
Booby menoleh kebelakang dan menopang dagunya " jadi siapa yang akan menggantikan Direktur Marlia?" tanya nya dengan pose berpikir.
Gugu yang nampak ingin menjawab mengatupkan bibirnya kembali , Ren yang juga terlihat tertarik dengan topik pembicaraan ikut menoleh kebelakang , Wira hanya mengedikkan ke dua bahunya tidak tau sedangkan aku hanya menggelengkan kepala. kami semua menghela nafas , takut takut jika orang yang menggantikan Direktur Marlia itu adalah orang yang jahat , galak dan ketus . yah seperti nya kami harus beradaptasi kembali.
"sebenarnya aku mendengar sesuatu ketika aku ditoilet ....."Rina yang seperti nya mengetahui sesuatu segera bercerita...
FLASH BACK ON
Pagi tadi...
Rina terlihat terburu buru memasuki lobi perusahaan ,pagi ini ia bangun kesiangan karena semalam menemani adiknya mengerjakan tugas kuliah , ia bahkan tidak sempat sarapan. 'aku harus ke toilet ' batin nya gusar karena sedari di perjalanan ia sudah menahan membuang hajat.
ia tidak perduli jika nanti ada yang menanyakan kenapa ia terlambat , ia bisa saja mengarang seribu satu alasan yang penting sekarang adalah toilet.
Baberapa saat kemudian ia sudah selesai dan berniat untuk keluar dari toilet tapi tiba tiba ia mendengar suara wanita berbincang bincang, Rina menajamkan pendengarannya untuk mengetahui apa yang mereka bicarakan.
"Aku tidak menyangka Direktur Marlia akan pergi secepat itu sekertaris Min, ia adalah orang yang baik" kata seorang wanita.
"Aku juga tidak menyangka hal itu akan terjadi , CEO bahkan sangat sedih mendengar kematian beliau" kata sekertaris min tersebut.
"tapi bagaimana dengan tim Distribusi dan pemasaran, posisi Ketua tim mereka kan sedang kosong?" tanya wanita tersebut
"ya aku tau , posisi direktur distribusi dan pemasaran sedang kosong dan tidak mungkin bagi kita untuk merekrut direktur baru , maka dari itu CEO akan menggantikan posisi Direktur Marlia dengan anak bungsu nya" kata Sekertaris Min itu menjelaskan. Rina menutup mulutnya rapat-rapat , 'apa anak bungsu CEO' batin Rina syok.
"anak bungsu CEO?" tanya sang wanita bingung.
"iya anak bungsu CEO yang berada di AS , beliau ini yang mengurusi kantor cabang di sana ,tapi setelah CEO memanggil nya ia akan kembali kesini" terang sang sekertaris.
"mungkin hari ini" jawab sekertaris Min. Rina semakin merapat kan tangan nya , ia tidak mau ketahuan menguping pembicaraan . ia terlampau syok mendengar informasi bertubi-tubi mengenai Direktur baru tersebut.
'astaga' batin nya dalam hati. Setelah beberapa menit akhirnya ke 2 wanita itu pergi dan Rina bisa bernafas lega.
FLASH BACK OFF
"... jadi begitu ceritanya" kata Rina mengakhiri cerita panjang nya. semua menampilkan ekspresi terkejut nya masing masing tak terkecuali Ren, tapi walaupun begitu ia masih terlihat datar.
"jadi Direktur baru itu anaknya CEO ya,, yah aku tidak sabar menantikan nya" kata Booby mencoba santai .
setidaknya pikir mereka bukan seorang penyihir jahat yang akan menggantikan Direktur Marlia.
"Tapi bobbs..." ucapan Wira terpotong.
'kriet' suara pintu terbuka , sontak kami semua menoleh kearah pintu , dan orang yang kami bicarakan akhirnya datang.
ia memakai jas dan masker hitam. dilihat dari bentuk tubuhnya saja bisa dilihat jika Direktur baru kami ini orang yang tampan.
ia berjalan menuju meja kerja direktur Marlia dan duduk di sana." Selamat pagi semua , kalian pasti bingung dan bertanya-tanya siapa saya" ucap nya tanpa melepaskan masker. tunggu tunggu aku seperti pernah mendengar suara ini.
"perkenalan nama saya Obsidian Grissham , kalian cukup memanggil ku Dian , aku adalah Direktur baru kalian" Ucapnya tegas lalu membuka masker nya .
'PRIA ITU' pekik ku dalam hati.