Pick me, take me

Pick me, take me
Memulai kembali



\=\=\=\=\=EPISODE 5\=\=\=\=\=


--Satu tahun kemudian---


Seorang wanita terbangun dari tidurnya karena suara sang ibu yang begitu cetar membahana.


“NAYARA!! Ayo cepat bangun.” Perintah sang ibu yang masuk ke kamar Naya dan menarik selimutnya. “ Anak perawan kok masih tidur jam segini.” Sambung sang ibu.


“Ah dingin bu. Sebentar lagi aku bangun.” Jawab Naya malas-malasan.


Ibunya Naya bernama Nur Laily. Panggil saja Bu Nur.


Bu Nur menarik tubuh anaknya yang ramping dari ranjang agar masuk ke kamar mandi.


“Ah ibu.” Teriak Naya di dalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Naya keluar dari kamarnya untuk sarapan. Nur telah menyiapkan sarapan di atas meja makan yang berupa 2 gelas susu dan 2 mangkuk bubur ayam. Di meja makan sudah ada sang adik sedang makan. Naya duduk di kursi yang berhadapan dengan adiknya yang bernama Nando.


“Apa kamu kelaparan nan? Kok makannya gitu banget.”


“Kenapa memang? Masalah?”


“Aku seperti melihat gorila sedang kelaparan.” Gumam Naya.


Naya melahap bubur yang ada di hadapannya.


“ Kak ?”


“Hmm?”


“Aku seperti melihat pengangguran tua sedang makan.” Nando mengambil tasnya dan melarikan diri.


“Apa? Pengangguran Tu-a? NANDO!!”Teriak Nara dengan mulut penuh dengan bubur.


***


----Kantor N-SON---


Nick sedang melihat beberapa portofolio yang dikirim oleh para pelamar pekerjaan di meja kerjanya. Tiba-tiba pintu terbuka. Seorang wanita bertubuh gendut masuk ke ruangan Nick, di ikuti Mr. Rain dan Putra.


“Ah Nick. Please, jangan di tolak semua dong. Kita kan lagi membutuhkan karyawan. Come on.” Protes Gina .


“Kak Gina yang cantik jelita. Ini portofolionya enggak ada yang bagus? Bukan selera ku.” Jawab Nick.


“Ah kau ini bikin palaku pusing.”


“Sabar Gina. Sabar.” Ucap putra.


“Uhh slow down baby.” Timpal Mr. Rain.


Gina menoleh ke arah Mr. Rain dan Putra dengan tatapan singa yang ingin segera memangsa makanannya. Mr Rain dan putra menciut.


“Baiklah bagaimana jika kita memilih portofolio secara bersama-sama. Setuju?” Nick berusaha mencairkan suasana.


“Oke setuju. “ Jawab Gina sambil tersenyum


Mr. Rain dan Putra bernafas lega.


Akhirnya mereka berempat berdiskusi sengit untuk memilih portofolio yang terbaik dan memilih 6 kandidat pelamar yang akan di tes wawancara setelah itu 6 kandidat ini akan di pilih lagi menjadi 4 yang akan secara syah menjadi karyawan di N-SON.


Nick melihat portofolio yang begitu menarik hatinya. Ia jarang melihat portofolio yang begitu berbeda sebelumnya. Nick mulai penasaran dan tidak sabar untuk mewawancarai pemilik portofolio itu.


***


Naya sedang sibuk membantu ibunya untuk melayani pembeli soto, bakso dan mie ayam. Semenjak Naya membantu ibunya di warung, semakin banyak pelanggan yang datang karena melihat Naya yang begitu cantik mau jadi pelayan warung.


Di tengah kesibukan Naya melayani pembeli, ada panggilan masuk ke smartphonenya. Naya segera masuk ke dalam rumah yang letaknya di atas warung milik ibunya agar ia dapat mendengar suara orang yang meneleponnya.


“Hallo.”


“Selamat siang? Apakah benar ini dengan mbak Nayara Gunadhya?”


“Siang. Iya benar ini dengan saya sendiri.”


“Kami dari kantor N-SON ingin beritahukan bahwa portofolio milik Mbak Naya telah terpilih. Apakah hari ini mbak Nayara bisa datang ke kantor untuk memenuhi sesi wawancara?”


“Tentu bisa. Saya akan segera datang ke kantor N-SON.”


“ Baik kalau begitu. Kami tunggu kedatangannya. Terima kasih.”


“Terima kasih mbak.” Naya mengakhiri pembicaraan di sambungan telepon.


Naya masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar tadi. Naya segera masuk ke kamarnya dan segera membuka emailnya di komputernya untuk lebih meyakinkan diri dan terdapat pesan dari kantor N-SON yang berisi ucapan selamat untuk maju ke tahap selanjutnya yaitu wawancara. Mata Nara berbinar-binar seperti habis melihat sebuah hadiah yang begitu ia inginkan.


Naya segera bersiap-siap dan turun ke lantai bawah untuk berpamitan pada ibunya dan Bi Minah.


“Aku pergi dulu. Da da semua.” Naya mengendarai motornya.


“Dia kenapa Bu Nur? Kayaknya bahagia banget.” Tanya Bi Minah dari balik badan Bu Nur.


“Entahlah. Kadang tingkahnya aneh begitu.” Jawab Bu Nur.


“Jiwa muda yang masih membara.” Canda Bi Minah.


“Apakah Bi Minah begitu saat masih muda?”


“Ya 11 12 lah.”


Bu Nur dan Bi Minah tertawa bersama


***


“ Peserta nomor enam segera masuk ke ruangan.” Panggil seorang staf.


“Baik.” Jawab peserta nomor 6


Ia segera memasuki ruangan.


“Silah duduk.” Gina mempersilahkan.


“Terima kasih.”


“ Dia cantik sekali Mr Rain.” Bisik Putra kepada Mr. Rain.


“Memang cantik, tapi tetap cantik eke.” Jawab Mr.Rain.


“ He...ermmmmm.” Gina pura-pura batuk ketika mendengar obrolan Putra dan Mr. Gi.


Nick masih sibuk melihat portofolio milik peserta nomor 6.


“ Nayara Gunadhya. Apakah benar itu nama anda?” Tanya Mr. Rain.


Ketika nama Nayara di sebut, Nick melihat ke wajah peserta nomor 6 yang sedang duduk di depannya. Ia seperti pernah melihatnya sebelumnya. Tiba-tiba Nick berdiri dan menunjuk peserta nomor 6.


“Kamu?” Seru Nick, membuat ketiga rekan kerjanya kaget mendengar suara Nick yang tiba-tiba .Peserta nomor 6 juga ikut kaget.


Bersambung.........^^


Salam Melankolis