
\=\=\=\=\=EPISODE 1\=\=\=\=\=
Pesawat telah mendarat di Bandara dengan selamat. Seorang pria sedang tertidur dengan pulasnya di dalam pesawat. Saking pulasnya tertidur, ia tidak tahu bahwa pesawat sudah mendarat. Pria itu tertidur dengan posisi tangan menyanggah kepalanya dan tubuhnya bersandar di kursi pesawat sedangkan kaki kanannya berpangku pada kaki kirinya.
Seorang pramugari membangunkan pria itu.
“Tuan, pesawat sudah mendarat?” Pramugari berusaha membangunkan pria itu.
Pria itu segera membuka matanya perlahan. Pramugari yang berada di sampingnya takjub dengan mahakarya Tuhan yang satu ini.
“Woahh .Oh sudah sampai ya.”
Pramugari masih terpana dengan pria itu.
“Nona?”
“Iya Tuan. Pesawat sudah sampai tujuan.” Jawab Pramugari kembali tersadar dari lamunannya.
“Baiklah saya akan turun. Oh, saya ingin mengatakan sesuatu. Tolong jangan melihat saya seperti tadi. Apakah nona belum pernah melihat pria tampan? Hmm. Saya sedikit risih jika nona melihat saya seperti tadi.” Pria itu bergegas pergi meninggalkan pramugari yang masih terdiam.
Tadi dia bilang apa? Risih? Wah sombongnya. Aku pikir wajahnya sesuai dengan perilakunya. Heh ternyata... Batin pramugari tak terima.
Pria itu berjalan keluar dari bagian pengambilan koper. Saat ia berjalan semua mata tertuju pada pria itu. Mereka seperti melihat seorang model bule yang berjalan dengan gagahnya. Mereka juga berbisik-bisik satu sama lain seakan bertanya apakah pria itu adalah seorang model, artis atau orang penting .
“Bos Nick!!!” Seru seorang pria bernama Putra.
Pria itu membuka kaca mata hitamnya karena mendengar ada yang memanggil namanya. Saat mencari sumber suara, ia melihat sahabatnya berjalan mendekatinya.
“Yomi!” Sapa Nick dan memeluk sahabatnya sekaligus asistennya itu
“Nick, berhentilah memanggilku Yomi!” Protes Putra. ”Aku jadi tidak berselera untuk menyambutmu.” Sambung putra sambil melepas pelukan sahabatnya.
“ Baiklah bro, bercanda. Btw hari ada info atau jadwal apa?”
“Jadwal bos hari ini adalah menghadiri pengumuman hasil lomba yang bos ikuti. Lalu bla bla.” Putra menjelaskan kepada Nick.
“ Baiklah. Apakah kau sudah menyiapkan mobil kesayanganku?”
“Beres” Jawab Putra.
“Ayo cabut. Aku merasa enggak enak ini di lihatin kayak begitu.” Bisik Nick sambil melihat orang-orang di sekelilingnya.
“Aku pikir mereka penggemarmu wkwk.” Jawab Putra bercanda.
***
Seorang wanita sedang bersolek di depan cermin. Ia mengenakan kemeja bergaris dan celana panjang berbahan kain. Tak lupa ia menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
“Wah lihatlah kamu Naya. Sangat cantik dan wangi. “ Naya memuji diri sendiri.
“Mari lakukan yang terbaik untuk hari ini. Semangat Naya.” Seru Naya di depan cermin.
Naya mengambil tas selempang berwarna hitam, jaket dan high heelsnya.
“Clara. Aku pergi dulu ya.”
“Tunggu Naya.”
“Kenapa Ra?”
“Ehm , Nanti jangan lupa kita rayakan kemenangan kamu. Semoga lancar ya.”
“Oh oke siap Ra. Bye bye.”
Semoga kamu tidak beruntung sehingga kita tidak perlu bertemu lagi Nay. Batin Clara.
Naya bergegas keluar dari apartemennya untuk pergi ke sebuah acara perlombaan dalam rangka mewakili perusahaan.
Naya memilih mengendarai motor menuju ke lokasi acara karena tahu akan terjadi kemacetan di jalan. Naya menghidupkan mesin motor dan segera meluncur ke jalan utama.
***
Keluar dari bandara Nick dan Putra menaiki sebuah mobil sport berwarna merah. Kali ini Nick yang menyetir dan Putra duduk di sampingnya.
Mobil melaju di jalanan ibu kota. Hembusan angin menerpa wajah Nick yang begitu tampan. Di balik kaca mata hitamnya Nick melihat seorang wanita yang mengendarai motor melaju melewati mobil yang kendarai Nick.
Wanita jaman sekarang kalo naik motor ngebut-ngebut ck ck. Batin Nick.
“Bos.”
“ Hmmm.”
“Apa kau sudah siap bertemu sainganmu?”
“Siapa?” Tanya Nick.
“ Ki- ra.”
“Ayolah bro. Aku ini bukan anak TK. Cepatlah beritahu.”
“Baiklah. Kirana.” Suara Putra tidak terdengar.
“Apa?”
“KIRANA AYU.” Putra memperbesar volume suaranya.
“Apa? Kirana!” Nick menoleh ke arah Putra karena kaget mendengar nama Kirana di sebut.
“Bos awas, motor.”
Nick menoleh lagi ke depan dan langsung menginjak rem mobil.
Duwerrr!!!
Mobil yang dikendarai Nick menabrak motor yang ada di depannya. Motor yang di tabrak Nick adalah motor milik Naya. Naya yang tidak terima langsung menghampiri Nick di mobilnya.
Nick terpesona saat Naya melepas helmnya. Wah cantik luar biasa, batin Nick.
