
Setelah kepergian Aluna yang sudah Adrien tetapkan sebagai kekasih hatinya, Adrien sudah tidak melihat lagi keberadaan wanita itu. Dan hal ini sudah terjadi selama satu minggu lamanya.
Mereka memang berbeda kantor, tetapi mereka memiliki kontrak kerjasama yang selama lima bulan ini harus didikusikan selalu untuk perkembangan awal. Nyatanya selalu saja asisten pribadi wanita itu yang bertemu dengannya baik di kantor Arga maupun Thomas.
"Terimakasih atas makan siangnya hari ini pak, untuk pembicaraan kita selanjutnya seperti biasanya. Tiga hari yang akan datang." Berajabat tangan sudah hal lazim jika pembicaraan sudah usai seperti saat ini. Rasanya lidah Adrien sulit sekali untuk bertanya apa yang selama ini menjadi pertanyaannya.
"Maaf jika aku lancang, bukannya aku tidak suka bertemu denganmu. Tetapi beberapa hari ini sepertinya aku tidak melihat keberadaan nona Aluna."
Ian mengangguk paham atas rasa penasaran dari salah satu kolega perusahaan bosnya ini. "Nona Aluna sedang sibuk akhir-akhir ini sehingga tidak bisa pergi ke kantor. Ia hanya akan menandatangani dan menyetujui saja apa yang saja kerjakan."
"Sibuk?" Rasanya kerutan di kening Adrien tidak bisa dihilangkan. "Sibuk dengan apa? Setahuku nona Aluna hanya punya kesibukan bekerja sebagai CEO di Thomas Crop."
"Maaf tuan, itu adalah Privasi atasan saya. Saya tidak dapat berbagi informasi lebih lanjut dengan anda. Kalau begitu saya pamit. Selamat siang."
Semua kejadian ini terasa janggal bagi Adrien. Nampaknya ada hal yang mencurigakan dan sengaja disembunyikan, tapi apa?
Adriem segera mengambil ponselnya dan menghubungi orang kepercayaannya. "Tolong carikan semua informasi tentang Qutee Aluna Thomas penerus Thomas Corp tanpa ada satupun yang tertinggal."
'Bip'
"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari ku Aluna." Gumam Adrien diatas semua rasa ingin tahunya.
Setelah berkutat dengan semua kertas-kertas, laptop dan lainnya selama berjam-jam waktu bekerja pun sebentar lagi akan usai. Sudah menjadi rahasia umum jika seorang penerus Arga yang satu ini adalah pengusaha yang teliti dan tepat waktu. Sehingga pekerjaannya untuk hari ini pun sudah selesai lima menit yang lalu. Tinggal menunggu dua puluh menit untuk pulang.
Mencari-cari berita saham terbaru dan tentang pengusaha-pengusaha yang berkecimpung dalam dunia bisnis ia lalukan untuk mengisi waktu luang ini dengan gadget miliknya.
Sebuah email sampai dari seseorang yang sedari tadi ditunggunya. Tanpa basa-basi lagi ia buka segera isi kiriman itu.
Biodata lengkap seorang penerus Thomas Corp terbaru 2018.
Nama lengkap: Queen Aluna Thomas
Nama kecil: Luna
Tanggal lahir: 28-Januari-1996
Tempat lahir: Ibukota Jakarta
Alamat: Jl. Garuda Blok 3 No.88
Pendidikan:
1.Taman Bermain Anak Bangsa (2thn)
2.SDN 23 Jaya Bangsa (6thn)
3.Pahlawan Bangsa Junior High School (2thn)
4.Global Bangsa Senior High School (2thn)
Universitas Negara Raya gelar S1 Bisnis (3thn)
Cita-cita: Designer
Pekerjaan: CEO Thomas Corp (dari tahun 2016)
Hobi: Menggambar, Shopping dan Balapan liar
Makanan kesukaan: -
Minuman kesukaan: -
Hal yang disukai: -
Hal yang tidak disukai: Semua yang tidak disukai
Riwayat penyakit: Maag
Status: Single
Ayah: Harris Julian Thomas
Ibu: Mariana Queenakend Thomas
Dan berita lainnya yang sedikit menambah pengetahuan Adrien akan Aluna meskipun tidak spesifik. Tetapi disini tidak ada hal yang dicarinya, sesuatu yang membuat Aluna sibuk hingga tidak datang ke kantor. Sepertinya ia harus membuktikan sesuatu. Tanpa berpikir ulang, Adrien segera mengambil kunci mobil nya.
