Oh, My Sexy Wife

Oh, My Sexy Wife
8. Pernikahan



Hubungan nya dengan brian berjalan dengan baik, monic merasa nyaman menjalin hubungan dengan brian, brian juga merasa bahagia menjalin hubungan dengan monic. Restu dari kedua orang tua mereka juga sudah didapatkan, kedua orang tua mereka sangat bahagia ketika monic dan brian meminta restu untuk menikah, bahkan orang tua brian meminta agar pernikahan dilaksanakan secepat mungkin.


Karena antusias dari kedua keluarga, hanya dalam waktu tiga minggu saja pernikahan brian dan monic akan dilaksanakan.


Hari yang ditunggu pun tiba, perayaan pernikahan monic dan brian dirayakan secara sederhana, hanya acara pemberkatan di gereja lalu acara di hotel dengan hanya mengundang teman dan kerabat dekat saja.


"Yaampun monic bestie gue, bener kan firasat gue kalian tuh pasti jodoh, brian titip sahabat gue ya, kalo mau jalan sama gue jangan dilarang loh ya awas aja kalo sampe larang2 monic pergi jalan sama gue" tasya mengucapkan itu dengan mata yang berkaca kaca.


Brian dan monic pun saling pandang, tasya yang seperti ingin menangis malah terlihat lucu di mata brian dan monic.


"Tenang aja tasya, kalau mau jalan-jalan sama monic nggak akan gue larang, asal jangan dibawa kabur aja istri gue" jawab brian


"Ogah juga sih bawa monic kabur makannya banyak soalnya" jawab tasya


"Semoga lu cepet nikah juga ya tasya, ntar kita jadi ibu-ibu deh" monic menjawab dengan semangat


"Gue nggak percaya lu udah nikah sekarang, berkurang deh waktu buat kita keluyuran kemana mana, udah lah gue mau makan dulu laper" jawab tasya


Setelah tasya pergi dari pelaminan, brian berbisik kepada monic


"Aku udah males banget ada disini, rasanya pengen ke kamar aja"


"Dasar mesum" monic menjawab sambil memicingkan matanya


"Ayolah, aku udah siap banget loh ini"


"Sabar ya, tahan dulu sedikit, emangnya kita mau pergi gitu aja dari sini" monic menjawab sambil mencubit perut brian


"Aah sakit monic, kamu nyubit nya pake dendam apa gimana sakit banget ini" brian mengeluh


"ah dasar lemah baru segitu aja sakit"


"ya kalo nyubitnya kaya kamu mah semua juga ngerasain sakit"


"badan gede tapi begitu aja sakit" monic yang masih terus mencibir


"awas kamu ya monic, liat aja ntar malem"


"Hahaha, kamu pikir aku takut" jawab monic


Setelah sekian jam menyapa tamu-tamu di acara pernikahan mereka, akhirnya brian dan monic bisa beristirahat di kamar. Brian dan monic serta keluarga menginap di hotel tempat mereka merayakan resepsi pernikahan.


Monic yang masih duduk di pinggir ranjang memperhatikan brian yang tengah sibuk melepas jas nya, monic memperhatikan brian yang kini hanya memakai kemeja putih dengan kancing terbuka sehingga terlihat dadanya walau hanya setengah ditambah dengan rambut yang agak acak acakan semakin membuat penampilan brian terlihat sangat tampan dimata monic. Hingga kemudian brian bersuara


"kamu nggak mau copot gaunnya?" tanya brian


"ntar ah masih capek aku, aku boleh minta tolong nggak?"


"kenapa?"


"haus, tolong ambilin minum dong, mau jalan sendiri capek gaunnya berat"


"siap tuan putri"


tak lama brian pun kembali dengan segelas air


"nih minumnya"


"makasih"


Lalu brian duduk di ranjang bersama monic


"monic, makasih ya kamu mau nikah sama aku, makasih udah kasih aku kesempatan monic"


"semoga rumah tangga kita bahagia terus ya"


"Amin sayang" lalu brian mencium kening monic


"oiya monic, aku punya sesuatu buat kamu, tunggu sebentar"


Lalu brian membuka kopernya, dan mengambil hadiah yang sudah ia siapkan untuk monic.


