Oh, My Sexy Wife

Oh, My Sexy Wife
5. Kesal



Brian dan monic saat ini sedang dalam perjalanan pulang, di dalam mobil mereka masih canggung karena ciuman dari brian tadi. Brian yang merasa bersalah karena ciuman tadi, ah dirinya tidak mengerti kenapa di depan monic ia tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh ataupun mencium nya, sungguh wajah monic merupakan candu baginya. Baru kali ini ia bertemu dengan seorang wanita yang mampu menghipnotis dirinya. Selama ini, brian sudah sangat banyak bertemu dengan wanita mulai dari wanita yang polos sampai wanita penghibur ia sudah pernah bertemu, ya mengingat dirinya berbisnis di tempat hiburan malam maka sudah pasti ia sering bertemu dengan banyak wanita, tapi baru dengan monic saja ia merasa terhipnotis.


Karena didera perasaan bersalah, akhirnya brian menepikan mobil nya untuk berbicara dengan monic. Monic yang ingin bertanya kenapa mobilnya berhenti tapi karena kesal jadi ia enggan bertanya dan memilih untuk diam saja.


"monic, aku sungguh minta maaf untuk perbuatan ku yang tadi, sungguh monic aku sangat kelewatan, aku minta maaf" brian memohon maaf pada monic tapi monic hanya diam saja.


"monic, kamu marah sama aku? Tolong maafin aku ya monic" sekali lagi brian memohon maaf pada monic


"aku kesel brian sama kamu, seenaknya aja main cium cium, tadi aja minta maaf nangis terus tiba tiba kamu cium aku segala pake bilang i love you" jawab monic


"maaf monic, tapi sungguh ngeliat kamu tuh kaya gimana gitu" jawab brian


"kaya gimana maksudnya" jawab monic


"ah nggak ada, pokoknya aku minta maaf ya monic tolong maafkan aku" jawab brian


Tidak mungkin brian mengaku kalau ia seperti tidak bisa menahan hasrat untuk mencium monic jika mereka sedang berhadapan.


"beli eskrim dulu baru aku mau maafin" jawab monic


"ayo kita beli eskrim" jawab brian dengan penuh semangat


unik sekali wanita yang ada di hadapannya ini, ia belum bisa menilai monic seperti apa, tetapi sepertinya monic bukan tipikal wanita yang hobi berdrama


Mereka berdua mampir sebentar ke sebuah minimarket untuk membeli es krim strawberry kesukaan monic. Ketika di dalam mobil monic begitu asyik dengan es krim nya. Hingga itu pun tak luput dari penglihatan brian


"kamu suka banget es krim ya" tanya brian


"suka banget banget banget malah" jawab monic


"kaya anak kecil aja masih suka es krim" jawab brian sambil terkekeh


"es krim tuh obat buat aku, kalo aku lagi kesel, ya es krim ini obatnya" jawab monic


"murah dong ya berarti obat keselnya" jawab brian


"iyalah, nggak perlu hal-hal aneh dalam hidup ini" jawab monic


Brian takjub dengan jawaban monic sepertinya benar monic memang bukan tipikal wanita yang manja atau suka berdrama.


"monic, ada sisa es krim di mulut kamu" brian memberi tau monic


"masa sih, perasaan aku makan nya rapi kok" jawab monic sambil mencoba membersihkan mulutnya tapi tidak berhasil


akhirnya brian mengambil tisu untuk kemudian membersihkan mulut monica.


"maaf ya monic, ini aku bersihin mulut kamu" brian menyodorkan tangannya untuk membersihkan sisa es krim di mulut monic


monic hanya bisa diam saja ketika brian membersihkan mulutnya. bahkan menatap matanya pun tidak berani.


"ok udah selesai" brian merasa puas dengan pekerjaannya yang membersihkan bibir monic


"sebentar lagi kita sampe monic" brian mencoba mengajak ngobrol monic, karena monic terlihat canggung sekali


"nanti mampir dulu sebentar, siapa tau mamah sama papah belum tidur, ini masih jam 10 kok" monic memberikan instruksi


"siap tuan putri" jawab brian


Sepuluh menit kemudian mereka sampai di rumah monic dan benar saja kedua orang tua monic memang belum tidur, dan memang sengaja menunggu monic. Hingga akhirnya mereka bisa tenang ketika monic sudah pulang sekitar jam 10 malam.


