
Ketika monic sampai dirumah dengan perasaan yang tidak karuan, dan tasya yang terus bertanya bagaimana ia bisa bertemu dengan brian, rasanya hati monic sungguh tidak karuan, ia sudah mencoba untuk melupakan kejadian enam bulan lalu, dan pelan - pelan dirinya sudah bisa berdamai dengan keadaan, dan kini malah ia dipertemukan kembali dengan lelaki itu. Monica mengingat dengan jelas kejadian enam bulan lalu, dimana saat itu ia masih dilanda kesedihan atas kandasnya hubungannya dengan roni lalu ia mencoba untuk pergi ke bar seorang diri, dan disana ia minum minuman hingga brian datang menghampirinya, monic masih ingat dengan jelas waktu itu brian menghampirinya karena ingin melindunginya dari lelaki hidung belang yang ingin berbuat tidak sopan padanya.
kemudian brian mengajak ia pergi dari bar dan kemudian ia diajak ke sebuah cafe dan brian mengajaknya untuk ngobrol santai, namun pada saat itu mereka belum memperkenalkan diri masing-masing. Hingga pada akhirnya mereka larut dalam obrolan kemudian monic menawarkan untuk tidur bersama, monic menawarkan itu karena ingin menghilangkan kesedihan nya, awalnya brian menolak, lalu karena monic yang memaksa akhirnya brian setuju dengan permintaan monic. Lalu pada pagi harinya setelah percintaan panas mereka, monic bangun lebih awal dari brian, monic langsung berpakaian dan pergi meninggalkan brian yang masih tertidur lelap.
"ahhhh kenapa sih mesti ketemu laki-laki itu lagi"monic menggerutu sendiri
sudah dua hari sejak pertemuannya dengan brian, monic mencoba untuk bersikap santai dan tenang, monic mencoba untuk melanjutkan kehidupannya kembali.
"monic, kamu nggak lupa kan hari ini ada meeting dengan pak waluyo" tanya steven
"nggak pah, papah yakin nggak ikut meeting hari ini?" tanya monic
"nanti mungkin papah nyusul, papah doakan meeting nya lancar ya hari ini" jawab steven
"Aamiin pah" jawab monic
Sesudah sarapan, monic bersiap siap untuk berangkat ke kantor tapi tiba-tiba hp nya berbunyi menandakan ada sebuah chat masuk
0812×××× : monic, ini aku brian save nomor aku ya, kebetulan ada yang mau aku bicarakan sama kamu
Monic kaget bukan kepalang tau bahwa brian bisa mendapatkan nomornya, pasti dia tau nomor nya dari tasya.
Me : mau bicara apa ya
Hanya seperti itu jawaban dari monica, tapi nomor nya brian tetap ia simpan.
Brian yang sedang menikmati kopi nya tersenyum melihat pesan nya dibalas, sejujurnya ia menyukai monic dari awal bertemu di bar. Hanya saja yang ia sesali adalah tawaran dari monica yang ia setujui, tawaran dari monica sangat menggiurkan baginya. sebelumya ia tidak pernah tidur dengan wanita, tapi saat monic yang menawari untuk tidur bersama, ia seperti tidak bisa menolak, brian menyukai monic sejak awal mereka bertemu, apalagi ditambah tubuh monic yang sexy membuat ia terbuai.
Brian mengingat sesudah percintaan mereka, saat ia bangun dari tidurnya, monic sudah tidak ada, ia ditinggalkan sendirian. Membuat ia berpikir apakah monica menyesal telah tidur bersamanya. Kemudian ia membalas pesan monic
Me : Tentang kita tentunya, kapan kamu ada waktu?
Tidak perlu menunggu lama, pesannya dibalas oleh monica
Monica : malam aja ya, lewat chat aja ya
Brian mengernyitkan dahi, ia ingin bertemu dengan monic rasanya tidak pantas kalau membahas ini hanya lewat chat saja. Lalu ia membalas chat monic lagi.
