Not Twins

Not Twins
Episode 2



Sudah dua bulan lamanya Lucy dan Liana bersahabat. Bahkan mereka memasuki taman kanak kanak yang sama. Banyak dari teman teman mereka bahkan guru guru di taman kanak kanak mengira kalau kedua gadis kecil itu adalah saudara kembar. Itu dikarenakan Lucy dan Liana selalu pergi berdua kemana pun. Duduk di kelas juga berdua, bermain di taman bermain juga berdua. Saat jam istirahat, Lucy dan Liana selalu duduk di bawah pohon berdua untuk memakan bekal mereka.


Hal itulah yang membuat semua orang yang ada di taman kanak kanak berpikir kalau mereka saudara kembar. Awalnya Lucy dan Liana berusaha untuk menjelaskan, namun mereka semua tidak percaya dengan penjelasan yang diberikan oleh Lucy dan Liana. Mereka malah menganggap, kalau Lucy dan Liana malu untuk mengakui saudara satu sama lain.


Akhirnya kedua orang tua merekalah yang berbicara. Mereka menjelaskan semuanya, bahkan orang tua dari Lucy dan Liana juga membawa akte kelahiran Lucy dan Liana sebagai bukti. Untungnya para guru dan teman teman mereka berdua percaya akan hal itu. Sejak saat itu sudah tidak ada yang mengira kalau mereka adalah saudara kembar.


Dan hari ini Lucy sedang melindungi Liana dari teman sekelas mereka yang membuli Liana. Liana sudah sering menjadi korban pembulian di taman kanak kanak. Ia iri pada Liana yang sangat mudah akrab dengan teman temannya. Karena rasa irinya itu, teman sekelas mereka jadi membenci dan menganggap Liana adalah anak yang aneh. Liana anaknya memang ceria, namun ia lemah dalam melindungi dirinya sendiri. Oleh karena itu Lucy selalu berada di dekat Liana dan melindungi Liana saat dibuli.


"Kamu ngapain ngelindungin dia sih, dia itu anaknya aneh. Kamu emangnya mau temenan sama anak aneh kayak dia? " tanya teman sekelas Lucy dan Liana.


"Dia gak aneh, kamu yang aneh. " balas Lucy.


"Kamu iri kan sama Liana, makanya kamu buli dia. " lanjut Lucy.


"Kalo kamu masih buli Liana, aku akan laporin kamu ke kepala sekolah. " Mendengar itu, teman sekelas Lucy dan Liana terkejut. Dan pada akhirnya ia memilih untuk pergi.


Liana yang tadinya sangat ketakutan dan bersembunyi di belakang Lucy pun berkata, "Lucy, makasih ya kamu mau lindungi aku. " Lucy pun membalasnya dengan anggukan. Beberapa menit kemudian, guru mereka memanggil untuk masuk kembali ke kelas. Lucy dan Liana pun berlari ke kelas mereka. Tak lupa mereka membawa kotak makanan mereka.


...****************...


Sepulang sekolah, Lucy dan Liana menunggu orang tua mereka di pos satpam. Kedua gadis kecil itu asyik berbincang bincang, lebih tepatnya Liana. Lucy hanya mendengarkan celotehan Liana. Liana selalu bercerita tentang pengalamannya saat di rumah neneknya. Selain itu Liana juga selalu memamerkan foto fotonya dengan neneknya.


"Lucy nanti kamu main ke rumah aku ya. Aku mau liatin hadiah baju yang dikasih nenek aku. " ucap Liana.


"Oke. "


"Oh iya, nenek juga beliin baju buat kamu lho. " beritahu Liana. Lucy terkejut, padahal ia belum pernah bertemu dengan neneknya Liana. Apakah Liana memberi tahu tentang dirinya pada neneknya?


"Eh Lucy, nanti sore kakak kakak aku juga mau pulang ke rumah lagi. Aku seneng banget!!! " seru Liana gembira.


"Kakak? " tanya Lucy.


"Iya, aku punya 4 kakak. Mereka tinggal di Jogja sama nenek aku. Tapi nanti sore mereka mau pulang ke rumah, katanya mau sekolah di Jakarta aja. " jelas Liana. Lucy hanya mangut mangut mendengar penjelasan Liana.


Tidak lama kemudian Beatrix datang dengan mobilnya yang berwarna biru untuk menjemput Lucy. Namun Agatha tidak kunjung terlihat, tumben sekali ia terlambat menjemput Liana. Biasanya Agatha selalu tepat waktu dalam menjemput anaknya itu.


"Kalian udah nunggu lama ya? " tanya Beatrix.


"Gak juga kok tante. " balas Liana.


"Tante Agatha mana mom? " Lucy penasaran, kenapa Agatha tidak datang menjemput.


"Owhh Tante Agatha sedang menjemput kakak kakaknya Liana di bandara, jadi Liana dititipkan ke mommy deh. " jelas Beatrix.


