
Aku berlari ke sana ke mari untuk membereskan sisa sisa makanan Pak Dian, setelah aku rasa semuanya sudah selesai aku segera menemui Pak Dian yang berada di kamar ku.
Pak Dian terlihat berdiri memungguhi ku menghadap nakas , ia seperti memperhatikan sesuatu tapi aku tidak tau itu apa.
" pak Dian " gumam ku pelan , ia segera berbalik dengan raut wajah terkejut.
"Oh Ame .. Maaf tadi aku hanya melihat foto foto mu " katanya kikuk , aku hanya tersenyum kecil dan berjalan menghampirinya
"Tidak apa apa.." balasku , sesaat aku melihat wajahnya yang tampak memerah.
"Teman-teman mu sudah datang" tanyanya sambil melihat foto foto ku , aku tidak tau mengapa tapi pak Dian terlihat menggemaskan dengan raut wajah seperti itu.
"Belum, mungkin sebentar lagi" balasku , ia hanya mengangguk sebagai respon.
'tok' 'tok' 'tok'
Baru di bicarakan , seperti nya mereka sudah datang.
" Seperti nya mereka sudah datang , kalau begitu saya keluar dulu " . Tepat setelah aku berdiri pak Dian langsung menarik ku dan menahan kepala ku.
"Ada sesuatu di atas kepala mu" katanya , sontak aku sedikit menjauh, pak Dian yang kebingungan hanya bisa memiringkan kepala.
"AME , INI KAMI !!" teriak seseorang dari luar yang aku yakini adalah Booby.
"IYA , IYA , SEBENTAR" aku balas berteriak
"Saya keluar dulu ya pak"
Ketika aku membuka pintu Apartemen hal pertama yang aku lihat adalah wajah kesal Booby , Aku hanya bisa tersenyum garing.
"Lama amat sih" kata Booby dengan nada judes andalan nya.
"hehe maaf , habis bersih-bersih dadakan tadi" bohongku , padahal aku sudah membersihkan Apartemenku karena Direktur Dian akan kemari.
"Maaf ya Ame , kami tidak mengabarimu sebelumnya dan malah merepotkan mu" kata Rina dengan nada bersalah.
Aku menyuruh mereka duduk di ruang tamu dan mengambilkan beberapa Snack dan jus sisa pak Dian.
"Wah kenapa kau repot repot sampai membuatkan jus segala , Padahal niat kami kemari kan menjengukmu" Kata Gugu , aku hanya tersenyum , dalam hati aku merasa bersalah karena telah berbohong.
"Oh iya Ame , tim kita mendapatkan proyek besar untuk pemasaran otomotif dan banyak tugas yang harus dikerjakan , aku sudah menaruh berkas berkasnya di mejamu" kata Wira. Sebenarnya bagus jika kita mendapatkan proyek besar tapi hal itu akan sangat merepotkan karena kami harus sering lembur tapi itu semua sebanding dengan gaji dan hadiah dari perusahaan jika kami berhasil.
"Terimakasih Wira" kataku
"Teman Teman weekend depan kalian bisa ke rumahku , Aku baru saja pindahan" kata Booby sambil tersenyum senang.
"Benarkah *****" tanya Wira yang juga nampak senang.
"Iya , lagipula istriku sekarang juga hamil , hitung hitung selamatan gitu" kata Booby sedikit malu malu.
"Apa hamil !! wah selamat ya Booby , sebentar lagi kamu akan jadi ayah" Kata Rina antusias.
"Selamat ya Boob " ucapku , Gugu pun mengatakan hal yang serupa.
"Selamat ya" Kata Ren si Iceman singkat padat dan jelas , dasar manusia kutub.
"Selamat ***** semoga Debay nya lucu gak kayak kamu burik" kata Wira , sontak Semua tertawa terkecuali Booby yang menjadi objek bully.
Tiba-tiba...
'PYAAAR'
Terdengar suara barang pecat di kamarku. aduh , apa yang dilakukan pak Dian di kamar.
"Ame, suara apa itu" tanya Gugu.
"kau punya kucing" tanya Rina.
"Yah , aku membawanya dari panti asuhan kemarin..aku mau melihatnya sebentar" kataku kemudian bergegas ke kamar.
ketika aku sampai di kamar aku melihat Pak Dian sedang berjongkok sambil memunguti serpihan kaca foto yang pecah.
"Ada apa pak" tanyaku ikut berjongkok di samping nya tatapan matanya terlihat kosong , ia kemudian menatapku.
"Ini foto siapa" tanyanya dengan suara berat. aku melihat fotoku yang baru saja jatuh.
"itu foto saya pak" kataku gugup. Bagaimana tidak gugup jika pak Dian memandangi ku dengan jarak sedekat ini.
Other side.
"eh bukanya kemarin Ame sakit ya , kok ke panti sih" tanya Booby curiga , seperti pria yang satu ini memang sangat jeli.
"iya juga ya.."kata Gugu.
"mungkin yang dimaksud Ame kemarin itu bukan kemarin pas Ame sakit , mungkin sebelum itu" kata Rina , seperti nya gadis ini sangat positif thinking sekali.
"Iya Booby ini , gimana sih" ucap Wira menimpali.
"enggak..kok aku curiga"kata Booby pelan
... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
"Ame kami pulang dulu ya" kata Rina setelah aku mengantar mereka semua keluar dari Apartemen.
"Ame..Sepatu siapa itu" kata Ren memecah perhatianku. Aku melotot , Astaga itu kan Sepatu nya Pak Dian.
"ah..i..itu sepatu milik tetangga ku , kemarin ia meninggalkan nya" kataku mencoba meyakinkan , entah sudah berapa banyak aku berbohong pada mereka.
"Oh , ya sudah kami pulang ya" kata Gugu.
Setelah aku menutup pintu aku segera merosot dan memegang dadaku untung saja tidak ketahuan.
Aku segera ke kamar untuk menemui pak Dian. ia masih saja melihat foto kecil ku dengan tatapan kosong.
"pak Dian.." panggil ku lirih , ia segera menoleh ke arahku.
Ia berjalan mendekat dan memojokkan ku ke tembok "Shylla" gumamnya pelan. aku terkejut sekaligus ketakutan dengan apa yang dilakukan pak Dian , tatapannya berubah menjadi sayu.
Other side
Ren , Rina , Gugu , Booby dan Wira sudah berada di depan lift , mereka tengah asik asik berbincang sampai tiba-tiba...
"Aduh , Ponsel ku ketinggalan" Ucap Booby panik.
"Ya udah sana kamu ambil , kami akan tunggu di basement" ucap Gugu.
Booby segera berlari menuju Apartemen Ame , ia mengetuk pintu tersebut beberapa kali tapi tidak ada jawaban.
"Ck..kemana sih ni anak" ucap Booby sambil menggerutu , iseng iseng ia coba membuka pintu.
'Tidak di kunci' batinnya.
Ia segera membuka pintu dan pergi ke ruang tamu dan ternyata benar ponselnya berada di sofa.
Ketika Booby akan pergi karena ia kira Ame sedang keluar, ia mendengar suara dari kamar Ame.
penasaran ia membuka sedikit pintunya dan mengintip..dan ternyata..
'ASTAGA BUKANKAH ITU...'