
"APA" ucapku syok.
Direktur Marlia adalah Ketua tim kami di bidang distribusi dan pemasaran , beliau juga merupakan tangan kanan CEO kami, setahuku ia adalah wanita paruh baya yang fit dan energik , kabar kematian nya ini pasti akan membuat satu kantor heboh.
"lebih baik kau segera bersiap dan pergi ke rumah nya Ame" . ucap Ren membuyarkan lamunanku .
"Baiklah" kataku, mungkin keluarganya juga syok atas kematiannya yang mendadak ini. aku harus segera mengucapkan bela sungkawa pada keluarga Direktur Marlia.
... ... ... ... ... ... ... ... ...
Aku mengusap air mata yang menetes di sudut mataku , kami sudah menguburkan jenazah Direktur Marlia dan memberikan penghormatan terakhir . aku meras tidak percaya ketika keluarga nya menceritakan jika alasan Direktur Marlia meninggal adalah karena penyakit sleep apnea , memang jarang terjadi tapi penyakit ini juga bisa merenggut nyawa tanpa ada gejala. aku menghela nafas, sungguh umur manusia itu tidak dapat ditebak.
Kami tau kepergian Direktur Marlia ini sangat menyedihkan, beliau adalah orang yang kocak dan ramah , ia tidak pernah sekalipun memarahi kami ketika kami melakukan kesalahan , malah beliau mengajari dan membimbing kami.
"ayo Ame kita pulang" kata seseorang menepuk bahuku dari belakang, sekali lagi aku menghapus air mata yang menggenang di sudut mataku. aku mengangguk dan tersenyum kepada 5 rekanku Booby , Rina , Gugu, Wira dan Ren. kami ber 6 adalah satu tim, dengan meninggalnya Direktur Marlia , posisi ketua Distribusi dan pemasaran menjadi kosong.
Aku menatap satu persatu ke 5 rekan ku , pasti berat bagi mereka , kami ber 6 bersama Direktur Marlia sudah seperti keluarga.aku tidak menyangka hari Minggu yang menyenangkan ini berubah menjadi suram.
... ... ... ... ... ... ... ... ...
Setelah berkabung selama 3 hari , Aku kembali masuk ke kantor, begitu pula dengan ke 5 rekanku. aku yakin mereka semua bersedih tapi tidak baik kan bersedih terlalu lama?.
"Selamat pagi Ame" sapa pria disampingku ketika aku sudah duduk di kursi, ia tersenyum hingga kedua matanya menyipit lalu kembali asik dengan laptopnya.
aku membaca judul video itu dengan seksama "cara mudah membuat pancake". aku menahan tawa mati Matian , apa apaan itu ,Gugu yang wajahnya mirip artis Korea membuat pancake . " jadi kau mau beralih profesi jadi YouTubers..." tanyaku dengan nada menggoda.
Gugu terlihat menyerngit tidak suka " ya enggak lah" katanya dengan wajah mayun, aku tidak bisa lagi menahan tawaku,, laki laki disamping ku ini memang sangat ekspresif , lihat saja tingkah nya yang menggemaskan itu. " iya iya aku minta maaf" kata ku dengan nada seolah-olah menyesal, ia nampak bingung " emm Gak papa kok , lagi pula ini memang aneh , aku cuma sekedar iseng saja" katanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. tuh kan dia melucu lagi. aku hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya itu.
"kriet" aku menoleh ke pintu , ternyata itu Ren si Iceman yang datang. ia langsung duduk di kursinya yang berada di depanku , " selamat pagi Ren" sapa Gugu , " selamat pagi" balas Ren , Gugu yang mendapat respon dingin tersebut hanya bisa tersenyum kecut , pasalnya ia tau sendiri sifat Ren.
Ren adalah pria yang tampan , ia juga lumayan genius tapi sifatnya yang datar dan dingin seperti patung es membuat nya disegani , sebenarnya banyak yang mengidolakan Ren tapi jangan kan menyapa menatap wajahnya saja kau tidak akan berani.
tidak lama kemudian Booby , Wira dan Rina datang , mereka sedikit terlambat. "Hay guys rindu aku ya" kata Booby dengan alay nya . "Najis" kata Wira ketus , ia lalu berjalan mendahului Booby yang berada di depan nya.
pria bertubuh tambun itu nampak kesal " gak sama kamu ya Wir" , aku tersenyum mendapati tingkah konyol ke 2 rekan ku ini, seperti nya mereka sudah melupakan kesedihannya.
Booby kemudian duduk di kursinya di depan meja Gugu . Wira juga sudah duduk di kursinya di belakang mejaku.
"Selamat pagi Gugu" sapa Rina dengan muka memerah ketika ia melewati meja Gugu .
"selamat pagi Rin" balas Gugu sambil tersenyum. Rina yang wajahnya sudah Semerah kepiting rebus segera duduk dan membuka laptopnya , alih alih mengalihkan perhatian agar tidak ada yang tau.
Booby menoleh kebelakang dan menopang dagunya" Jadi menurut kalian siapa yang akan menggantikan Direktur Marlia?"