
Monica Pradana adalah anak tunggal dari Steven Pradana dan Kartika Arya Pradana. Saat ini Monica sudah berusia 28 tahun, tetapi hingga saat ini monica masih belum mau untuk menikah, sebetulnya pria yang melamar monica untuk menjadi istrinya cukup banyak, tetapi tak satupun lamaran dari mereka monica terima, alasannya karena monica jelas mengetahui bahwa para pria tersebut melamarnya hanya karena dia berasal dari keluarga kaya raya, mereka melamar monica hanya untuk mendapatkan kehidupan yang mewah dan juga untuk menjalin kerjasama agar perusahaan mereka bisa mendapatkan keuntungan.
Monica Pradana memang terlahir dari keluarga kaya raya, ayahnya steven pradana merupakan pewaris tunggal dari Pradana Group perusahaan yang bergerak di bidang properti, perbankan dan masih banyak yang lainnya.
Alasan monica sampai saat ini belum menikah adalah selain memang tidak punya kekasih, monica memang tidak pernah jatuh cinta. Monica sudah sering menjalin hubungan dengan beberapa pria namun sayang semuanya kandas begitu saja, alasan hubungannya selalu kandas juga sangat simple sekali yaitu monica tidak ada rasa cinta dengan para mantan kekasihnya.
Monica juga tidak mengerti dengan keadaannya kenapa ia tidak bisa jatuh cinta.
Saat ini monica dengan kedua orangtuanya sedang berbincang santai di ruang keluarga.
"monica, apa kamu sekarang ini nggak punya pacar?"tanya kartika
"nggak mah, aku sekarang nggak punya pacar"jawab monica
"gimana ini pah, anak kita udah 28 tahun sekarang, tapi nggak punya pacar, kita dulu waktu 28 tahun udah punya monica pah"keluh kesah kartika pada steven
"iya memang waktu seumur monica kita udah punya anak, tapi mamah jangan lupa drama nya mamah itu banyak banget"jawab steven
"ya mamah dulu kaya gitu juga kan gara-gara papah juga"jawab kartika sambil bersungut-sungut
"tapi biar begitu cinta juga kan sama papah, mana sempet kabur kaburan segala lagi" jawab steven sambil menggoda kartika
monica yang melihat interaksi kedua orangtuanya hanya melongo heran, namun juga dirinya tertarik dengan cerita masa lalu kedua orangtuanya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk bertanya
"mah,pah kalian dulu dijodohin ya?"tanya monica pada kedua orangtuanya
"nggak sayang, mamah sama papah dulu nggak dijodohin tapi memang kita saling mencintai lalu menikah"jawab steven
"kenapa segala ada drama kabur kaburan kalo gitu?" tanya monica
"karena papah kamu monic nyebelin banget waktu itu, makanya mamah sempet kabur"jawab kartika
"mamah aja itu yang salah paham waktu itu, mana kaburnya ke tempat terpencil lagi, papah susah banget nyari nya"jawab steven
"aku nggak nyangka, mamah sama papah sempet ada drama kaya gini segala, soalnya kan aku nggak pernah liat kalian berantem yang serius"jawab monica
"sayang, masa-masa itu sudah kami lewati nak, siapa bilang mamah sama papah nggak pernah berantem? Kami dulu lumayan sering berantem nak"jawab kartika
"tapi karena kita saling mencintai dan saling memahami jadi kita memutuskan untuk kembali"jawab steven memberi pengertian pada putrinya
"semoga nanti jodoh kamu yang mencintai kamu dengan sepenuh hati ya sayang, yang menerima segala kelebihan dan kekurangan kamu"jawab kartika
"Aamiin" monica dan steven mengamini doa kartika
setelah percakapan mereka bertiga, monica kembali ke kamarnya, dirinya langsung menuju jendela yang ada di kamarnya, jendela tersebut menampilkan pemandangan sore hari yang sangat indah, monica memikirkan sejujurnya dari dalam hatinya ia menginginkan untuk menikah, hanya saja ia merasa buntu, sejak putus terakhir kali satu tahun yang lalu, dirinya merasa seperti sulit untuk membuka diri lagi, ketika ia dengan tulus mencintai laki-laki tersebut, namun di tengah jalan ia diputuskan begitu saja dengan alasan sudah tidak ada perasaan lagi. Membuat monica sedih seketika, dirinya merasa tidak menerima dengan alasan tersebut, tapi mau bagaimana lagi monica tidak mampu berbuat apa-apa selain menerima. Memikirkan hal itu membuat monica jadi sedikit sedih, ya tapi kehidupan harus terus berjalan.
Tiba-tiba ada chat dari temannya, tasya yang mengajaknya pergi.
Tasya : monic, lu lagi nggak sibuk kan? Yuk jalan temenin gue, sumpah gue suntuk banget hari ini
Me : suntuk terus deh lu, yaudah ayok kita mau kemana?
