
Di tengah malam seperti ini, masih saja ada yang belum terlelap dan memasuki dunia mimpi mereka. Termasuk gadis yang bernama Liana atau mungkin Lucy? Sepertinya untuk saat ini ia harus berpura-pura sebagai Liana sampai tahu di mana keberadaan Liana yang sebenarnya. Berat sebenarnya menggunakan nama orang lain, tapi mau bagaimana lagi.
Selama ini orang-orang tahunya bahwa dirinya adalah Liana. Dan kalau kalian penasaran mengapa gadis itu tidak tidur dan sedang apa gadis itu? Dia kini sedang menelepon seseorang yang entah siapa. Tapi jika mendengar pembicaraan mereka, sepertinya orang yang kini sedang dihubungi adalah bodyguardnya.
Lucy memang memiliki banyak bodyguard yang diberikan oleh para kakaknya. Bodyguard tersebut akan menjaga Lucy setiap saat dan di mana pun gadis itu berada. Dan sebenarnya hal yang sedang dilakukan oleh Lucy sudahlah bukan pekerjaan yang harus dilakukan oleh bodyguardnya.
Bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga tuannya malah diberi perintah untuk mencari identitas seseorang yang bahkan tidak dikenali olehnya dirinya sendiri. Awalnya bodyguard itu menolak. Namun Lucy mengancam jika bodyguard itu menolak perintahnya, maka bodyguard itu akan dipecat.
"Pokoknya besok pagi data gadis yang bernama Li.... Ah Lucy Angelina sudah ada di tangan saya! Dan ingat jangan sampai kakak-kakak saya tau hal ini!! " Setelah mengatakan itu Liana langsung mematikan hubungan sepihak, lalu melempar ponselnya ke atas tempat tidur.
"Hahhhh sebenarnya lo itu siapa sih? Kenapa gw baru tau hal ini sekarang? " gumamnya sambil memandangi sebuah foto yang terdapat dua gadis kecil yang berwajah sama.
"Bagaimana pun juga gw akan bawa lo balik ke rumah ini lagi dan gw akan pergi ke tempat gw yang seharusnya. " sambung gadis itu. Tak lama kemudian Lucy yang kini berpura-pura menjadi Liana terlelap dalam tidurnya.
__________________________
Di pagi hari seperti ini seorang gadis sudah berkutik dengan sebuah berkas yang baru saja diberikan oleh bodyguardnya. Ya, berkas yang kini dipegang olehnya adalah berkas yang tadi ia minta tengah malam. Berkas itu berisi data-data gadis yang bernama Lucy Angelina.
"Lucy Angelina. " gumamnya.
Semakin penasaran dengan isinya, Lucy langsung membuka berkas itu. Bola matanya bergerak ke kanan dan ke kiri membaca satu persatu kata di berkas itu dengan cermat dan perlahan. Ia pastikan tak ada satu huruf yang terlewatkan oleh matanya.
Data-data yang diberikan bodyguardnya tidak terlalu lengkap. Hanya ada biodata dan kecelakaan besar yang dialami oleh Lucy saat berusia enam tahun. Setelahnya tidak ada informasi tentangnya lagi kecuali nama rumah sakit yang merawatnya saat mengalami kecelakaan.
"Jadi Lucy itu sempat ngalamin kecelakaan dan dirawat di rumah sakit yang sama kayak gw waktu itu? " gumamnya.
Seketika gadis itu teringat dengan tanda lahir yang ada di telapak tangannya. Langsung saja ia mengambil selembar foto yang ia lihat kemarin. Saat itu juga ia menyamakan tanda lahir yang ada di tangannya dengan tanda lahir di tangan Lucy kecil yang ada di foto yang kemarin dia temukan.
Karena di data yang diberikan bodyguardnya lengkap dengan foto Lucy saat kecil. Ia lagi-lagi menyamakan tanda lahirnya dengan tanda lahir yang ada di foto telapak tangan Lucy pada berkas. Damn! Itu semua sama. Apakah selama ini dia benar-benar Lucy Angelina?
Kalau iya, di mana Liana sekarang? Tinggal di mana dia sekarang? Lalu apa yang terjadi dengannya saat ini? Semua pertanyaan itu kembali berputar di kepalanya. Hingga suara panggilan Vivian membuat semua pertanyaan itu hilang seketika dari kepala gadis itu.
"Liana ayo sarapan!!! " panggil Vivian.
"Iya kak! " sahut Lucy. Dengan segera dia melangkahkan kakinya turun menuju ruang makan. Setibanya di ruang makan, sudah ada empat kakaknya yang menunggu dirinya.
Tak ingin membuang waktu lebih lama, mereka langsung menyantap sarapan mereka masing-masing. Suasana di ruang makan sangat hening. Hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang saling bertabrakan. Hingga Lucy memecahkan suasana hening itu dengan ucapannya.
