Oh, My Sexy Wife

Oh, My Sexy Wife
Part 9



Hingga pukul dua dini hari pasangan tersebut belum juga ada yang tidur, keduanya masih berpelukan tanpa mengenakan pakaian, Ya keduanya menghabiskan malam pertama yang panjang. walaupun ini bukan yang pertama kali mereka melakukan itu tapi ini adalah malam pertama mereka sebagai suami istri.


Monic yang merasa kelelahan kemudian berkata pada brian


"Mas, kamu belum ngantuk?"


"Ngantuk sebenernya sayang, kenapa emang?"


"Lah kalo ngantuk kenapa nggak tidur?"


"Seneng aja aku bisa peluk kamu kaya gini"


"Seneng karena abis dapet jatah kali"


"Ya itu juga sih, tapi aku seneng karena akhirnya kamu jadi istri aku"


"Minggir dulu deh, aku mau ambil baju tidur, dingin soalnya"


Brian pun akhirnya melepaskan pelukan dan membiarkan monic mengambil gaun tidur nya, begitu pun dengan brian yang juga langsung mengenakan piyama tidur nya.


"Tidur ya, aku udah capek, besok kita jalan-jalan ya" Monic memastikan


"Iya sayang, ayo tidur"


Hari sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, brian sudah terbiasa bangun jam tujuh pagi karena dirinya harus memulai aktivitas pada pagi hari. Namun pagi ini adalah pagi terindah menurut brian karena begitu ia bangun tidur yang ia lihat adalah istrinya yang cantik juga sexy.


Brian sangat terpesona dengan bentuk tubuh istrinya, menurutnya bentuk tubuh sang istri begitu sexy hingga membuat ia seperti ingin terus meniduri sang istri.


Brian memandangi wajah sang istri kemudian ia memberi ciuman di bibir sang istri, ciuman itu membuat istrinya bergerak seperti tidak nyaman.


"Kenapa kamu liatin aku kaya begitu" sang istri sudah bangun ternyata


"nggak apa, kamu tidur nya senyum aja daritadi" jawab brian


"masa sih aku senyum senyum pas tidur"


"iya, mimpi apa sih"


"nggak mimpi apa-apa, kita jadi kan jalan-jalan?"


"jadi, kamu mau kemana emangnya?"


"mau ke dufan, aku belum pernah kesana"


Brian terperangah dengan jawaban sang istri, tidak menyangka bahwa sang istri minta pergi jalan-jalan ke dufan. Ia pikir istrinya itu akan minta pergi belanja untuk beli barang-barang yang ia suka.


"serius mau ke dufan? Kirain aku kamu mau belanja atau apa gitu?" jawab brian


"belanja apa emangnya?"


"ya baju atau apa gitu yang kamu suka"


"nggak ah, aku mau ke dufan aja ayo"


"yasudah, nanti jam sebelas kita berangkat ya"


"mau mandi bareng nggak?" monic mengatakan seperti itu sambil mengedipkan matanya


"istri aku pintar ngegoda juga ya" jawab brian


Brian pun langsung menggendong sang istri secara bridal dan langsung membawanya ke kamar mandi


Saat monic tengah berdandan, ada chat masuk di wa nya dari sang ibu


Mamah : Gimana semalam, kira-kira mamah dapet cucunya masih lama nggak?


Me : Ya mana aku tau, baru nikah sehari ditanya kapan dapet cucunya aja


Monic tidak habis pikir oleh ibunya ini, yang benar saja baru sehari menikah sudah ditanya kapan mereka dapat cucu, ah sudahlah ia tidak mau melihat hp nya lagi daripada dia pusing membaca whatsapp yang jangan jangan isinya hanya sang ibu yang bertanya kapan dapat cucu.


Monic melihat brian yang sedang sibuk dengan hp nya membuat ia penasaran apa sebenarnya yang sedang suaminya kerjakan.


"Mas, kamu lagi ngapain? Daritadi kayanya sibuk banget sama hp" tanya monic


"aku lagi koordinasi sama tim aku sayang karena aku mau cuti satu minggu"


"oh iya aku mau tanya, keluarga kamu pemilik tunggal sky bar?"


