Powerman

Powerman
Menyerang Kota



Suraji duduk di kursi kemudi.


"Hari ini, aku akan memperlihatkan kekuatanku," gumamnya.


Suraji menekan tombol merah. Beberapa detik kemudian, terdengar suara perempuan dari komputer yang memberitahukan bahwa mesin telah diaktifkan.


Selanjutnya, Suraji menekan tombol "Jalan". Robot langsung berjalan ketika tombol ditekan. Robot RD 08 adalah robot yang sangat canggih. Untuk mengoperasikan robot itu, pilot cukup menekan tombol sesuai dengan fungsinya, seperti tombol "Jalan" untuk berjalan, tombol "Serang" untuk menyerang, tombol "Bertahan" untuk menangkis serangan dan sebagainya.


Suraji menjalankan robot RD 08 menuju kota. Langkah-langkah kaki robot menggetarkan tanah. Robot itu menginjak apapun yang dilewatinya. Bahkan, ia tak segan-segan menginjak rumah-rumah penduduk. Penduduk yang tidak ingin terinjak robot raksasa itu, segera berlarian menyelamatkan diri.


Robot itu telah tiba di ibu kota, menginjak kendaraan yang terjebak dalam kemacetan karena kedatangannya. Orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Terdengar jeritan para perempuan.


"BLAAARRR...!" Robot RD 08 menghancurkan gedung-gedung dengan pukulan tangannya.


Tidak cukup sampai di situ, Robot RD 08 menembakkan senjata lasernya secara membabi buta yang menghancurkan banyak bangunan dan gedung.


Melihat kejadian yang mengerikan itu, pemerintah RI tidak tinggal diam. Presiden RI memerintahkan militer untuk melumpuhkan robot raksasa itu. Militer segera mengerahkan beberapa pesawat tempur untuk menembak robot itu menggunakan rudal.


Empat buah pesawat tempur telah terbang menuju target dan sebuah rudal telah ditembakkan menuju sasaran.


"DUUAAARRR...!" Misil berhasil mengenai sasaran. Namun, misil itu tidak berhasil menghancurkan robot itu karena robot itu memiliki perisai pelindung.


"Target tidak mengalami kerusakan. Sepertinya ada perisai yang melindunginya," lapor pilot.


"Tembak lagi!" Perintah komandan di pangkalan.


Pilot menembak lagi. Namun, hasilnya tetap sama. Robot itu masih berdiri kokoh.


"Kalian ingin menghancurkanku?" tanya Suraji dengan pongah. "Sekarang, rasakan serangan balasanku," kata Suraji. Ia berusaha mengunci salah satu pesawat tempur.


"Target terkunci". Sebuah tulisan muncul di layar. Suraji segera menekan tombol.


"Whuuussss...!" Sebuah misil meluncur dari bahu robot. Misil itu meluncur dengan sangat cepat mengejar targetnya.


"Tuut... Tuut... Tuut...!" terdengar alarm tanda bahaya berbunyi di pesawat tempur yang menjadi target tembakkan rudal robot RD 08. "Pesawat terkunci oleh musuh". Layar komputer menampilkan tulisan peringatan.


"Aku terkunci," lapor pilot.


"Kau harus menghindari misil itu," seru komandan.


"DUAAARRR...!" Misil itu berhasil mengenai pesawat. Asap tebal mengepul dari badan pesawat.


Pesawat kehilangan kemampuan terbangnya. Pesawat itu meluncur ke bawah.


"Aku tertembak," lapor pilot. "Pesawat akan segera jatuh," katanya lagi berulang-ulang.


Pesawat terus meluncur ke bawah. Pilot menekan tombol kursi pelontar. Kursi pelontarpun meluncur keluar dari pesawat. Kemudian, sebuah parasut mengembang dari kursi itu. Pilot berhasil mendarat dengan selamat.


Kedua pesawat lainnya terus membombardir robot. Namun, tidak ada satupun dari rudal-rudal itu yang bisa menghancurkan perisai robot.


"Akan kuhancurkan kalian semua!" ujar Suraji. Ia kembali menembakkan sebuah misil ke salah satu dari kedua pesawat tempur itu.


Misil itu meluncur dengan kecepatan tinggi. Ketika misil itu hampir mengenai sasaran, tiba-tiba Powerman menghadang misil itu.


"DAAARRR...!" Rudal itu meledak begitu mengenai Powerman. Namun, Powerman tidak terluka sedikitpun.


Powerman terbang mendekati robot, lalu menembak kepala robot menggunakan laser dari kedua matanya.


"DAAARRR...!" Laser itu meledak begitu mengenai perisai robot.


"Siapa dia?" tanya Suraji ketika melihat Powerman melayang di depan robotnya.


Powerman kembali menyerang menggunakan laser hijau yang ia tembakkan dari tangan kanannya.


"DUUAAAR...!" Kembali terjadi ledakan ketika sinar laser Powerman mengenai perisai robot.


"Perisai pelindung mengalami kerusakan!". Sebuah tulisan peringatan muncul di layar di ruang kendali robot.


Suraji terkejut.


"Bagaimana mungkin!" Seru Suraji tidak percaya.


"Pria itu menghancurkan perisaiku. Dia manusia atau bukan?!"


Powerman kembali menembakkan sinar laser ke kepala robot.