Tasya : tempat biasa lahh
Me : Ok bos
Tasya adalah sahabat monic dari semasa sekolah SMP, pertemanan mereka sangatlah langgeng hingga saat ini, jika salah satu dari mereka merasakan suntuk pasti mereka langsung bertemu.
"Mah pah, aku pergi dulu ya sama tasya, mau jalan jalan" monica meminta izin pada kedua orangtuanya
"Iya sayang, hati-hati di jalan ya"jawab monica
"Jangan sampe tengah malem ya pergi nya"jawab steven
"siap papah sayang"jawab monica
Monica dan tasya memutuskan untuk pergi ke sebuah bar yang ada di jakarta, mereka menikmati minuman beralkohol, tetapi mereka tidak pernah sampai mabuk.
"monic, dari segini banyaknya cowo apa nggak ada yang naksir gue ya" tanya tasya
"ngaco lu deh, lu abis putus sama si roni itu belum mau pacaran lagi?" tasya mencoba bertanya
"nggak, gue males pacaran lagi takut sakit hati"jawab monic
"jiahh sakit hati, terus lu mau single gini sampe kapan?" tanya tasya
"ya lu sendiri tuh mau single juga sampe kapan, sok banget tanya tanya gue sampe mau single sampe kapan?"monica menjawab dengan muka yang agak tidak ramah
"hehehe, kita nih berdua jomblo sejati"tasya menjawab sambil senyum senyum malu
"Eh monic, kebetulan yang punya bar ini kenalan kakak gue loh, ganteng lagi, kalo nggak salah masih single juga"
"terus, maksudnya apa lu kasih info ke gue kaya gini"tanya monic
"yaelah lu, ini nanti kita ketemu sama dia, kita kenalan, siapa tau cocok sama lu"jawab tasya
"kenapa mesti cocok sama gue, kenapa nggak cocok sama lu gitu"jawab monic
"gatau ya monic, gue tuh punya feeling ini orang cocok buat lu, ya jujur sih kayanya gue ada keyakinan lu berdua tuh jodoh gitu, siapa tau kan"jawab tasya
"yaampun tasya, lu ini khayalan nya ketinggian deh, masa iya sampe yakin itu jodoh gue"monic tidak habis pikir
"udah deh yakin aja sama gue, bentar lagi orangnya dateng"jawab tasya
Tidak berapa lama kemudian yang tasya tunggu pun tiba, lelaki berpostur tubuh cukup tinggi dengan badan yang terlihat kekar, dan bentuk wajah dengan rahang yang tegas membuat penampilan lelaki tersebut memberikan kesan yang tegas dan agak galak.
"ini tasya ya adiknya adrian kan?" tanya lelaki tersebut
"oiya gue tasya, lu brian kan?jawab tasya
"iya bener, kalian berdua aja kesini?"jawab brian
"iya brian, oh iya kenalin ini temen gue namanya monica" tasya memperkenalkan monica
monica dan brian saling tatap, hingga akhirnya mereka menyadari bahwa mereka berdua pernah bertemu enam bulan yang lalu, brian merasa dejavu dengan kejadian enam bulan yang lalu, ketika ia bercinta dengan seorang wanita yang tidak lain adalah wanita didepannya ini.
Brian langsung menyodorkan tangannya untuk berkenalan
"gue brian, senang ketemu lagi sama lu"brian memperkenalkan diri
"wait, kalian berdua saling kenal?"tasya agak histeris mendengar ucapan brian
"kita pernah ketemu enam bulan yang lalu, tapi sayang kita belum kenalan"jawab brian
Lalu monica menyodorkan tangan untuk menjabat tangan brian
"gue monica"jawab monica dengan sedikit ketus
"nggak nyangka ya akhirnya kita ketemu lagi, aku pikir kita nggak akan ketemu lagi?"jawab brian dengan tersenyum sumringah
"iya nggak nyangka" monica menjawab dengan singkat, padat dan jelas
"tasya, gue mau balik duluan ya, bokap nyariin" monic terlihat seperti tidak nyaman
"loh kok balik, yaudah deh ayo balik, nggak asik lu ah" jawab tasya
"aku antar ya"brian menawarkan untuk mengantar pulang
"oh gausah, gue bawa mobil kok"monica langsung menjawab
"yaudah ok, sampai ketemu lagi"jawab brian
Lalu tasya dan monic pun pergi dari bar tersebut dengan diantar brian sampai halaman parkir. Brian sangat senang dirinya bisa bertemu dengan monic, wanita yang ia tiduri enam bulan lalu
"ah, akhirnya ketemu juga sama dia, kenapa gue nggak minta no hp nya tadi, ah ada adrian kok". Brian pun langsung menghubungi adrian untuk meminta no hp monic.