Our Love Promise

Our Love Promise
chapter 1 : prolog



aku menghembuskan nafas pelan, hari ini adalah hari Minggu, hari yang sempurna untukku bermalas-malasan di Apartemen, yah setidaknya aku sudah bekerja selama 6 hari dalam seminggu, dan hari ini aku akan tidur seharian.


oh ya aku lupa belum memperkenalkan diri, perkenalkan namaku Amethyst Brianna , kalian bisa memanggil ku Ame , usiaku 23 tahun dan aku bekerja disalah satu perusahaan industri dan manufaktur terbesar di Asia Quartz aim ,, emm apalagi ya, soalnya tidak ada yang menarik dariku , satu lagi aku adalah seorang gadis yatim piatu.


"Drrtt" belum 5 detik aku memejamkan mata .aku menatap sebal handphone kesayanganku yang berada di nakas , siapa sih yang telpon siang siang begini.


"halo" kataku malas , aku tidak melihat siapa yang menelepon dan langsung mengangkat nya.


"Halo , Ame apa kau bisa mendengar ku" tanya seseorang disebrang telephon , aku mengernyit , apakah ini Ren ,tidak biasanya ia menelponku.


"Halo Ame ada berita buruk " katanya dengan nada panik.


"tenang tenang, coba jelaskan pelan-pelan" ucapku mencoba menenangkan Ren.


"ok, fuuh, Direktur Marlia meninggal dunia" katanya memelan di ujung.


"APA"