
"Kamu nekat banget! Kalau ada pria di rumah ini gimana? " tanya Liana ketika melihat Lucy yang hanya memakai tank top putih dan celana pendek.
"Tapi di sini gak ada pria. " jawab Lucy santai.
"Ya untungnya, nih bajuku. " Lucy mengambil baju milik Liana lalu segera memakainya.
Saat Lucy memakai pakaian milik Liana, Liana juga mengambil pakaian milik Lucy lalu memakainya di kamar. Dia tidak menggunakan tank top dan celana pendek seperti Lucy. Maka dari itu dia memilih memakai pakaian di kamar. Setelah beberapa menit Liana berkutik dengan pakaian milik Lucy.
Akhirnya ia keluar dari kamarnya. Sekarang Liana lebih stylish dari biasanya. Dengan kaos putih polos, celana jeans hitam, jaket kulit hitam, dan sepatu hitam, Liana benar-benar terlihat seperti Liana Winifred yang dikenal banyak orang. Ia bukan lagi gadis yang berstatus Lucy Angelina.
Begitu juga dengan Lucy. Setelah hidup menyandang nama Liana Winifred, sekarang dirinya sudah menjadi Lucy Angelina seutuhnya. Dengan pakaian santai berwarna abu-abu milik Liana, Lucy menjadi seorang Lucy Angelina yang dikenal banyak orang.
Namun sepertinya saat mereka bertukar nanti, semua orang akan kebingungan dengan perubahan sifat mereka. Liana yang dikenal cuek menjadi Liana yang ceria. Lucy yang dikenal pendiam dan ceria saat di rumah menjadi Lucy yang cuek.
Pakaian yang dikenakan Liana
...
...
Pakaian yang dikenakan Lucy.
...
...
Lucy terlihat sangat menikmati pakaian milik Liana. Tetapi sepertinya Liana tidak seperti Lucy. Terlihat jelas Liana terganggu dengan ikat pinggang yang melingkar di pinggangnya. Biasanya saat pergi atau di rumah, Liana hanya menggunakan kaos dan celana panjang tanpa ikat pinggang.
Tanpa jaket juga, ia sangat tidak suka memakai jaket. Karena itu membuat dirinya menjadi gerah. Lucy yang melihat Liana mengibas-ngibaskan jaket miliknya langsung mengerti bahwa Liana tidak nyaman menggunakan pakaian yang sesuai stylenya.
"Kalau lo gak suka pakai baju sesuai style gw, lo bisa buang pakaian di lemari yang gak sesuai style lo. " celetuk Lucy. Liana mengerutkan keningnya pertanda tidak mengerti.
"Kalau ada pakaian yang gak nyaman yang ada di lemari rumah nanti, lo bisa buang pakaian itu. Terus lo beli saja yang baru. " jelas Lucy.
"Emmm tapi kan kalau dibuang sayang. Aku tahu harga baju-baju yang kamu beli pasti mahal. " balas Liana.
"Yasudah kalau gitu gak usah dibuang. " sahut Lucy.
"Sini! Gw mau ngenalin teman-teman di sekolah. Dan lo harus tahu mereka semua. "
Liana mendekati Lucy. Di tangan Lucy sudah ada beberapa foto teman di sekolahnya yang di bawahnya bertuliskan nama-nama mereka. Saat Lucy menjelaskan, Liana memperhatikan dengan baik.
Namun saat sedang memperhatikan, Liana tertarik dengan seorang pria yang memiliki nama Arthur Carrington. Seperti yang kalian tahu Arthur adalah sahabat pria Lucy selama ia berstatus sebagai Liana Winifred.
Dan sekarang Liana menyukai pria tersebut. Apakah ini akan menjadi kisah awal cinta seorang Liana Winifred? Saking tertariknya Liana dengan Arthur, Liana sudah tidak mendengarkan apa yang Lucy jelaskan.
Lucy menyadari hal tersebut, ia menoleh ke arah Liana. Dia memperhatikan arah tatapan Liana. Dan Lucy mengerti arti tatapan teman kecilnya ini. Dengan sengaja Lucy berdeham keras untuk membuyarkan lamunan Liana.
"Lo suka sama Arthur? " tanya Lucy terang-terangan.
Awalnya Liana gelagapan, namun dengan segera Liana menjawab pertanyaan Lucy. "En-enggak. "
Lucy tersenyum tipis. "Kalau suka sama dia, jangan diberi kode. Dia orangnya gak peka. " Ucapan Lucy membuat Liana bertambah malu.
Setelah beberapa jam Lucy menjelaskan dan berbincang, Liana akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumahnya yang sebenarnya. Dan pastilah dia harus membawa mobil mewah milik Lucy dengan selamat.