"Jika aku bukan adik kandung kalian, apa yang akan kalian lakukan? " Pertanyaan itu jelas membuat keempat kakak Liana mengerutkan dahi mereka bingung.
"Pertanyaan lo itu konyol banget tau gak. " ledek Daffi.
"Lagian kalau lo bukan adik kandung kita, kita tetep sayang sama lo. Santai aja, kita gak bakal buang lo ke kolong jembatan. " sambungnya dengan nada bercanda. Jelas Lucy menatap Daffi dengan sinis.
"Liana, lo ngapain nanya begituan sih? Jelas lo itu adik kandung kita, gw sendiri yang nyaksiin kelahiran lo. " sahut Joy.
"Kali aja gw gak sengaja ketuker waktu itu. " jawab Lucy asal, tetapi hal itu memang benar terjadi. Lucy memang tertukar dengan Liana, namun bukan saat hari kelahiran. Tapi saat ia dan Liana mengalami kecelakaan yang tak serupa di hari yang sama.
Tak lama kemudian Lucy berpamitan untuk pergi. Lucy beralasan ingin pergi ke rumah Arthur untuk kerja kelompok. Awalnya Daffa ingin mengantar, tapi Lucy menolak tawaran Daffa. Tak ingin berlama-lama berdebat, Lucy langsung berlari menuju pintu rumah.
Hal itu pastinya membuat Daffa menggeleng kepala. Setelah tubuh Lucy menghilang dari ruang makan, Joy, Daffa, Daffi, dan Vivian kembali ke kegiatan sarapan mereka. Sedangkan Lucy di luar sudah pergi meninggalkan rumah dengan mobilnya.
__________________________
"Permisi. " ucapnya pada resepsionis.
"Iya, ada yang bisa kami bantu? " tanya sang resepsionis tersebut.
"Saya mau tanya tentang pasien yang dirawat pada tanggal 09 Desember 2008. " jawab gadis itu.
"Pasien atas nama siapa? " tanya sang resepsionis sambil membuka buku dokumen.
"Li.... Ah Lucy Angelina. " sahut gadis itu.
"Pasien nama Lucy Angelina dengan tanggal lahir 12 Agustus 2004 yang waktu itu mengalami kecelakaan bersama keluarganya bukan kak? " tanya resepsionis memastikan.
"Iya, Omong-omong bagaimana keadaan mereka saat itu? " tanya gadis itu penasaran.
"Waktu itu pasien berhasil selamat namun sayangnya pasien mengalami amnesia. Sedangkan orang tua pasien meninggal di tempat kejadian. " jelas resepsionis.
Jelas Lucy yang mengetahui fakta tersebut langsung menggali informasi lebih dalam pada resepsionis. Karena informasi itu tidak ada diberkas yang dia terima tadi. "Kalau boleh tau, sekarang pasien tinggal bersama siapa dan di mana? "
"Untuk itu kami tidak mengetahuinya, karena pasien hanya dirawat selama beberapa jam di sini. Setelah itu pasien dipindahkan ke rumah sakit lain oleh seseorang. " jawabnya.
"Rumah sakit mana? " tanya Lucy lagi.
"Maaf kak kalau untuk itu kami tidak tahu. Karena beberapa berkas semua pasien yang dirawat pada tahun 2008 sudah hilang. " jawab resepsionis
Karena tidak mendapat informasi sesuai keinginannya, Lucy memilih untuk pergi dari rumah sakit itu. Ketika memasuki mobilnya, Lucy melamun dan berpikir, harus kemana lagi dirinya mencari Liana? Namun lamunannya buyar karena ponselnya yang berdering nyaring.
Ternyata dia mendapat panggilan dari sahabatnya yang bernama Arthur. Tanpa berlama-lama, Lucy mengangkat panggilan itu. "Kenapa? " tanya Lucy to the point.
"Heh Liana lo bohong ke kakak-kakak lo ya kalau lo ke rumah gw?! " tanya Arthur dari sana dengan nada kesal.
"Kok lo tau? " bingung Lucy.
"Tadi Bang Daffa nelpon gw, dia nanya lo beneran ke rumah gw atau nggak. " beritahu Arthur.
"Terus lo jawab apa?! "
"Gw bilang iya, awalnya sih gw ragu buat bohong. Tapi kalau gw jujur, bisa-bisa gw juga kena omelan dari dia. " balas Arthur.
"Bagus deh. " tenang Lucy.
"Tapi Li, gw gak enak nih udah bohongin Bang Daffa. " ucap Arthur yang merasa tidak enak.
"Udah santai aja, lo gak bakal kena omel sama Bang Daffa. Gw jamin. " balas Lucy meyakinkan. Setelah itu dia mematikan hubungan sepihak, lalu menjalankan mobilnya pergi dari rumah sakit.
Segini dulu ya.
Jangan lupa like and komen.
See you next time.
Bersambung...