Alamat yang tertera di emailnya memang membenarkan bahwa ini adalah rumah Aluna. Adrien turun dari mobilnya, ketika kendaraan itu tidak bisa menerobos masuk kedalam karena terhalang gerbang besar. Adrien menekan bel yang berada di dinding pagar, sebelum benar-benar bertamu dia harus bertanya lebih dulu.
Tak lama interkom berbunyi. "Maaf ingin bertemu siapa?"
Adrien berdehem sebentar, "Apa benar ini kediaman Miss Queen Aluna Thomas?"
Tetapi tidak ada jawaban, malahan gerbang kecil yang berada di pojok terbuka dan menampakkan seorang paruh baya dengan seragam satpamnya. "Maaf, mas ini siapa ya? Kenapa mencari Non Luna?"
"Saya Adrien, perwakilan dari Arga Corp. Saya sedang ada hubungan kerjasama dengan perusahaan keluarga Thomas, dan sekarang saya ingin menjelaskan hal mendesak pada CEO baru yaitu Miss Aluna. Masalahnya hal ini tidak bisa di jelaskan melalui telepon apalagi di titipkan."
Sang satpam menganggukkan kepalanya paham. "Lalu kenapa tidak di kantor pak? Kenapa bapak malah kemari?"
Adrien menjadi sedikit kesal dengan pria paruh baya ini. "Miss Aluna tidak pernah bisa saya temukan dikantor. Seperti yang saya katakan tadi, ini tidak bisa disampaikan orang lain oleh karena itu saya bertanya alamat rumah Miss Aluna pada recepcionist disana."
Sekali lagi sang satpam menganggukkan kepala sok paham. "Saya mengerti. Tapi maaf pak mengecewakan Anda, Non Luna sudah tidak tinggal disini lagi sejak pulang dari luar negeri. Dia punya rumah sendiri, dan disini hanya ada tuan dan nyonya besar yang tinggal berdua."
"Oh begitu? Bisa bapak beritahu alamatnya pada saya? Saya sudah berulang kali menghubunginya tapi tidak ada respon sedangkan waktu saya sangat sempit untuk bertemu dengan Miss Aluna." Berbohong sedikit tak masalah yang terpenting ia bisa mendapatkan informasi lebih lanjut.
"Oh iya iya pak, saya tulis dulu alamatnya." Setelah beberapa lama sang satpam kembali mendekati Adrien dan memberikan selembar kertas berisikan alamat yang diinginkan. "Terimakasih pak, ini untuk bapak."
"Eh gak usah pak, saya cuma kasih tau alamat aja kok." Adrien tersenyum dan terus menyodorkan sogokannya pada pak satpam tak ingin pemberiannya ditolak, lagipula pak satpam ini sudah sangat membantunya.
"Terima ya pak, kalo gitu saya pamit dulu. Terimakasih."
"Terimakasih kembali pak, hati-hati."
Mengikuti petunjuk dari alamat yang didapat, Adrien kini sampai disalah satu kawasan kompleks rumah mewah. Setelah mengatakan keperluannya tak sulit bagi Adrien untuk masuk kedalam gerbang kompleks dan mencari sebuah rumah yang dicarinya.
Memarkirkan mobilnya didepan sebuah rumah besar, Adrien melangkah menuju pos satpam disana. "Ada Luna didalam?"
"Oh siapa ya pak?" Adrien tersenyum kecil, "saya teman kantornya, dia menyuruh saya kemari. Jadi, Luna dirumah?"
"Ada pak, silahkan masuk." Secepat itu sang satpam bergerak membuka gerbang mempersilahkan mobil Adrien masuk.
Dengan langkah tenang Adrien memasuki rumah yang pintunya tak terkunci. Rumah ini sepi, bahkan tak ada pembantu rumah tangga yang berlalu lalang. Ketika sudah sampai dirumah ini, Adrien tak tahu harus mencari kekasih hatinya dimana. Jadilah ia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah menaiki tangga menuju lantai atas.
Keadaan dilantai atas sama saja dengan lantai bawah, tak tampak ada seorang pun disana. Tetapi suara tangisan bayi membuat Adrien amat penasaran. Setahunya Luna masih single dan tinggal dirumah ini sendiri meskipun ada segelintir gosip lain, tapi mengapa ada tangisan bayi?
Atau jangan-jangan... Adrien menggeleng dan berjalan mendekat menuju sumber suara tanpa mau memikirkan lagi dugaan-dugaan didalam kepalanya. Lalu saat berhadapan disebuah pintu, Adrien tanpa ragu membukanya dan menemukan sesuatu yang mengejutkan.
Like and Comment guys!!!