"Wahh, kakak kakak aku udah sampe di Jakarta ya!!! " seru Liana ceria. Lucy yang melihatnya tersenyum kecil.


"Kalo gitu ayo kita segera pulang, agar kamu bisa ketemu sama kakak kakak kamu lebih cepat. " ucap Beatrix sambil menjawil pipi Liana. Setelah itu mereka bertiga pulang dengan menaiki mobil berwarna biru milik Beatrix. Liana sudah sangat tidak sabar untuk bertemu keempat kakaknya itu, sedangkan Lucy penasaran dengan sosok kakak kakaknya Liana. Kira kira seperti apa mereka?


...****************...


Sesampainya di rumah, Liana langsung turun dari mobil dan berlari ke pintu rumahnya. Begitu juga dengan Beatrix dan Lucy, mereka menghampiri Liana yang sudah berlari terlebih dulu. Liana yang kini sudah berada di ambang pintu mulutnya terbuka lebar. Tak disangka ia bisa bertemu dengan keempat sosok kakak yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


Tidak terlalu sulit untuk membedakan kedua anak kembar itu. Ciri khas mereka terdapat pada sifat dan warna kulit mereka. Sifat Daffa cenderung pendiam dan memiliki kulit yang putih, berbanding terbalik dengan Daffi. Daffi memiliki sifat yang ceria dan hiperaktif, lalu kulit Daffi sedikit lebih gelap dari Daffa.


Lalu untuk anak keempat, ia bernama Vivian Samantha. Biasanya dia di panggil Vivian. Sekarang umurnya menginjak 8 tahun. Liana langsung memeluk keempat kakaknya itu, sudah 3 tahun lamanya dia tidak berjumpa dengan kakak kakaknya itu. Betapa rindunya dia.


"Kakak kok gak nelpon aku kalo mau pulang? " tanya Liana.


"Kemarin kita udah telpon kok, cuma kata mama kamunya udah tidur. " jawab Joy.


"Liana itu siapa? Kok muka dia mirip sama kamu? " tanya Vivian sambil berbisik. Liana langsung menoleh ke arah Lucy. Di sana Lucy hanya berdiam diri bersama mommy nya.


"Oh itu namanya Lucy, kalo yang di sampingnya Lucy namanya Tante Betrix. " Beatrix terkekeh mendengar Liana yang salah mengeja namanya.


"Halo nama tante, Beatrix. Kalo yang ini Lucy, dia anak tante. Kita baru pindah 2 bulan yang lalu. " ucap Beatrix sambil tersenyum.


"Halo tante. " balas keempat kakak Liana.


"Wah Beatrix, terima kasih ya udah nganterin Liana pulang. " ucap Agatha yang baru saja muncul dari dapurnya.


"You're welcome Agatha, lagi pula sekolah anak kita kan sama. So no problem kalo aku harus jemput Liana juga. Aku juga udah anggap dia seperti anak sendiri. " balas Beatrix.


"Oke oke, kalau begitu kalian mau makan siang bersama di sini? " tanya Agatha.


"Mom boleh ya. " pinta Lucy pada Beatrix. Beatrix pun mengabulkan permintaan Lucy dan menerima ajak Agatha. Akhirnya mereka makan siang bersama di rumah Liana.


Di dapur, kakak kakak Liana penasaran dengan Lucy. Mengapa wajah dan fisiknya sama persis dengan adiknya? "Tante Beatrix, aku mau nanya. Kenapa wajah Lucy mirip sama Liana ya? " tanya Vivian.


"Iya tante, perasaan yang kembar di keluarga ini kan cuma kita ya Daf. " timpal Daffi. Daffa hanya mengangguk menanggapi ucapan Daffi.


"Tante sendiri juga tidak tau kenapa wajah Lucy bisa mirip sama Liana. Tante juga kaget saat bertemu dengan Liana karena wajahnya mirip sama Lucy. " tutur Beatrix.


"Mama juga begitu, waktu mama lihat keluarganya Lucy pindahan. Mama gak sengaja liat Lucy lagi duduk di mobil. Mama kira itu Liana, tapi Liana lagi ada di sofa sambil nonton TV. " tambah Agatha.


"Berarti ini memang udah takdir. " ucap Joy.


"Kalian pernah denger gak sih istilah doppelganger. Itu terjadi pada Liana dan Lucy. " jelas Joy.


"Doppelganger itu apa? " tanya Liana.


"Doppelganger itu orang orang yang memiliki wajah yang sama tapi mereka bukan saudara kandung. Kayak kamu sama Lucy. " jawab Joy. Lucy memperhatikan penjelasan Joy.


"Owh gitu. " ucap Liana yang sudah mengerti. Setelah itu mereka semua memakan makan siang mereka dengan tenang.


Segini dulu ya.


Jangan lupa like dan komen.


See you next time.


Bersambung...