Pick me, take me

Pick me, take me
Pertemuan yang tak terduga



\=\=\=\=\=EPISODE 6\=\=\=\=


“Kamu?” Seru Nick, membuat ketiga rekan kerjanya kaget mendengar suara Nick yang tiba-tiba .


Peserta Nomor 6 terkejut mendengar suara Nick yang begitu keras sambil menunjuk-nunjuknya.


“Pak Bos? Ada apa dengan anda?” Tanya Putra.


“Kau yang membuatku malu satu tahun yang lalu. Hahh be...berani kau sesini? Siapa namanya?”


Gina melihat ulang nama yang tertera di daftarnya.


”Nayara, Pak Nick.” Gina menoleh ke arah Nick dan bergantian ke arah Naya.


“Bos Nick, duduklah jangan seperti ini. Dengarkan dulu alasannya datang kesini.” Pinta Mr. Rain pada Nick.


Akhirnya nick duduk di kursinya kembali dengan wajah kaget bercampur kesal.


“Mohon maaf nona Naya atas ketidak nyaman ini. Kalau begitu bisakah kita memulai tes wawancara hari ini.” Ucap Gina


“Tidak apa-apa . Tentu saya bisa.”


“Baiklah mari kita mulai. Apakah anda menyukai bidang advertising?”


“Bisa di bilang saya tidak menyukai bidang ini.”


Nick tercengang mendengar jawaban dari Naya.


“Mengapa?” Tanya Putra.


”Awalnya saya tidak menyukai bidang advertising sama sekali. Tapi setelah saya melihat ayah saya berjuang untuk membuat sebuah iklan yang sangat bermanfaat bagi sesama manusia. Saya merasa bahwa bidang ini tidaklah buruk dan saya mulai menyukai bidang ini." Terang Naya.


“Lalu apa yang membuat anda memilih Agensi kami?” Tanya Mr. Rain.


“Agensi N-SON adalah agensi yang telah menghasilkan berbagai karya yang menurut saya sangat mengagumkan. Saya berharap dapat bekerja di Agensi N-SON.”


“Oke cukup. Pak Nick, apakah ingin bertanya atau mengatakan sesuatu?” Gina menoleh ke arah Nick.


Nick hanya menggeleng sambil menatap Gina .


“Oke kita sudahi wawancara ini. Kami akan segera memberikan pengumumannya besok.” Kata Gina.


“Baik Bu. Terima kasih atas kesempatannya.” Naya pamit dan keluar dari ruangan.


“Wah portofolionya memang menarik sekali.”


“Aku setuju dengan mu Put. Bagaimana baby Gina.”


“Ah apa nya yang bagus. Sudahlah jangan membicarakannya. Aku menolak portofolio itu. Aku ingin ke ruanganku dulu.” Nick pergi dengan sedikit kesal.


“Astaga, dia yang memilih portofolio milik Naya malah dia juga yang menolaknya. Kebiasaan deh.Uh” Kata Mr. Rain.


“Mr. Rain, Kak Gina. Aku lapar, cacing di perutku pada berontak ini. Ayo kita makan.” Kata Putra sambil memegang perutnya.


“Omo cacing ihhhhh. Makan saja sendiri. Jangan ikuti aku.” Mr. Rain berjalan keluar ruangan.


“Ah Mr. Rain traktir aku.” Pinta Putra sambil mengikuti Mr.Rain dari belakang.


Gina masih duduk di kursinya dan melihat tingkah teman-temannya itu sambil menggelengkan kepalanya.


***


Nara keluar dari kantor N-SON dengan wajah lesu. Kemudian ia menghentikan langkahnya dan menolehkan ke kantor N-SON yang megah.


Apakah aku masih punya kesempatan? Batin Naya pasrah.


Naya melanjutkan perjalanan meninggalkan kantor N-SON.


Nick melihat kepergian Naya dari balik jendela kaca ruangannya yang terletak di lantai 3. Nick berpikir apa yang harus dilakukannya. Terakhir melihat Naya menangis di pinggir jalan membuat Nick iba pada Naya.


Ah aku tidak bisa lemah seperti ini. Dia wanita yang membuatku malu di depan umum. Tapi apakah dia benar-benar dipecat oleh Kirana? Hah Kirana memang tidak pernah berubah. Batin Nick.


Nick duduk di kursi kerjanya dan membenamkan diri pada pekerjaannya.


Siang berganti malam, Nick meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku di atas kursi. Ia menutup laptopnya dan bersiap-siap untuk pulang. Tiba-tiba smartphone Nick bergetar tanda pesan masuk. Ia segera membuka pesan itu


Bos saya pulang dulu. Hari ini saya enggak bisa bareng bos. Biasalah bos. Hehehe


“Dasar kebiasaan. Nugroho nugroho.” Gumam Nick.


Nick segera meninggalkan kantornya menggunakan mobil berwarna merah yang terparkir di basement. Hari ini Nick begitu lelah dengan pekerjaan yang menumpuk di kantor. Sampai di dalam mobil ia membuka kancing kerah kemejanya. Ia menghidupkan mesin mobil dan melaju ke jalan utama. Di tengah perjalanan Nick melihat Naya duduk dikursi taman pinggir jalan dekat kantor N-SON. Nick menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan membuka kaca mobilnya.


Apa yang dilakukannya disini? Aku pikir dia sudah pergi. Batin Nick sambil menatap Naya dari kejauhan.


Tiba-tiba Nara menatap balik tatapan Nick. Nick langsung memalingkan wajahnya dari jendela mobil dan segera menutup kaca mobilnya. Nara berdiri karena tahu Nick berada di dalam mobil berwarna merah itu. Namun sayang mobil merah itu telah melaju dengan cepat.


“Tadi aku tidak salah lihat. Itu kan pak Nick. Apa tadi ia menatapku?” Gumam Naya.


Bersambung.........^^


Salam Melankolis