Powerman

Powerman
Pertempuran



"BLAAARRR...!" Kepala robot meledak terkena jurus laser biru Powerman.


Tampak percikan listrik di leher robot. Kini, robot itu telah mati. Suraji segera pindah ke pesawat mini di samping ruang kendali. Ia segera menghidupkan mesin. Tidak lama kemudian, pesawat itu meluncur dari punggung robot.


Melihat pilot robot berusaha kabur menggunakan pesawat, Powerman tidak tinggal diam. Ia segera terbang mengejar pesawat itu.


"Whuuusss...!" Powerman menembakkan sinar laser merah dari kedua matanya.


"DUAAARRR...! Pesawat itu meledak terkena tembakan laser Powerman.


Dengan meledaknya pesawat itu, maka pertempuran telah usai. Setelah berhasil mengalahkan robot RD 08, Powerman segera terbang ke rumahnya.


***


Pesawat-pesawat tempur alien telah tiba di bumi. Mereka menembaki kota dengan tembakan laser.


Sementara itu, sebuah pesawat alien mendarat di suatu tempat. Pesawat itu memancarkan sinar putih ke langit. Itu adalah sinar yang ditujukan ke planet asal mereka, planet Osarus. Dalam waktu beberapa menit, sinar itu telah sampai di planet Osarus.


Di planet Osarus, seorang alien segera melapor kepada Dofsat begitu melihat sinar yang dipancarkan dari Bumi.


"Jendral, tentara kita telah tiba di bumi," ujar alien itu.


"Kita segera ke sana," jawab Dofsat.


Dofsat dan para pasukannya segera masuk ke dalam pesawat induk. Beberapa saat kemudian, pesawat induk itu melejit dengan kecepatan cahaya menuju bumi.


Tidak lama kemudian, pesawat induk alien itu telah tiba di bumi. Pesawat itu menerjunkan ribuan tentara alien melalui chaya di tengah pertempuran yang masih berkecamuk.


"DUAAARRRR...!" Sebuah mobil terlempar terkena tembakan pesawat alien. Mobil itu terlempar ke arah seorang anak kecil.


"BRAAAKKK...!" Mobil itu membentur badan Powerman yang melindungi anak kecil itu.


"Jangan takut. Aku akan membawamu ke tempat yang aman," kata Powerman.


Powerman terbang membawa anak kecil itu ke tempat yang aman. Setelah itu, ia kembali ke area pertempuran.


Powerman melihat sekelompok alien sedang menembaki manusia. Ia segera mendarat di dekat para alien itu.


"Chiuuu... Chiuuu... Chiuuu...!" Para alien itu menghujani Powerman dengan tembakan laser putih.


"BUUUKKK...! BUUUAAAKKK...! BUUUKKK....!" Powerman menyerang mereka dengan pukulan dan tendangan.


Para alien itu mati terkena pukulan Powerman.


"DUUAAAKKK...!" tiba-tiba sebuah pukulan mendarat di dada Powerman. Powerman terpental dan jatuh membentur mobil. Mobil itu menjadi ringsek terkena benturan badan Powerman.


Powerman segera bangkit. Di hadapannya, berdiri seorang alien. Ia adalah Dofsat, panglima perang pasukan alien.


"Aku tahu. Kau bukan penduduk bumi. Dari mana asalmu?" tanya Dofsat dengan suara berat.


"Aku dari planet Vilan," jawab Powerman.


"Oo. Jadi, mahluk Vilan masih ada yang selamat. Kau menjadikan bumi sebagai tempat persembunyian. Tapi, bumi ini juga akan kami hancurkan!"


"Kau harus melewati aku dulu untuk menghancurkan bumi ini," tantang Powerman.


"Kau tidak bisa melindungi planetmu. Bagaimana kau bisa melindungi bumi?"


Powerman tidak menjawab. Ia sudah siap menerima serangan Dofsat.


Dofsat maju dan menyerang Powerman dengan pukulan tangan. Powerman menangkis serangan itu.


"DUUAAASSS...!" Powerman mendaratkan pukulan keras di dada Dofsat. Dofsat terpental dan membentur dinding gedung. Dinding itu jebol terkena benturan badan Dofsat.


Alien itu sangat kuat. Ia tidak mati meski badannya telah membentur dinding beton hingga jebol. Ia segera bangkit dan terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Powerman.


"DUUUAAAK...!" Alien itu menabrak Powerman. Badan Powerman terbang terdorong oleh alien itu. Mereka berdua meluncur dan menabrak dinding gedung hingga menembus beberapa dinding gedung. Mereka meluncur hingga ke luar gedung dan membentur dinding gedung di sebelahnya. Kecepatan luncur mereka sudah melemah sehingga dinding itu tidak jebol. Dinding itu hanya mengalami retak.


"Meski sekarang kau menjadi lebih kuat, kau tidak akan bisa selamat dari pukulanku!" kata Dofsat.


"DUAAKKK...!" Alien itu kembali memukul Powerman tepat di dadanyan. Powerman terpental menembus dinding. Ia segera bangkit dan menembakkan sinar biru ke arah Dofsat.


"BLAARRR...!" tubuh Dofsat meledak dan hancur berkeping-keping.


Sementara itu, para tentara tengah bertempur melawan alien. Di udara, ratusan pesawat tempur terbang menyerang pesawat-pesawat tempur alien dengan kekuatan yang tidak seimbang. Pesawat-pesawat tempur Indonesia banyak yang hancur terkena tembakan pesawat tempur alien. Sementara dari pesawat-pesawat tempur alien, hanya beberapa yang berhasil dihancurkan. Begitu juga dengan pertempuran di darat, tentara Indonesia harus bertempur mati-matian menghadang serbuan pasukan alien yang memiliki senjata super canggih.


Melihat pertempuran yang tidak seimbang, Powerman memutar otak untuk mengalahkan alien. Ia terbang mendekati pesawat induk alien. Pesawat induk alien memiliki perisai pelindung. Namun, perisai pelindung itu tidak dirancang untuk melindungi pesawat dari penyusup seperti Powerman. Perisai itu hanya dirancang untuk melindungi pesawat induk dari tembakan dan mencegah pesawat musuh mendekati pesawat induk.