Our Love Promise

Our Love Promise
chapter 4 : Pertemuan



FLASH BACK ON


Ame berjalan gontai menyusuri jalan menuju Apartemen nya , ia enggan untuk naik kendaraan padahal sebelum pulang tadi Gugu menawarinya pulang bersama karena tempat tinggal mereka searah.


Pikiran nya kosong, entah kenapa ia merasa sangat sedih dengan kepergian direktur Marlia, ia jadi teringat ibu Siti. ibu Siti adalah wanita pemilik panti asuhan yang dulu sangat baik kepada nya , ia meninggal karena serangan jantung. 'Satu lagi orang yang berharga dalam hidupku pergi' batin Ame sedih.


Tiba tiba Ame ingin pergi ke taman di Dekat danau yang dulu sering ia kunjungi waktu SMA , ia ingin menenangkan diri disana. tanpa pikir panjang ia segera pergi ke halte terdekat dan menaiki Bis.


Ketika sampai di sana ia menghirup nafas dalam dalam. sudah lama ia tidak mengunjungi danau ini , ternyata masih sama seperti dulu , Masih Asri tapi sekarang sudah tidak sesepi dulu disini ramai dan banyak pasangan muda mudi yang menghabiskan waktu bersama. ia lalu pergi ke salah satu bangku panjang di dekat danau . suasana danau ini sangat indah apalagi ini sudah sore, tampak langit senja yang mulai menguning. dari dulu jika ia ada masalah ia akan pergi ke tempat ini untuk menenangkan diri.


tanpa ia sadari langit semakin Petang . Ame bergegas pergi dari tempat itu tapi belum sepuluh langkah ia berjalan , ia merasa tasnya seperti ditarik dengan cepat tapi karena reflek nya yang bagus Ame segera memegangi tas nya erat erat.


Ame mendelik tajam 'ini perampok' batin nya. kontan saja ia menjerit " TOLONG PERAMPOK" teriak nya sangat keras sambil tetap memegangi tas nya. perampok itu yang tau keadaan nya dalam bahaya segera menarik Ame dan meletakkan pisau di samping lehernya , tidak memungkin bagi perampok itu untuk lari karena bisa saja ia dikejar dan dikeroyok massa.


"jangan mendekat , siapa saja yang berani mendekat , akan ku bunuh wanita ini" kata sang perampok , sontak orang orang yang ada di sana diam membeku, mereka tidak bisa membantu, karena jika mereka bergerak sedikit saja , pisau yang ada dileher Ame akan segera mengiris nya.


seketika suasana yang tadinya ricuh berangsur-angsur membaik , orang orang yang tadinya menghajar perampok sudah kembali seperti biasa , mereka menanyai Ame sepatah dua patah kata. Ame lalu teringat pria yang menolongnya tadi , ia berjalan ke sekeling danau dan ternyata pria itu duduk di tempat Ame tadi, ia sedang menunduk kan wajah nya.


Ame memegang bahunya, " maaf tuan , apa kau pria yang tadi menolong ku?" tanya Ame , sang pria kemudian mendongkak kan kepalanya terlihat memar kebiruan yang tercetak jelas di pelipisnya, seperti nya perampok tadi berhasil memukul nya.


Ame terkejut , Ia segera duduk di samping pria itu "maaf , kau terluka , apa perlu kita ke rumah sakit?" tanya Ame dengan nada khawatir. walau bagaimanapun pria ini yang sudah menolongnya tadi setidaknya ia harus membalas bukan.


pria itu menatap sebal kearah Ame "mangkanya anak gadis jangan suka keluyuran sore sore" katanya dengan nada ketus, ia lalu membuang muka "lupakan saja, sana cepat pulang" sambung nya lagi kemudian berlalu pergi. Ame hanya bengong dengan perlakuan pria tersebut, 'apa apaan itu tadi ' batinnya.


Ame melangkah pergi "fuuuh..hari yang melelahkan".


FLASH BACK OFF