Ketika Liana sudah berada di dalam mobil, dia hanya terdiam menatap setir mobil dan berbagai alat dan tombol yang berada di mobil itu. Hingga pada akhirnya dia keluar dari mobil dan kembali ke dalam rumah.
Lucy yang baru saja ingin bersantai langsung menatap Liana bingung. Dengan malu Liana mengatakan bahwa dia tidak bisa menyetir mobil. Lucy menepuk keningnya, gadis itu lupa bahwa Liana tidak bisa menyetir.
"Biarin saja mobilnya di sini. Gw telepon bodyguard dulu. " ucap Lucy.
Dengan segera Lucy membuka ponsel dan menelepon salah satu bodyguardnya. Lucy memberikan alasan bahwa mobilnya sedang mogok. Mereka berdua menunggu bodyguard tersebut datang sambil berbincang. Tidak lama kemudian, terdengar ketukan pintu.
"Aku pergi ya. " pamit Liana. Lucy membalasnya dengan deheman.
Liana berjalan menuju pintu. Ketika dia membuka pintu, terlihat seorang pria gagah berjas hitam yang berdiri di depan pintu. Liana yakin bahwa pria itu adalah bodyguard yang ditelepon oleh Lucy. Tanpa banyak bicara, sang bodyguard pergi begitu saja menuju mobilnya.
Liana menoleh ke arah Lucy yang masih berada di ruang tamu. Mengerti tatapan dari Liana, Lucy memberikan kode pada gadis itu untuk mengikuti si bodyguard. Liana mengikuti kode Lucy, dia pergi mengikuti si bodyguard. Tidak lupa dia menutup pintu terlebih dulu.
Saat Liana pergi meninggalkan rumah Linda, tanpa dia sadari Linda telah berada di dekat pagar rumahnya. Linda kebingungan dan penasaran, siapa yang baru saja berkunjung ke rumahnya? Rasa penasarannya semakin besar ketika melihat mobil mewah terparkir di halaman rumahnya.
Saat memasuki rumah, Linda melihat Lucy yang sedang bermain ponsel dengan posisi tiduran di ruang tamu. Dalam pikirannya, Lucy tidak pernah bermain ponsel sambil tiduran menatap atap seperti itu. Karena seingat Linda, Lucy tidak ingin lagi ponselnya terjatuh di atas wajahnya.
"Lucy, tadi ada tamu yang datang? " tanya Linda.
Sontak itu membuat Lucy terkejut. Bahkan ponselnya hampir terlepas dari tangannya dan menimpa wajahnya. "Mama bikin kaget aja. " keluhnya.
"Hehehe maaf ya. Tadi ada yang datang ke rumah? " tanya Linda lagi.
"Iya, tadi ada orang numpang istirahat. Mobil dia mogok. " bohong Lucy. Rupanya gadis ini pintar sekali berbohong dan mencari alasan. Sepertinya dia sudah menyiapkan segalanya sejak lama.
"Owh pantesan tadi ada orang pergi dari rumah ini pakai mobil. " gumam Linda.
Lucy dalam hatinya bersorak senang, karena Linda mempercayai kebohongannya. Karena hari ini Lucy merasa sangat lelah, dia pamit pada Linda untuk pergi ke kamarnya. Linda pun mengiyakan. Setelah melihat Lucy memasuki kamarnya, Linda pergi menuju dapur.
Di kamar, Lucy langsung merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Sepertinya gadis itu tidak tertarik dengan kamar barunya. Bahkan untuk sekedar melihat-lihat isi lemari pakaian barunya saja ia tampak enggan.
"Hmmm banyak juga gamenya. Tapi sayangnya gw gak tertarik. " gumam Lucy sembari mengotak-atik ponsel milik Liana.
Jarinya sangat lincah untuk menghapus beberapa aplikasi yang baginya tidak penting dan memeriksa beberapa file yang ada di ponsel tersebut. Sehingga ia menemukan sebuah foto yang menarik perhatiannya.
Foto tersebut adalah foto Liana yang sedang berfoto di taman bermain. Namun Liana tidak sendiri, di sana ia sedang berpose membentuk hati bersama seorang gadis. Dahi Lucy mengkerut ketika mengenal gadis yang sedang berfoto dengan Liana.
"Bukannya ini Laura? " heran Lucy.
Rasa penasaran Lucy bertambah. Gadis itu membuka foto lainnya. Di foto kedua terdapat tiga orang yang sedang berpose saling gendong. Namun salah satu dari mereka adalah seorang pria. Sebuah pertanyaan timbul di kepala Lucy. Siapa pria itu? Haruskah dia mencari tahu tentang pria itu?
Segini dulu ya.
Jangan lupa vote and komen.
See you next time.