
"Lalu, bagaimana dengan serumnya?" tanya profesor Haris.
"Serumnya sudah siap, Pak," jawab profesor Budi.
"Aku akan menggunakannya sekarang."
Profesor Haris dan Budi masuk ke dalam sebuah ruangan. Di ruangan itu, terdapat sebuah kursi khusus. Profesor Haris duduk di kursi itu.
"Apakah Anda sudah siap?" tanya profesor Budi.
"Aku sudah siap. Lakukan."
Profesor Budi menekan sebuah tombol di meja. Sebuah alat suntik otomatis bergerak dari belakang kursi. Alat suntik itu menusuk punggung profesor Haris.
Mesin pemompa memompa cairan hijau ke dalam tubuh profesor Haris. Dengan cepat, cairan itu menyebar ke seluruh tubuh profesor Haris. Cairan itu menyatu ke dalam DNA profesor Haris. Penyatuan DNA dengan serum itu menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat.
"AAAAAA....!!" Profesor Haris berteriak sangat keras menahan rasa sakit.
Badan profesor Haris serasa dicabik-cabik oleh binatang buas. Ia berteriak-teriak kesakitan.
Urat-urat di sekujur tubuhnya menjadi membesar. Matanya berubah menjadi merah dan telinganya memanjang seperti telinga kuda. Keluar taring dari mulutnya. Badan profesor Haris menjadi lebih besar dan kekar.
Setelah terjadi perubahan pada fisiknya, rasa sakit di tubuh profesor Haris berangsur-angsur menghilang.
Profesor Budi merasa cemas melihat perubahan profesor Haris. Ia tidak menyangka serum yang ia buat akan membuat profesor Haris menjadi seperti itu. Serum itu ia buat untuk meningkatkan kekuatan, bukan untuk mengubah bentuk.
"Apakah Anda baik-baik saja?" tanya profesor Budi khawatir.
"Aku merasa jauh lebih baik," jawab profesor Haris.
Profesor Budi merasa lega mendengar jawaban profesor Haris.
***
Tiga orang sedang mendekati sebuah mobil yang terparkir. Dengan alat khusus, mereka membuka pintu mobil yang terkunci. Mereka juga menggunakan alat untuk mematikan alarm.
Mereka segera membawa keluar mobil itu dari tempat parkir. Mereka sama sekali tidak mengalami kendala dalam mencuri mobil karena tempat parkir itu tidak dijaga.
Beberapa saat kemudian, pemilik mobil datang. Ia heran karena mobilnya tidak ada di tempat.
'Siapa yang membawa mobilku?' tanyanya dalam hati. 'Apa isteriku, ya? Tapi, itu tidak mungkin karena hanya aku yang memegang kunci mobil. Tapi, coba kutelpon dulu. Siapa tau dia membawa mobilku menggunakan kunci cadangan.'
Orang itu segera menelpon isterinya.
"Enggak, Pa," jawab isterinya.
"Mobil papa di tempat parkir kok nggak ada, ya?"
"Kok bisa, Pa?"
"Papa juga nggak tau. Jangan-jangan mobil papa dicuri," kata pria itu menduga-duga.
"Bisa jadi, Pa. Kalau begitu, lapor polisi aja, Pa," saran isterinya.
"Baik, Ma. Papa akan lapor polisi," ujar pria itu, lalu menutup sambungan telpon.
Sementara itu, tiga kawanan pencuri itu membawa mobil curian mereka ke suatu tempat. Mereka segera melapor kepada pimpinan mereka.
"Bos, kami berhasil mencuri sebuah mobil," lapor salah satu pencuri.
"Bagus. Curi mobil sebanyak-banyaknya. Aku membutuhkan banyak besi untuk membuat robot raksasa," kata pria yang dipanggil bos.
Di rumah Ari, Ari sedang menonton TV. Saluran yang ia pilih sedang menayangkan siaran kuis. Ia memindah channel. Channel itu menayangkan sinetron. Ari tidak suka menonton sinetron yang selalu menampilkan adegan cengeng. Ia mencoba menonton di beberapa channel. Namun, tidak ada yang bagus.
Karena acara TV tidak ada yang bagus, ia memutuskan untuk menonton berita. Berita sedang menyiarkan tentang pencurian mobil yang akhir-akhir ini sering terjadi. Sampai saat ini, polisi belum berhasil menangkap para pelaku pencurian mobil.
"Dihimbau agar masyarakat selalu memarkir mobilnya di tempat yang aman agar terhindar dari pencurian mobil," ujar penyiar berita.
Siaran itu juga memberikan tips memarkir mobil yang aman.
"Kejahatan lagi," kata Ari.
Malam ini, ketiga pencuri itu kembali beraksi. Sasaran mereka adalah sebuah mobil mewah yang diparkir di depan sebuah rumah.
Para pencuri itu menghentikan mobil mereka tidak jauh dari rumah itu.
"Sepertinya aman, No," kata salah satu dari mereka kepada temannya yang memegang kemudi.
"Ya. Tidak ada satpam yang menjaga rumah itu."
"Rumah sebagus itu kok nggak ada satpamnya, ya?" tukas pencuri lainnya.
"Itu bukan urusan kita. Jangan buang-buang waktu. Ayo kita curi mobil itu," jawabnya.