Over My Cat

Over My Cat
Antara Pertemanan



Nobu menatap langit-langit kamarnya seraya membayangkan nasib hidupnya kedepan. Ia merasa sedih karena banyak kejadian terus menimpa dirinya sekarang. Nobu merasa pikirannya kosong dan hidupnya hampa tanpa siapa-siapa. Melihat Nobu melamun, Julian mencoba menghampirinya dan mengusap-usapkan kepalanya. Nobu pun kegelian dan bilang padanya, "Geli Julian. Haha...hentikan."


Adegan Nobu dan Julian saling menggelitiki terjadi, mereka nampak menikmatinya. Pikiran Nobu yang tadinya kelabu, menjadi lebih baik walau sedikit. Ditengah keasyikan diantara keduanya, muncul sekelebat memori tentang seorang teman. Oh iya ya, aku belum menghubungi Kenta lagi, pikir Nobu. Nobu segera mengambil ponsel genggamnya dan mulai mengetik sebuah pesan.


Hai Kenta, bagaimana kabarmu? Aku sangat merindukanmu saat ini hehe.


Setelah mengetik apa yang akan ia ungkapkan, Nobu bergegas megirimkannya. Butuh beberapa waktu hingga pesan tersebut masuk ke ponsel Kenta. Sembari menunggu balasan kawannya itu, Nobu kembali berinteraksi dengan Julian. "Rasanya ingin memakan sesuatu. Apa kau juga Julian?" tanya Nobu.


Nobu pun memutuskan untuk keluar sebentar, membeli makanan ringan termurah. Setelah mendapatkan beberapa bungkus jajanan, Nobu berbalik arah menuju rumahnya. Sampai di rumah, ia mengecek lagi kotak pesan pada ponselnya. Disana, belum ada tanda-tanda Kenta membalas pesan dari Nobu. "Um...baiklah. Mungkin sebentar lagi menjawabku," kata Nobu meyakinkan diri.


Benar saja, setelah beberapa menit berlalu Kenta membalas pesan Nobu.


~ Hai, maaf menjawabmu telat. Aku baik Nobu, bagaimana dengan dirimu?


Nobu pun membalas,


~ Aku juga baik. Terimakasih telah menerima pesanku.


~ Ngomong-ngomong, aku baru saja pindah ke kota lain Nobu.


~ Eh, kenapa? Kau pindah rumah?


~ Iya, aku tinggal bersama sepupuku. Sekarang, aku masih sibuk. Aku akan mengirim pesan lagi nanti.


Percakapan mereka akhirnya terputus sejenak karena Kenta mengurus hal lain. Nobu pun kembali sendirian bersama Julian yang duduk di sebelahnya. "Teman kita Kenta baru saja pindah rumah Julian," tutur Nobu. "Meow...rrr...grrr...meow...rrr..." kata Nobu membalas pemberitahuan Nobu.


Akhirnya, Nobu memutuskan mengajak Julian jalan-jalan ke halaman belakang. Di halaman belakang, mereka bermain dengan tali dan buntalan karet. Karet itu Nobu gelindingkan ke belakang sebagai penarik perhatian Julian. Dan untuk talinya, ia gerakkan ke kanan, kiri, dan atas. Julian yang belum pernah bermain dengan Nobu, merasa sangat bergairah.


Melihat kebahagiaan terpancar dari wajah Julian, Nobu ikut merasakan kegembiraan. Masalah seakan mulai sirna perlahan-lahan di pikiran dan hatinya. Mungkin, ini adalah momen yang diperlukan Nobu tuk menghibur diri. "Aku menyayangimu Julian. Hari ini kau membuatku bahagia," ungkap Nobu. Mendengar itu, Julian mendekat ke Nobu dengan menggesek-gesekan kepalanya.


Ketika hari semakin terik, Nobu membawa Julian masuk ke rumah. Setelah di dalam, Nobu mempersiapkan makan siang tuk mereka berdua. Nobu memasak sup, bacon, udang dan beberapa jenis sayur lainnya. Ia juga membuat jus mangga dicampur dengan buah-buahan kecil. Seperti strawberry, leci, cerry serta beri-berian di lemari pendinginnya.


Saat semuanya telah terhidang, kini gantian menyiapkan makanan untuk Julian. Seperti santapan kaleng sebelumnya, Julian akan diberikan jenis makanan basah. Makanan tersebut merupakan makanan yang pernah dibeli di toko hewan. Selesai segala penyiapan, Nobu dan Julian makan siang bersama-sama. Mereka berdua pun menyantap makanannya dengan lahap sampai tak bersisa.


...****************...