“Mas tanggung jawab dong. Motor saya itu.” Protes Naya sambil menunjuk motornya.
Cantik-cantik galak, batin Nick.
Nick melihat ke arah motor yang dia tabrak. Nick merasa motor yang ia tabrak tidak begitu parah, hanya plat nomor yang peok dan lampu belakang motor yang pecah.
“ Itu hanya lecet doang, enggak parah.”
“ Hah... cepatlah keluar dari mobil anda. Cepat” Perintah Naya.
Nick keluar dari mobilnya dan mendatangi Naya. “ Apa yang harus di ributkan? Mobil saya juga kena tu.”
“Mobil anda hanya lecet tapi motor saya lampu belakang pecah, plat nomor peok dan..”
“Baiklah. Apa...apa yang anda inginkan?”
“Anda ikut saya ke kantor polisi karena anda sudah menabrak motor saya.”
“Enggak bisa gitu. Orang anda yang berhenti mendadak. Oke deh, anda butuh uang berapa? Coba katakan.”
Nara melihat jam tangannya.
Kalau kelamaan di sini bisa telat nih, batin Nara. “ Saya.”
“Bos ayo, sebentar lagi acaranya mulai. Kita bisa telat ini.” Seru Putra
Nick melihat keadaan jalanan yang macet oleh berbagai kendaraan lalu mempertimbangkan penawaran Naya untuk ikut ke kantor polisi.
Kalau naik mobil pasti enggak bakal sampai ke acara tepat waktu. Kayaknya aku harus ikut wanita ini naik motor deh. Batin Nick.
“ Memang kamu mau kemana? Apa kita langsung ke kantor polisi?”
“Enggaklah. Anda ikut saya ke acara saya lalu kita ke kantor polisi.”
“Oke saya ikut anda. Naik motorkan?”
Aneh kenapa dia tiba-tiba setuju, batin Nara.
“Ya iyalah naik motor, masak mau naik kuda. Ayo.”
“Oke.”
“Kamu yang pakai helm dan nyetir.” Nara melemparkan helm dan kunci ke arah Nick.
“Bos mau kemana?” tanya Putra
“Nitip mobil, ntar langsung bawa ke lokasi acara. Oke.”
“Kebiasaan, selalu meninggalkan orang seenaknya. Nasib-nasib jadi remahan peyek” Gumam Putra
Naya dan Nick berboncengan menggunakan motor milik Naya. Nick bertanya kemana Naya akan pergi. Nara mengatakan ia akan pergi ke gedung serbaguna yang berada di daerah Pancoran
Wah kebetulan, dia mau pergi ke tempat yang sama kayak aku, batin Nick.
Tiba-tiba “Pritt pritt pritt” Suara sempritan terdengar . Polisi memberhentikan motor yang di kendarai Nick. Nick yang bingung langsung berhenti.
“Selamat pagi pak.”
“Pagi pak.” Jawab Nick
“Anda tahu kesalahan anda apa?”
“Saya tidak tahu pak.”
“ Penumpang anda tidak menggunakan helm pak.”
Nick baru ingat bahwa Naya hanya mempunyai satu helm dan helmnya itu dipakai Nick.
“Mari pak ikut ke pos saya.” Perintah pak polisi.
“Ah maaf pak saya hanya penumpang. Dia ojol pak. Jadi biar yang nanggung dia ini. Saya harus pergi.” Naya pergi meninggalkan motornya dan Nick.
“Hey mau kemana. Inikan..? Jangan pergi.” Teriak Nick
“Anda mau kemana? Jangan melarikan diri juga.” Kata pak polisi.
***
Naya telah memasuki gedung serbaguna dimana acara perlombaan di selenggarakan. Naya sedikit terlambat datang karena acara sudah dimulai. Ia duduk di antara para tamu yang datang.
Saat pemutaran video advertising milik tim Naya, ia berdiri karena video yang ditayangkan tidak sesuai dengan yang dia buat bersama timnya. Naya yakin video yang ia kirim ke panitia lomba sudah benar tapi mengapa bisa ada kesalahan yang fatal seperti ini.
Bagaimana bisa? Batin Naya tak percaya.
Naya terduduk lemas di kursinya, ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Naya berpikir bahwa timnya akan sangat kecewa padanya.
Semua video advertising telah ditayangkan di depan para tamu yang hadir pada siang hari itu dan saatnya pengumuman pemenang lomba. Pembawa acara mengumumkan pemenang 3 besar. Pemenang ketiga di raih oleh tim yang diketuai Novia Violita dari agensi Roda Hitam, pemenang kedua di raih oleh tim yang di ketuai Jingga Anggara dari agensi Staran. Naya tersenyum karena tim dari pacarnya di sebutkan sebagai pemenang kedua.
“Pemenang utama pada kompetisi video kali ini jatuh pada tim yang diketuai oleh Nickson Leandro dari agensi N-SON. Beri tepuk tangan yang meriah.” Seru pembawa acara dengan semangat.
Tiba-tiba pintu utama yang letaknya di tengah ruangan terbuka dan memancarkan cahaya yang terang. Seorang pria keluar dari cahaya itu. Para tamu yang hadir melihat ke arahnya. Mereka seperti melihat seorang pahlawan yang sedang menunjukkan jati dirinya.
Pembawa acara bertanya pada pria itu. Apakah dia adalah ketua Nickson Leandro? Pria itu menjawab ya. Kemudian di sambut tepuk tangan yang meriah dari para tamu yang hadir.
“Apa? Pria itu bernama Nickson Leandro!” Gumam Naya tak percaya.
Bersambung.........^^
Salam Melankolis