P

P
GRADUATION VERAA part II



"Di antara kalian ada yang bisa nyanyi?" Mc.


"Adaa om.ituu yang juara 1" Teriak vani sahabat Veraa.


Veraa yang disebutkan namanya melotot tajam kearah vani,dan dibalas dengan ledekan oleh vani.


"kamu bisa nyanyi" Mc.


"ahh bisa tapi ga terlalu bagus om" veraa.


"Ga papa.kamu bawakan lagu yaa sebagai perwakilan lahh." Mc


"mmmm,oke deh om" Veraa.


"oke.kamu mau lagu apa?" Mc.


"mmmm laskar pelangi aja om" Veraa.


"oke sebentar"


Setelah dirasa siap veraa pun menyanyikan lagunya.


Mimpi adalah kunci


Untuk kita menaklukkan dunia


Berlarilah tanpa lelah


Sampai engkau meraihnya


Laskar pelangi


Takkan terikat waktu


Bebaskan mimpimu di angkasa


Warnai bintang di jiwa


Menarilah dan terus tertawa


Walau dunia tak seindah surga


Bersyukurlah pada Yang Kuasa


Cinta kita di dunia


Selamanya


Cinta kepada hidup


Memberikan senyuman abadi


Walau hidup kadang tak adil


Tapi cinta lengkapi kita


Laskar pelangi


Takkan terikat waktu


Jangan berhenti mewarnai


Jutaan mimpi di bumi


Oh! menarilah dan terus tertawa


Walau dunia tak seindah surga


Bersyukurlah pada Yang Kuasa


Cinta kita di dunia


Menarilah dan terus tertawa


Walau dunia tak seindah surga


Bersyukurlah pada Yang Kuasa


Cinta kita di dunia


Selamanya


Selamanya


Laskar pelangi


Takkan terikat waktu


Semua tamu undangan terpukau dengan suara yang Veraa miliki.


begitupun dengan bunda caca yang mendengar suara veraa menjadi terharu dan sedih.


"ga nyangka ya yahh,veraa kita sudahh besarr" bunda caca yang menitikkan air mata.


"iya bun" ayah kardi yang memeluk pinggang bunda caca.


"udah ahh jangan nangis masa lagi bahagia gini nangis" ayah kardi yang mengusap air mata bunda caca.


"iya yah"


Setelah selesai menyanyikan lagu veraa pun turun dari panggung dan kembali ke mejanya.


"Wihhh kakakk kuuu kerenn sekali" Tesa.


"ahh hehehe jadi malu" Veraa.


Acara pun berlanjut kini sesi pemotretan setiap kelas dan keluarga.


Veraa terlebih dahulu berfoto bersama teman teman kelasnya.


Selesai itu veraa bertemu dengan vani dan oliv sahabat veraa.


"ihh kamuu cantikk bangett sihh veraa" Vani.


"ahh kaliann jugaa" Veraa.


"kamu mau lanjutin kemana ver?" Oliv.


"pengennya sih di luar negri liv" Veraa.


"Negara mana?" Oliv


"Prancis" Veraa.


"aku lagi nyoba masuk lewat beasiswa nanti pengumumannya 3 hari lagi" Veraa.


"kalo ga masuk lewat beasiswa gimana?" Vani.


"yaa udahh di indonesia aja" Veraa.


"ohhh gituu" Vani.


"iya" Veraa.


"kalo kalian dimana?" Veraa.


"aku sihh disini sini aja ver" vani.


"kalo aku mau di singapura,cuman ga tau juga yaa" oliv.


"cepetann lohh di fix in" veraa.


"siap boss"


Setelah berbincang bincang vani,oliv dan veraa berfoto untuk kenang kenang an.


Mereka bertiga telah selesai berfoto foto dan kembali menemui keluarga masing masing.


Saat veraa ingin menghampiri keluarganya.dia dihadang oleh pria yang cukup tampan dan tinggi sambil membawa buket bunga.



"ehh haii" Veraa.


"kok kamu kesini?" Veraa.


iya mau ketemu kamu" Restu menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal.


"ohh iya nihh buat kamu" Restu menyodorkan buket bunga yang ia bawa.


"makasihh" senyum veraa.


"hari ini kamu cantik" Restu.


"hmmm makasihhh juga" Maluu veraa.


"sama sama" senyum restu


"kita foto yu?" Restu.


"ahh boleh" Veraa.


Restu meminta bantuan pelayan untuk memfotokan dirinya dengan veraa.


"makasih mas" restu.


"sama sama"


"akuu mauu ke keluarga dulu,kamu mau ikut?" Veraa.


"ahh boleh dehh,sekaliann perkenalan diri sebagai calon mantu ke ayah sama ibu kamu" goda restu.


"ihh apaa sih" tawa veraa.


Veraa mengajak restu untuk menemui keluarganya.


"Ayahh bunda kenalin ini restu temen veraa" Veraa.


"hallo semuanya perkenalkan nama saya restu ahmad ferdian temen nya veraa" Restu.