"mudah mudahan kamu suka sama hadiah dari aku ya monic, ini buat kamu"


Ternyata brian memberikan satu set perhiasan batu safir berwarna biru yang sangat cantik, monic langsung menyukai perhiasan tersebut karena tampilannya yang elegan dan cantik


"Ini bagus banget brian, mana mungkin aku nggak suka"


"Ya siapa tau selera orang kan beda-beda, syukurlah kalau kamu suka"


"Pakai kalau lagi ada acara aja sayang, kamu pasti tambah cantik pakai perhiasan itu"


"Makasih suami ku" Monic mengucapkan itu lalu mencium pipi brian


"Giliran dikasih perhiasan kamu mau cium aku"


"Ya kan kemarin kemarin mah belum sah ya, enak aja main cium cium kaya kamu"


"Kamu cantik sih jadinya aku pengen cium terus"


"Ya ampun kamu gombal juga ya"


"Nggak gombal lah itu"


"Yaudahlah terserah, bantuin aku copot gaun dong, susah banget ini"


"Sini aku bantu, darimana nyopotnya?"


"Dibelakang yang ada kancing kancing itu"


Lalu brian pun pindah posisi untuk membantu melepaskan gaun monic, selagi brian melepaskan kancing kancing gaun monic tiba-tiba monic bertanya.


"Brian, sebelumnya kamu punya pacar?" monic bertanya


"Panggil aku jangan pake nama monic, aku suami kamu"


"Hah, terus panggil apa?"


"Panggil sayang, mas, atau honey juga aku suka"


"Lebay ah, masa panggil honey"


"Yaudah yang lain, tapi jangan panggil aku pakai nama"


"Panggil mas aja ya"


"Itu juga aku suka" Jawab brian


"Itu gaunnya udah kebuka belum, kok lama sih"


"Sabar monic, kenapa kamu pilih gaun yang susah dibuka begini sih"


"Ya tapi modelnya bagus di aku"


"Susah dibuka begini kok, kan jadi repot"


"Yaudah nggak usah bawel deh" jawab monic dengan nada menggerutu


"Nah ini udah kebuka"


Ketika gaun sudah dibuka, brian terperangah dengan penampakan punggung mulus nya monic, dirinya langsung menyentuh punggung monic dan mengelus punggung nya, lalu brian memeluk monic dan menaruh kepalanya di pundak monic, lalu mencium pipi hingga leher monic.


"Mas, geli"


"Sekarang ya?"


"Mas, aku mau mandi dulu ya" jawab monic


"Mandi bareng ya?"


Monic tersenyum dan menganggukkan kepala tanda setuju


Brian langsung meloloskan gaun monic hingga kini monic dan monic langsung melepaskan semua pakaian yang ia kenakan, hingga sekarang tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun.


Begitu pun dengan brian yang langsung melepaskan semua yang ia kenakan, hingga kini tubuh keduanya sudah polos.


Brian langsung menarik monic untuk berhadapan dengannya, brian menyentuh wajah monic dan menarik nya lebih dekat kemudian brian mencium bibir monic, monic yang menerima itu langsung memejamkan mata dan mengikuti ciuman brian. Ciuman yang sangat lembut hingga lama kelamaan menjadi ciuman yang sangat panas dan menuntut. hingga kemudian monic melepaskan ciuman itu dan berkata


"Kita nggak usah mandi"


"Siap tuan putri"


Brian lalu kembali mencium bibir monic kemudian brian meremas salah satu payudara monic, kemudian brian menghisap payudara monic, monic mendesah karena hisapan brian di *********** dan berkata kepada brian


"Yang satunya juga mas" Monic mengucapkan itu dengan *******


Brian pun tersenyum kemudian meremas payudara monic yang lainnya dan menghisapnya juga.