-peralatan itu sangat memudahkan mereka dalam melancarkan aksinya.
Setelah berhasil menyalakan mesin mobil, mereka segera membawa mobil itu ke suatu tempat. Di tempat itu, sudah ada dua buah mobil yang mereka curi.
"Besok malam kita akan pesta lagi," kata salah satu dari mereka.
"Ya. Kita akan mendapatkan uang banyak karena kita berhasil mencuri mobil lagi," jawab temannya.
Tiba-tiba seseorang dengan kostum superhero mendarat di depan mereka.
"Siapa kau?" tanya salah satu dari mereka.
"Kalian tidak perlu tahu siapa aku. Apakah kalian yang sering melakukan pencurian mobil selama ini?" tanya pria berkostum superhero. Ia adalah Powerman, sang pembela kebenaran dan penumpas kejahatan.
"Itu bukan urusanmu. Darso, hajar orang itu!" perintah pria yang tadi bertanya.
Orang yang dipanggil Darso maju ke depan mendekati Powerman. Lalu, memukul wajah Powerman. Powerman menangkis pukulan pria itu, lalu menedang pria itu hingga terpental dan jatuh terlentang. Pria itu meringis kesakitan.
Melihat temannya terkena pukulan, seorang pria lainnya mencabut belati dari pinggangnya. Ia berlari hendak menusuk Powerman.
"DUAAAKKK....!" Powerman melayangkan tendangan dari bawah ke atas. Tendangan itu tepat mengenai dagu pria itu.
Pria itupun terpental dan jatuh. Ia segera bangkit dan kembali menyerang bersama kedua rekannya.
"DUUAAAK...!" Mereka disambut dengan sebuah tendangan melingkar yang membuat mereka terpental secara bersamaan.
Mereka meringis menahan nyeri terkena pukulan.
Menyadari bahwa lawannya sangat tangguh, mereka segera mengambil langkah seribu.
Powerman yang tidak ingin mereka melarikan diri, segera menembakkan sinar putih dari tangan kanannya ke arah mereka. Lari mereka terhenti begitu sinar putih itu mengenai tubuh mereka. Dalam sekejap, kaki dan tangan mereka sudah dalam keadaan terikat dengan posisi kedua tangan berada di belakang punggung.
Powerman segera menyeret kaki mereka masuk ke dalam mobil. Lalu, Powerman menjalankan mobil itu.
"Ke kantor polisi," jawab Powerman.
***
Sebuah robot raksasa tengah berdiri dengan perkasa di sebuah ruangan rahasia. Seseorang bernama Suraji dan beberapa orang lainnya berada di ruangan itu.
"Apa nama robot ini?" tanya Suraji.
"Namanya RD 08," jawab DR. Rijal, sang pencipta robot.
"Apa kepanjangan RD?"
"RD kepanjangan dari robot destroyer. Dan 08 adalah tanggal pembuatannya," jelas DR. Rijal. "Disebut robot destroyer karena robot ini didesain untuk menghancurkan kota seperti yang Anda minta," lanjutnya.
"Bagus," puji Suraji senang.
"Di mana pintu masuknya?" tanya Suraji.
"Ada di bagian belakang," kata DR. Rijal, lalu berjalan ke bagian belakang RD O8.
Di belakang RD 08, terdapat sebuah lift. DR. Rijal dan Suraji naik ke atas lift itu. DR. Rijal menekan tombol. Lalu, lift bergerak naik ke atas. Tidak beberapa lama kemudian, lift berhenti tepat di depan pintu masuk RD 08.
"Anda harus melakukan pemindaian retina," kata DR. Rijal.
Suraji menghadapkan wajahnya ke sebuah alat pemindai retina di samping pintu. Sebuah sinar hijau menyorot ke mata Suraji selama beberapa detik.
"Pilot dikenali". Sebuah tulisan muncul di layar kecil di alat pemindai retina.
Pintu bergeser ke kiri. Suraji segera masuk ke dalam badan robot.