"Ohhh hallo juga nak.saya bunda nya vera,dan disamping bunda ini ayahnya vera" bunda caca.


Restu menyalami bunda caca dan ayah kardi.


"kenalin ini rafa kakak pertamaku,ini raydan kakak kedua ku,ini adel adik ku,dan yang ini Tesa adik bungsu ku" Veraa.


Restu menyalami mereka semua.


Setelah bersalaman.Veraa pamit kepada restu karena sudah waktunya untuk keluarganya berfoto di tempat yang telah disediakan oleh pihak sekolah.


"Restu bentar ya,kita mau foto keluarga dulu" Veraa.


"okee.aku juga mauu pergi aja deh,kann udah ketemu kamu" Restu.


"oke deh.hati hati ya" Veraa.


"iya jumpa lagi."


Veraa family's akhirnya berfoto juga.dengan posisi vera duduk diantara ayah dan bundanya dikursi sementara Rafa,raydan,adel dan tesa berada di belakang mereka.


Saat mereka berfoto para siswi siswi setia untuk melihat ketampanan kardi family itu.


dan tak sedikit juga ada yang memfoto bahkan memvideo mereka.


"Gila yaa.ganteng banget tuu kakak sama ayahnya veraa"


"iyaa gw mauu dehh jadi pacar kakaknya kalo engga diangkat aja dehh gw jadi anak"


Kata kata itu terdengar oleh kardi family's namun mereka menghiraukannya.


Setelah selesai berfoto mereka menunggu sebentar foto yang dicetak untuk di bawa pulang.dan kira kira foto itu ada 4 dengan berbagai gaya dan posisi.


Acara pun telah usai.kardi family's pun segera pergi dari hotel dan menuju parkiran.namun saat di didepan hotel,raydan dan rafa dicegah oleh beberapa siswi yang meminta nomer mereka dan mengajaknya untuk berselfi.


Rafa dan raydan hanya memenuhi permintaan untuk berselfi saja tidak dengan memberikan no WA karena menurut mereka itu adalah privasi.


Bunda caca yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sedangkan Tesa adel dan veraa menepuk jidat nya masing masing dan segera membantu rafa dan raydan.


"Ehemmm,maaff yaa kami mau pergi duluu.dann yang mau jadi pacar kakak ku harus langkahi dulu kita bertiga" Tesa.


Rafa dan raydan hanya menatap datar karena mereka tau ke posesifan adik adiknya itu.


Para siswi siswi itu hanya diam ditempat tidak melakukan apa apa selain memandang Tesa.


Veraa dan adel memanfaatkan waktu itu untuk menarik lengan rafa dan raydan menjauh dari para siswi siswi dan memasuki mobilnya yang diikuti oleh Tesa.


Para siswi yang nelihat itu akhirnya menyerah dan langsung membubarkan diri dengan wajah yang murung.


Di Mobil


"kaliann bukannya menghindar malah ngeladenin!" Veraa.


"tau tuhh,sok ganteng banget sihh" Adel.


"awas ajaa ya kalo kakak pada macem macem!" ancam tesa.


Rafa dan raydan hanya mengangguk mendengar omelan dari adik adiknya itu.


"kalian berdua tuhh nurun dari ayahh" ayah kardi.


"maksudnya?" Rafa.


"waktu ayah seumuran kalian ayah juga sama dikejar kejar sama cewe cewe" Ayah kardi.


"emang bener bun?" Rafa.


"iya" bunda caca.


"ohhh jadii kegantengan kita ini dari ayahh tohh" Raydan.


"iya lahh trus dari siapa lagi" ayah kardi.


"tapi diantara kalian berdua yang paling posesif siapa?" Raydan.


"Ayah" Bunda caca.


"Ayah" Ayah kardi.


"jadi ayahh juga?" Raydan.


"iyaa ayah ngaku.emang ayah posesif ke bunda dan kalian" Ayah kardi.


"dan sekarang nurun ke mereka bertiga dibelakang" Rafa.


"Siapa yang kakak maksud?" Veraa adel tesa dengan tatapan membunuhnya.


Rafa berbalik ke arah mereka dan dia melihat tatapan ketiga adiknya seketika bergidik ngeri ketakutan dan langsung berbalik badan lagi.


"ga..ga..adaa kokk dee..kakak cuman bercanda" Rafa.


"Hahahahaha kalian bertiga tuh juga nurun ke ayah semua Galak nya,posesif nya" Bunda caca.


"emang ayah galak bun?" ayah kardi yang fokus menyetir.


"Iya" Rafa,raydan,veraa,tesa,dan adel.


Ayah kardi yang mendengar itu menajamkan matanya ke arah spion depan agar dilihat oleh mereka semua bahwa ayahnya sedang marah.


Mereka yang melihat mata ayahnya langsung memainkan ponsel nya masing masing.


Bunda caca tertawa melihat tingkah mereka yang ia anggap lucu.


Minta Follow,Like dan Sarannya ya❗😍


Selamat membaca episod selanjutnya❗😘