"om tante belum tidur" brian menyapa kedua orang tua monic


"belum jam 12 kan om, monic sudah saya antarkan kembali dengan selamat" brian mencoba bergurau dengan ayah monic


"hahahaha iya bagus, kamu nurut dengan aturan om" jawab steven


"oiya om tante mungkin saya pamit dulu, supaya tante sama om bisa beristirahat juga monic sepertinya butuh istirahat" brian pamit untuk pulang pada kedua orang tua monic


Setelah brian berpamitan pada kedua orang tua monic, monic mengantarkan brian hingga ke tempat parkir mobilnya.


"tidur ya, istirahat, terima kasih untuk hari ini, aku pulang dulu" pesan brian pada monic


"hati-hati di jalan ya, habis ini kamu langsung pulang atau ke bar?" tanya monic


"ehm rencana aku mau ke bar dulu sih, nengok keadaan disana kaya gimana, tapi paling nggak lama habis itu aku pulang" jawab brian


"yaudah hati-hati" jawab monic


"nanti aku wa kamu" jawab brian


"iya wa aja" jawab monic


Setelah mobil brian meninggalkan rumahnya, lalu ia masuk kedalam rumah, dan kedua orangtuanya ternyata masih menunggu monic dan terlihat sekali dari ekspresi nya bahwa mereka ingin bertanya banyak hal pada monic


"brian itu teman kamu atau pacar kamu?" tanya kartika pada monic


"brian teman aku ma, lagian kan aku udah bilang aku nggak punya pacar" jawab monic


"tapi kayanya brian itu naksir kamu deh monic, keliatan dari ekspresi wajahnya" jawab kartika


"ah mama mah cuma nebak doang kan pasti, kita nggak tau dalem hatinya mah, siapa tau dia biasa aja sama aku" jawab monic


"ah kamu mah nggak peka deh monic, ini mamah tuh udah pengalaman, itu dari ekspresi muka aja dia itu naksir kamu, semoga jodoh ya" jawab kartika


"Aamiin" jawab steven


Sedangkan monic hanya melongo saja dengan tingkah ibunya, dirinya heran mengapa kedua orangtuanya sangat ingin sekali dirinya menikah, ya bukan berarti dirinya tidak ingin menikah, hanya saja kalau bertemu dengan orang yang tepat mau bagaimana lagi. Seandainya mereka tau apa yang sudah dialami monic, hah sungguh tidak terbayang bagaimana jadinya


"udahlah ma, aku mau kekamar dulu pegel banget badan ku" jawab monic


"yaudah sana istirahat kamu" jawab steven


ketika monic memasuki kamarnya, kepalanya agak pusing memikirkan seandainya orang tuanya tau apa yang sudah ia alami enam bulan terakhir ini, kemudian ia megambil foto usg dari dalam dompetnya, ia memandangi foto usg tersebut dengan tersenyum, ia menyesal karena tidak dapat menjaga dengan baik kandungannya. Namun ada juga rasa syukur karena kejadian kegugurannya, karena ia juga tidak bisa berpikir bagaimana reaksi kedua orang tuanya. Ah mungkin ini memang yang terbaik.


Tak lama kemudian ada chat masuk di hp nya, dan tentu saja itu dari brian


Brian : Sudah tidur?


ia pun langsung membalas pesan tersebut.


Me : belum, tapi bentar lagi sih mau tidur, masoh di bar?


Brian : iya masih nih, mungkin setengah jam lagi balik, yaudah tidur sana istirahat


Me : Iyaa yaudah hati-hati


Brian : Siapp bos


Suasana hati brian campur aduk sekali hari ini, ada rasa penyesalan yang sangat dalam juga ada rasa senang, ah tidak disangka perjalanan hidupnya akan seperti ini.