Me : kita ketemu aja, aku ingin ngomong langsung
Pesannya hanya dibaca oleh monica tanpa ada balasan, tak apa memang ini butuh waktu.
Brian masih memandangi foto profil monica, ah dia merasa sudah betul betul terpesona dengan monica. Hingga kemudian ada panggilan masuk dari ibunya.
"Halo, brian sayang kamu lagi apa? Mamah telpon kamu udah dua hari tapi nggak kamu angkat" Erika, ibunda brian langsung menggerutu kesal pada putranya.
"iya mah, brian lagi ngopi mah, brian udah dua hari ini sibuk banget mah jadi mau telpon mamah lupa"jawab brian
"Brian, mamah ingin lihat kamu menikah deh, kamu sepertinya udah cukup siap buat menikah kan nak?" jawab erika
"Mamah selalu berdoa untuk kamu, papah juga selalu berdoa untuk kamu, tapi kamu sudah ada yang kira-kira kamu taksir?" erika bertanya pada brian
"sudah ada mah, tapi brian kayanya harus ekstra buat dapetin dia"jawab brian
"yaudah semoga itu pilihan terbaik yang dikasih sama tuhan ya, mamah berdoa semoga hasilnya baik" jawab erika
"Aamiin, makasih banyak mah, oiya mah sampein salam brian buat papah juga adel ya" jawab brian
Adelia adalah adik perempuan satu-satunya brian. Adel juga sangat disayang oleh brian dan keluarganya.
"Iya nak, nanti mama sampaikan salam kamu ya, jaga kesehatan brian, mamah harap kamu membawa kabar baik secepatnya ya"jawab erika
Brian merasa lebih semangat lagi setelah berbicara pada ibunya. Ah ia semakin tidak sabar untuk bertemu dengan monica.
Ia sudah yakin bahwa ia akan menjadikan monic sebagai istrinya, selain memang karena ia sudah meniduri monic yang ia tau bahwa monic tidak pernah tidur dengan lelaki lain selain dirinya, itu ia ketahui saat berhubungan dengan monic.
Meeting dengan pak waluyo berjalan dengan baik, walaupun monic agak tidak fokus tetapi ia sanggup menyelesaikan meeting ini dengan baik, sehingga perusahaan mereka akan bekerja sama di bidang properti.
Ketika makan siang tiba, monica makan siang bersama staf-staf di kantornya, monica bukan tipe orang yang hanya mau berbicara dengan yang setaraf saja, dengan siapapun jika ia merasa orang ini baik untuknya maka ia mau diajak bicara.
"bu monic, kayanya dari tadi diem aja deh tumben"santi staf bagian keuangan di kantornya mencoba menegur monic
"ah iya san, saya lagi nggak enak badan sebenernya"jawab monic
"oh, emang lagi musim sih bu, minum obat bu, atau bikin teh hangat" jawab santi
"ok deh san, aku mau bikin teh hangat dulu di pantry" jawab monic
"siap bu" jawab santi
Ketika ia di pantry, monic melihat chatnya bersama brian tadi pagi, sebetulnya ia juga ingin bertemu lagi dengan brian, namun ia masih ada rasa malu dengan kejadian enam bulan lalu. ia ragu apakah ia membalas pesan brian atau tidak, namun akhirnya ia memutuskan untuk membalas pesan brian.
Me : ok, kita ketemu besok malam di cafe piazza terakhir kita ketemu
Tak lama brian pun langsung membalas pesannya.
Brian : Mau jam berapa? Aku jemput ya
monica cukup kaget membaca pesan brian, berani juga orang ini untuk menawari jemputan, ya tapi tak apa lah daripada ia capek capek setir mobil sendiri, dijemput sepertinya lebih baik.
Me : jemput gue jam 7 malam, nanti gue share lokasinya
"Semoga ini jalan yang benar tuhan, aku mohon tuhan bantu aku, lindungi aku tuhan" monica berdoa dalam hati
Sedangkan brian yang membaca pesan nya monic langsung tersenyum puas.