Powerman

Powerman
Perompakan di Samudera Pasifik



Di samudra Pasisifik, sebuah speedboat sedang mendekati sebuah kapal niaga. Terdapat dua puluh orang bersenjata di atas speedboat itu. Setelah speedboat mereka berhasil merapat ke kapal itu, mereka segera naik ke kapal menggunakan tali yang mereka kaitkan di pagar kapal.


Setelah berhasil naik ke atas dek kapal, mereka segera masuk ke dalam kapal.


"Treeet... teeet... teeet....!" Salah satu dari mereka menembakkan senjatanya ke udara.


"Aaaaa....!" Beberapa penumpang wanita berteriak ketakutan.


Para penumpang segera berjongkok karena takut tertembak.


"Kapal ini telah kami bajak," ujar pimpinan perompak. "Keselamatan kalian tergantung dari pemerintah kalian. Jika pemerintah kalian bersedia memberikan uang tebusan, maka kami akan membebaskan kalian," lanjutnya.


Satu hari kemudian, Ari sedang menonton siaran berita di ruang tengah rumahnya.


"Pemirsa, sebuah kapal di samudra Pasifik sedang dibajak oleh para perompak. Mereka menyandra penumpang kapal. Mereka meminta tebusan sebesar lima puluh milyar kepada pemerintah untuk membebaskan para sandra," kata penyiar berita.


"Aku harus menyelamatkan mereka," gumam Ari.


Ari segera terbang ke Samudra Pasisifik. Untuk menutupi identitasnya, ia mengenakan kostum ketat berwarna biru dengan sebuah jubah kuning yang menjuntai di punggunnya. Di dadanya tertera huruf P dalam lingkaran. Huruf P adalah huruf awal dari Powerman, nama samarannya ketika melakukan aksi penyelamatan.


Hanya dalam hitungan menit, Powerman telah tiba di samudra Pasifik. Dari udara, Powerman melihat sebuah kapal.


"Mungkin itu kapal yang dibajak," gumamnya.


Di atas kapal itu, terlihat beberapa orang pria bersenjata sedang berjaga.


Powerman mendarat di depan seorang pria bersenjata. Pria itu sangat terkejut melihat seseorang mendarat dari langit. Namun, dengan senjata di tangan, ia tidak begitu khawatir dengan orang yang ada di depannya.


"Siapa kamu?!" hardiknya sambil menodongkan senjatanya.


"Aku Powerman," jawab Powerman dengan tenang. Ia tidak terlihat takut dengan senjata pria itu.


"Ada keperluan apa kamu ke sini?"


"Aku kelelahan karena terbang terlalu jauh. Aku ingin beristirahat di kapal ini."


"Kapal ini sedang kami bajak. Sekarang aku menahanmu. Angkat tangan!" Perintah pria itu.


Powerman mengangkat kedua tangannya.


"Jalan!" perintah pria itu lagi.


Di dalam sebuah ruangan, beberapa pria bersenjata sedang bersiaga. Seluruh penumpang kapal di kumpulkan di ruangan itu.


Pria yang menodong Powerman menemui pimpinannya.


"Bos, aku menahan seorang pria. Pria itu bisa terbang. Ia mendarat di kapal ini karena ingin beristirahat," lapor pria itu.


"Bisa terbang? Apa kau bercanda?" tanya pimpinan perompak itu tidak percaya.


"Aku tidak bercanda. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri," jawab pria itu meyakinkan pimpinannya.


Pimpinan perompak berjalan mengampiri Powerman.


"Siapa kau?" tanya pimpinan perompak.


"Aku Powerman," jawab Powerman tenang.


"Powerman? Apa itu nama aslimu?"


"Ya," singkat Powerman


"Anak buahku bilang kau bisa terbang. Apakah itu benar?"


"Ya. Itu benar."


"Hebat! Bagaimanan kau melakukannya?"


"Itu adalah kemampuanku sejak lahir."


"Baiklah. Itu tidak penting bahwa kau bisa terbang. Tapi, sekarang kau harus mengikuti perintah kami karena kau sudah menjadi sandra kami," terang pimpinan perompak.


"Maaf, aku tidak bisa mengikuti perintah kalian. Sebaliknya, kalianlah yang harus mengikuti perintahku."


"Kenapa bisa begitu?"


"Karena aku bisa menghajarmu."


"Menghajarku?" tanya pimpinan perompak. Ia mencabut pistolnya dari pinggangnya, lalu menodongkan pistol ke kepala Powerman.