Tilulit...tilulit...suara telepon genggam milik Nobu berbunyi diikuti getaran. Nobu bergegas menekan tombol hijau di keypadnya dan mengangkat telepon. "Halo, dengan Nobu disini? Ada apa?" sambut Nobu menerima panggilan. "Halo Nobu. Aku sudah senggang sekarang," tutur Kenta memberitahu Nobu.


"Ah...iya-ya. Jadi bagaimana dengan kepindahanmu? Apakah berjalan lancar?"


"Ya...bersyukur sekarang lebih mudah untuk melakukan aktifitas bersama saudara."


"Untuk itu...aku sudah keluar perusahaan. Aku memulai bisnis baru."


"Sungguh? Itu hal yang bagus Kenta. Ku harap, semua lancar..."


"Terimakasih Nobu atas do'anya. Oh iya, bagaimana kepulanganmu kemarin?"


Ketika akan menjawab pertanyaan tersebut, telepon Nobu mengalami baterai lemah. Jadi, percakapannya tidak selesai dan telepon genggam Nobu mati seketika. Nobu yang baru menyadarinya, bergegas mencari penghubung daya dan mengisinya. "Aku lupa Julian bahwa teleponku terkuras dayanya," kata Nobu. Julian hanya mengangguk setuju pada Nobu, lalu kembali menjilati kuku-kukunya.


"Lalu...apa yang akan kita lakukan sekarang Julian?" tanya Nobu. Karena Nobu mengantuk, lama-lama ia mulai terlelap tanpa disadari. Tahu bahwa ia ditinggal Nobu tidur, Julian memilih berjalan-jalan. Sampai beberapa saat, Julian ikut mengantuk dan pergi tidur juga. Akhirnya, Nobu dan Julian tidur dan beristirahat siang bersama-sama.


...****************...


Tok...tok...tok...suara ketukan pintu oleh seseorang diluar rumah. Nobu terbangun mendengarnya, ia bergegas membukakan pintu untuk orang tersebut. Ngik...pintu terbuka, terlihat seorang pemuda seumuran Nobu berdiri disana. Ia mengenakan kaus lengan panjang hijau dan celana seperempat hitam. Nobu yang penglihatannya sedikit buram, mengucek-ngucek mata kanannya perlahan.


Ketika pemandangannya semakin jelas, ia baru ingat bahwa itu temannya. "Fujita? Kau Fujita? Bagaimana kau bisa kemari?" tanya Nobu kaget. "Hehe..iya. Aku kemari untuk mampir dan menginap," jelas Fujita.


"Menginap? Kau mau menginap disini?"


"Aku ketinggalan bus ku. Jadi, yah...bolehkah aku menginap untuk semalam saja di rumahmu Nobu?"


Setelah berpikir cukup singkat, Nobu pun mengijinkan Fujita tuk menginap. Nobu segera mempersilahkan Fujita masuk dan memberinya beberapa makanan ringan. "Memang, kau dari mana? Bagaimana bisa tertinggal?" tanya Nobu kembali. "Saat itu, aku ke kamar mandi tanpa ijin," jawab Fujita.


"Lalu? Apa hubungannya dengan itu?"


"Mereka tak tahu bahwa aku masih disana. Jadi...mereka meninggalkanku tanpa disadari. Dan pada akhirnya, aku berada disini menemukan rumahmu."


"Um...bagaimana kau bisa tahu rumahku? Kau tahu, kita sudah lama tak pernah berkomunikasi, 'kan?"


"Kau lupa ya...saat pertamakali pindah kesini, kau mengadakan pesta."


"Iya, tapi untuk teman dekatku."


"Aku diberitahu Akira tentang rumahmu."


Walau merasa sedikit janggal, Nobu berusaha berpikir positif pada Fujita. Ia pun mengganti topik percakapan dengan hal-hal menarik lainnya. Lalu, ketika menjelang malam, Nobu mempersiapkan ruangan tuk Fujita tidur. Ia memilih menggunakan ruangan bekas kerjanya sebagai tempat tidur Fujita. "Aku sudah mempersiapkan ruangannya. Kau bisa tidur disini," terang Nobu.


Fujita bergegas memasuki tempat tersebut dan mengucapkan terimakasih pada Nobu. "Kau baik sekali Nobu. Oh iya, terimakasih ya," tutur Fujita. "Tentu. Sebagai teman, aku siap membantu jika dibutuhkan," balas Nobu. Dan sekarang waktunya Nobu, Julian, dan Fujita mengistirahatkan tubuh mereka. Sebelum benar-benar terlelap, Nobu terpikirkan tentang komunikasinya dengan Kenta.