"iya sayang, keluarga ku pemilik tunggal dan aku mau kasih tau kamu soal pekerjaan aku, jadi aku sehari-hari mengurus sky bar tapi selain itu, aku juga masih jadi karyawan di paramount grup"


"terus jam kerja kamu gimana?" tanya monic


"aku berangkat jam sembilan sayang, biasanya aku pulang kerumah jam delapan malam, tapi kadang aku siang suka pulang" jawab brian


"aku takut kesepian aja, soalnya yang aku tau jam sky bar itu mulai jam delapan sampe jam empat pagi"


"di sky bar setiap harinya aku cuma mantau aja sayang, aku punya tim tersendiri yang ngananin sky bar" jawab brian


"bagus deh kalo gitu" jawab monic


"oiya monic, kita nginep disini selama satu minggu kedepan, setelah itu kita akan tinggal dirumah aku, nantinya ada mbok sum yang temenin kamu, mbok sum itu yang merawat aku dari bayi, aku harap kamu bisa akrab ya sama mbok sum"


"siap pak suami, oiya kita nggak ada honeymoon kemana gitu? Atau kita disini aja?" tanya monic


"kamu mau kemana emangnya?" brian yang balik bertanya


"ya nggak tau juga sih" jawab monic


"nanti kalau aku ada waktu lagi kita jalan-jalan ke korea ya, kamu mau?"


"mau dong pastinya" jawab monic


"kamu udah selesai belum, kita belum sarapan loh monic ini udah jam sepuluh"


"ini udah selesai kok, ayo kita sarapan" jawab monic


Setelah sarapan, brian dan monic melanjutkan ke tempat tujuan mereka yaitu dufan, disana brian dan monic mencoba seluruh wahana yang ada di dufan. Brian senang karena monic terlihat begitu senang selama mereka ada di dufan, ya walaupun agak konyol juga untuk seumuran monic masih mau pergi ke dufan, tapi itu tidak masalah untuk brian selagi monic senang.


ketika sudah menjelang sore, mereka berdua akhirnya pulang dari dufan, brian dan monic sudah berencana akan makan malam di hotel saja, karena dua sejoli itu sudah kelelahan di dufan jadilah mereka makan malam di hotel.


Saat ini brian dan monic sudah berada di hotel, mereka sedang menonton televisi sesudah makan malam tadi, ada sesuatu yang ingin monic tanyakan dan sepertinya ini waktu yang tepat.


"mas, aku mau tanya dong.. Sebelum ketemu sama aku mantan kamu ada banyak ya?"


"eh, kenapa pertanyaan nya kaya gitu?"


"ya mau tau lah aku, emang nggak boleh ya?" jawab monic


"boleh aja, yaudah aku jawab, sebelum ketemu sama kamu, aku memang sempat menjalin hubungan sm perempuan tapi itu nggak bertahan lama cuma satu tahun lalu kami putus" jawab brian


"kenapa bisa putus mas?"


"kalo nggak putus sama dia kita nggak akan bisa nikah kan sayang"


"aku serius mas, kenapa bisa putus waktu itu?"


"dia sih yang mutusin duluan, alasannya karena aku membosankan orangnya"


Monic kaget dengan jawaban suaminya barusan. Tapi tak apa lah yang penting mereka sudah putus.


"tapi kamu udah nggak ada rasa lagi kan mas sama dia?" tanya monic


"nggak dong sayang, aku cuma cintanya sama kamu aja" brian mengucapkan itu sambil kemudian mencium bibir sang istri.


"ih kok cium cium sih mas, kamu nyerocos terus mulutnya" monic mengucapkan itu sambil pura-pura merajuk padahal dalam hatinya senang bukan main


"padahal kamu suka kan" brian mengucapkan itu sambil meremas payudara sang istri


"ahh mas" monic mendesah karena sentuhan dari brian


"nggak capek kan? tiga ronde ya sampe pagi" brian mengucapkan itu dengan suara yang serak penuh dengan gairah


"siapa takut" monic pun menyanggupi