
Satu minggu tak terasa brian dan monic menjadi suami istri, sudah selesai pula brian dan monic mengahabiskan satu minggu penuh di hotel. Ya mereka hanya berada di hotel saja, setelah dari dufan brian dan monic tidak pergi kemana mana lagi hanya diam di hotel dan tentu saja menyibukkan diri dengan melakukan hubungan suami istri sebagai sarana mengakrabkan diri, Sudah jelas itu adalah alasan dari brian. Monic sih menurut saja karena memang brian mampu memberi kenikmatan dunia yang belum pernah ia rasakan.
Hari ini brian dan monic akan pulang kerumah mereka yang sudah brian siapkan. Iya brian sudah mempunyai rumah sebelumnya, dan kini ia membawa sang istri untuk tinggal bersamanya di rumah yang sudah ia miliki. Ketika mereka sampai dirumah ada mbok sum yang menyambut mereka.
"Duh mas brian, istrinya cantik banget, mbok jadi nggak kesepian lagi deh kalo mas brian kerja" mbok sum yang baru pertama kali melihat monic langsung memuji paras monic, monic yang dipuji begitu wajahnya langsung bersemu.
"Mbok, kenalin ini istri aku namanya monic" brian langsung mengenalkan monic kepada mbok sum dengan wajah yang sumringah
"Cantik banget sih non, nanti bisa temenin mbok masak ya"
"Mbok aku jadi tersipu dipuji cantik terus, heheh"
"emang cantik kok ya mas, seneng mbok jadi ada temennya dirumah ini" mbok sum masih saja memuji monic
Brian dan monic sedang berada di kamar tidur mereka, monic sedang merapikan pakaian pakaian nya dengan sang suami.
Ketika monic sedang merapikan pakaian, brian mengingat ada hal yang ingin ia tanyakan kepada sang istri. Brian pun menghampiri monic dan memeluknya dari belakang kemudian ia bertanya.
"sayang, aku mau tanya kamu masih mau lanjut kerja atau jadi ibu rumah tangga aja dirumah?"
"Kalo aku nggak kerja, perusahaan papah ku nanti gimana?"
"Jadi kamu tetap mau kerja?" tanya brian
"Kamu keberatan kalau aku kerja?" tanya monic
"Nggak keberatan, tapi kalau kamu mau nggak bekerja dirumah aja urus aku, aku juga gapapa" brian menjelaskan
"Nanti kalau aku nggak sanggup bagi waktu kerja sama keluarga kita, aku bilang sama kamu" jawab monic
"wangi kamu enak sayang" brian mengatakan itu kemudian mencium leher monic, ciuman yg dari leher perlahan turun ke pundak, ketika brian mencium pundak monic, kemudian monic langsung waspada takutnya brian akan meminta jatah lagi.
"Mas, jangan macem-macem ya kita baru aja sampe dirumah, minta jatahnya ntar malem aja ya" monic memperingatkan sang suami.
"Kamu tau aja aku mau minta jatah lagi, love you sayang" brian mengucapkan itu kemudian mencium pipi monic
Kemudian brian memberi tahu monic bahwa mbok sum sudah menyiapkan makanan untuk mereka.
"ayo sayang, kita makan dulu mbok sum udah masak buat kita" ajak brian
"Kebetulan aku juga udah laper banget, yuk makan" jawab monic
Ketika mereka sudah di meja makan, mbok sum sudah menyiapkan makanan yang cukup banyak untuk brian dan monic, mbok sum sengaja memasak banyak makanan karena menyambut monic.
"mbok makan disini aja sekalian sama kami ya"pinta brian pada mbok sum
"iya mbok, ini makanannya banyak banget mbok sum makan bareng sama kita ya" monic juga turut meminta mbok sum untuk makan bersama
"emang nggak papa mbok sum ikut makan disini sama non sama mas brian?" mbok sum bertanya
"nggak apa mbok, ayo makan" jawab monic
Kemudian monic menarik kursi untuk diduduki mbok sum, monic juga mengambilkan nasi serta lauk pauk nya untuk mbok sum dan juga brian.
Brian merasa sangat senang karena saat makan begini monic mau melayani nya, brian sangat bersyukur mempunyai istri monic.
"gimana masakan mbok sum non, enak nggak menurut non?" tanya mbok sum
"enak kok mbok, nanti ajarin aku masak ya mbok aku nggak begitu pinter masak" jawab monic
"siap non, mas brian itu makan nya nggak aneh-aneh kok, pasti non bisa deh masak buat mas brian" mbok sum menjelaskan
"mbok, udah lama kerja sama mas brian?" tanya monic
"wah udah lama non, dari mas brian masih di kandungan nyonya mbok sum udah kerja non, terus mas brian lahir terus akhirnya sampe sekarang ini masih kerja sama mas brian" mbok sum menjelaskan
"keluarganya mas brian bikin betah kerja ya mbok?" tanya monic
"baik banget non, ntar juga non pasti ngerasain deh baiknya orang tua mas brian" jawab mbok sum
"mas brian dulu playboy nggak mbok?" tanya monic yang sudah penasaran
"setau mbok mah mas brian nggak pernah ajak temen perempuan kerumah malah non"jawab mbok
"oh yaudah deh mbok" jawab monic
"tapi mbok bisa jamin kalo mas brian nggak pernah aneh aneh deh non" jawab mbok sum
"mudah mudahan ya mbok" jawab monic dengan tersenyum
Ketika monic telah selesai berbicara dengan mbok sum, ada chat masuk di hp nya dari nomor yang tidak dikenal, monic membuka chat tersebut dan agak kaget dengan isi pesan nya.
0812xxx : Monic, apa kabar? Aku harap kamu sehat ya, kamu masih inget aku kan? Atau nomor ku sudah kamu hapus? aku dengar katanya kamu sudah menikah ya? Selamat ya monic atas pernikahannya semoga kamu selalu bahagia, oiya monic kalau kamu ada waktu boleh kita bertemu monic?
Monic jelas ingat dari siapa pesan itu, itu adalah pesan dari andre yang tak lain adalah mantan kekasih dari monic, pria yang tanpa sebab memutus hubungan dengan monic begitu saja tanpa memikirkan perasaan monic, sungguh ia sudah sangat malas mengingat orang itu, akhirnya pesaanya ia biarkan saja tanpa ada keinginan untuk membalas.
Monic jadi teringat bahwa ia akan membuat kopi untuk brian yang sedang bekerja, jadi ia kembali lagi ke dapur untuk membuatkan kopi untuk sang suami.
Monic mengetuk pintu ruang kerja brian, dan dirinya langsung masuk begitu dipersilakan masuk oleh brian.
"lain kali langsung masuk aja sayang, nggak perlu ketuk pintu" brian menjelaskan
"takutnya kamu lagi fokus mas" jawab monic
"tapi tetep aja nggak perlu pakai ketuk pintu segala, kamu istri aku monic" jawab brian
"ok siap pak suami" jawab monic
"nanti malam mamah sama papah aku mau dateng kesini, katanya kangen sama menantu nya" brian menginfokan itu kepada monic
"emang aku bikin kangen sih orangnya, baru seminggu aja mamah sama papah udah kangen sama aku" jawab monic
"kepedean banget sih sayang" jawab brian
"fakta kok begitu" jawab monic
"mau coba suasana baru nggak? di ruang kerja ini?" brian menggoda monic sambil menciumi pundak monic
ah dasar brian yang tidak bisa dikasih waktu lengang sedikit