Our Love Promise

Our Love Promise
chapter 9 : weekend yang kacau (1)...



Weekend seharusnya menjadi hari yang paling menyenangkan di hidupku sampai hari ini...sampai Direktur baruku mengajak makan siang di Apartemenku.


Aku hanya bisa menghela nafas berkali-kali , ya ampun apa yang harus ku masak?...


Aku kemudian membuka kulkas dan melihat bahan apa saja yang ada disana , ada jamur , telur , paha ayam , paprika , bumbu-bumbu dapur , beberapa sayuran dan buah.


ah! aku punya ide , aku tidak tau apakah Direktur Dian akan suka tapi tidak ada salahnya mencoba kan.


... ... ... ... ... ... ... ... ...


Fuuhh...Sudah selesai , aku membuat tumis jamur , rendang paha ayam , capcay goreng , dan yang terakhir telur dadar gulung saus manis untuk minumannya aku membuat jus mangga dan jambu.


Kurasa ini sudah lebih dari cukup. aku mengambil handphone dan menunggu pesan dari Pak Dian.


"Ame , aku sudah sampai di basement , berapa nomor Apartemenmu?"


Aku segera mengetik balasan untuk Pak Dian . Dengan perasaan gugup yang luar biasa aku menunggu Pak Dian di depan pintu.


'tok' 'tok' 'tok'


Aku segera membuka pintu dan begitu terkejut melihat penampilan Pak Dian saat ini , ia memakai kaos hitam dengan kemeja berwarna abu-abu kotak-kotak dan celana jeans panjang. walaupun gayanya terlihat simpel tapi ia terlihat sangat tampan dan keren , oh jangan lupa jam tangan yang menempel di tangannya.


"Hey Ame , kau tidak mempersilahkan aku masuk" katanya dengan seringai jahil ketika ia tau aku memperhatikannya tanpa berkedip.


"i..iya mari silahkan masuk" kataku sedikit canggung.


Aku segera membawa Pak Dian ke meja makan yang berada di dekat dapur.


"wah... apa-apaan ini , ini semua untukku" katanya dengan mata berbinar binar.


aku hanya tersenyum dan mempersilakan Pak Dian untuk duduk dan makan , ia mengambil rendang paha ayam dan capcay goreng.


"Ame seharusnya kau itu membuka Restoran saja dan bukanya bekerja di perusahaan" katanya setelah mencicipi masakan ku.


"Anda terlalu memuji saya , saya tidak sehebat itu" kataku sopan , Pak Dian menggelengkan kepala.


"tidak...itu benar , mungkin kau memang harus beralih profesi menjadi seorang koki" katanya.


Aku tersentak , apakah baru saja Pak Dian menyuruhku untuk berhenti dari perusahaan. mengerti akan raut wajahku yang tiba-tiba berubah Pak Dian langsung menyanggah.


"Maksudku bukan kau harus berhenti dari perusahaan , aku hanya memuji kalau masakanmu enak kok" Katanya berusaha menjelaskan.


Entah kenapa kalau bersama Pak Dian aku menjadi sensitif , setiap kata-katanya selalu kemasukan dalam hati dan sekarang aku menjadi tidak enak padanya.


"Maafkan saya Pak" kataku sambil menundukkan wajah , aku tidak berani melihat wajahnya.


"Ame , kau tidak usah terlalu canggung padaku bersikaplah seperti biasa" kata Pak Dian dengan santai , sepertinya ia masih asik dengan makanannya.


Aku mengangguk dan tersenyum ke arahnya "Terima kasih pak".


"eh.. maaf , Terima kasih Dian " kataku sambil menggaruk pipiku yang tidak gatal.


Kami larut dalam obrolan ringan seputar perusahaan dan makanan , aku baru menyadari bahwa Dian adalah sosok yang menyenangkan dan mudah untuk diajak ngobrol , Anggapan ku kepadanya sedikit berubah.


'Drrttt'.


Handphone ku bergetar , aku segera melihat si penelepon.


"Halo Gugu..ada apa?"


"Halo Ame , kau ada di Apartemen?"


"Iya.. memangnya kenapa?"


"Oh syukurlah... kami semua akan Apatemen mu dan sedang dalam perjalanan , kau jangan kemana mana ya 10 menit lagi kami sampai"


Aku membulatkan mataku , hey ada Direktur Dian disini , lalu apa yang harus kukatakan pada mereka..


"Ada apa Ame?" tanyanya ketika melihat ekspresi ku yang panik.


"Gugu dan yang lainnya akan kemari Pak?" kataku gelisah.


"terus...?"katanya santai , Pak Dian malah enak enakan menyeruput jus jambu.


"Nanti mereka akan curiga pak" kataku pada Pak Dian.


"Curiga apa?" katanya lagi.


Oh tuhan , andai kau bukan Direkturku sudah ku pukul wajah tampan mu itu . Aku segera menarik tangan Pak Dian dan membawanya ke kamarku.


"Hey kenapa kau setakut itu , Aku bisa bilang kalau aku juga ada urusan denganmu" katanya santai.


"Tapi pak tetap saja aku akan merasa tidak enak pada rekan rekanku , Apa yang mereka pikir tentangmu dan aku , Bapak disini saja ya .. jangan keluar keluar" kata ku kemudian pergi meninggalkan Pak Dian sendirian.


Sekarang saatnya membereskan makanan ini agar tidak ada yang tau...


Other side


"Seharusnya kita memberitahu Ame lebih awal , mungkin sekarang ia tengah kelimpungan tau kita akan kesana " kata Rina.


Rina , Ren , Booby , Wira dan Gugu sekarang dalam perjalanan ke apartemen Ame yang Letaknya tidak jauh dari rumah Gugu , tadinya mereka janjian di rumah Gugu sekalian nebeng ke rumah Ame.


"Kau benar...Ah biarlah sekali kali biar begitu" kata Booby acuh tak acuh dan Diamini oleh semua.


"Iya...anggap saja surprise" kata Wira dengan nada bercanda.


"yah..tapi kan kasihan" Kata Rina