
UKS -
"Sekali lagi makasih udah nolongin gue," ungkap Nara pada Reyhan yang berada di depannya saat ini.
"Aw pelan-pelan, sakit.." ringisnya saat Reyhan mengoleskan obat pada luka di lututnya dengan sedikit kasar. Karena kejadian jatuh tadi, lututnya jadi lecet dan sedikit berdarah. Itulah alasan mengapa ia bisa sampai disini.
Padahal niatnya cuman pura-pura, eh malah sakitnya beneran! Awas lu kakel genit!! -Nara
"Makanya diem! Dari tadi makasih-makasih mulu. Gue ga perlu makasih dari lo," balasnya dengan cuek.
"Idih.. sombong!"
Hening. Tak ada lagi percakapan di antara keduanya.
Selesai mengobati lutut Nara, Reyhan bergegas mengembalikan kotak P3K dan hendak pergi.
"Tunggu! Gue balik ke kelasnya gimana?" tanya Nara. Ternyata itu hanya akal-akalannya saja agar bisa tetap bersama dengan Reyhan. Aaa dasar buchen.
Reyhan yang mendengar hal itu berhenti lalu menoleh ke arahnya. "Temen lo kan ada, noh!" ungkapnya sambil menunjuk teman-teman yang baru ia kenal pagi tadi tengah berdiri di depan jendela dengan posisi telinga yang ditempelkan di jendela mencoba menguping pembicaraan mereka berdua.
Nara yang melihat hal itu langsung terkekeh, apalagi melihat wajah panik mereka saat ketahuan sedang menguping. Sangat lucu, baginya.
Reyhan keluar, tak lama kemudian teman-temannya memasuki ruang UKS tersebut. Tapi, seperti ada yang kurang. Oh iya! Kemana kudanil tamvan dan kari panas (Tari) nya?
"Varo sama Tari kemana? Kok gak ada?" tanya Nara pada Safira dan Adel.
"Varo balik ke kelas duluan, kalau Tari, dia ada rapat OSIS," jelas Adel.
"Btw, lo tau darimana kalau cewek tadi itu namanya Tari? Tadi kan kalian belum kenalan," tanya Safira heran. Memang, belum sempat mereka berdua berkenalan, Nara sudah kabur duluan untuk menyelamatkan penyamarannya yang terancam.
"Aaa itu.. Gue tadi gak sengaja liat name tag nya dia hehe," jawabnya dengan gugup karena tak tau harus mencari alasan apa.
Adel dan Safira pun hanya ber-oh ria saja.
"Balik ke kelas yuk," ajak Nara pada kedua temannya.
"Emang kaki lo dah baikan?" tanya Adel sedikit khawatir. Definisi teman yang perhatian, avv.
"Udah gapapa kok, lagian juga cuma luka kecil doang," balas Nara.
"Btw, kita minta maaf ya soalnya gak langsung nolongin lo waktu di kantin tadi," ucap Adel yang langsung diangguki oleh Safira. "Iyaa, tapi ini tuh gara-gara Varo juga tau!!"
Nara mengernyit, "Maksudnya?"
"Iyaa sebenernya kita pengen langsung nolongin lo, tapi malah dicegah sama si Varo, kata dia lo cuma akting, yaudah deh kita gak jadi nolongin lo karna kita kira lo akting beneran," adu Safira pada Nara.
Nara mengangguk, "Iya gapapa kok, udah gausah dibahas lagi, ayok ke kelas!" Kali ini, ia memaafkan kembarannya itu karena memang niatnya cuma akting doang, tapi sakitnya malah beneran.
"Yaudah yuk," sahut Safira sembari menarik tangan Nara, lalu menyeretnya keluar ruangan. Ini nih temen laknat. Masa iya lutut temennya lagi sakit dia nya diseret, kan kesian lututnya.
"Safira, pelan-pelan dong, kasian Nara nya!" ucapnya sedikit kesal dengan tingkah Safira.
"Eh iya, sorry Ra.." ujar Safira menyesal. "Hahaha, gapapa kok udah gak sakit, beneran!" ungkap Nara. Ia pun melompat-lompat untuk membuktikan kalau dirinya baik-baik saja.
Tapi oh tapi, ia masih sedikit merasakan perih di lututnya, saat hendak menegakkan badannya lagi, ia kehilangan keseimbangannya dan hampir jatuh ke belakang.
HAP
Seseorang menangkapnya.
"Udah tau masih sakit, ngapain pake lompat-lompatan segala?!" omel seseorang itu yang ternyata adalah Reyhan. Ia kebetulan lewat bersama teman-temannya, Vino dan Ken lalu melihat Nara dkk yang masih di depan UKS.
"Mana gue tau blo'on. Btw ni tangan gausah colak-colek bisa? Gue bukan cowok murahan ataupun sambel terasi yang bisa lu colak-colek," sarkas Vino dengan muka kesalnya.
"Aelahh, baperan sia!" balas Ken.
"Sia, penyanyi kan? Genre apa dia?" tanya Vino tiba-tiba.
"Mana gue tau, gue kan pacarnya neng Jichu," jawab Ken dengan mengangkat bahu nya. Ia memang seorang fanboy garis keras Blackpink. Dan member kesayangannya adalah mbak Jisoo.
"He eleh.. ntar ditikung mas Hae-in tau rasa! Makanya sadar diri, lu tuh ga pantes buat Jisoo, yang pantes cuma Hae-in!" balas Vino. Dan yang satu ini, adalah K-Drama Lovers anti badai. Aktris idolanya adalah Shin Min-a, sedangkan aktor idolanya adalah babang Lee Min-ho.
"Kalian bisa diem gak sih? Lagian gue cuma nolongin doang, apa salahnya," ucap Reyhan lalu melenggang pergi meninggalkan kedua temannya yang terdiam di tempat.
Nara dkk memandang kedua cowok ini dengan tatapan heran. "Eh mereka masih idup kan? Kok diem aja kayak patung?" tanya Safira.
"Gak tau nih, coba cek Ra!" jawab Adel lalu mendorong Nara untuk mengecek apakah dua human di depannya ini masih bernafas atau tidak. Nara mulai mendekat, namun tiba-tiba mereka memekik kencang membuat Nara mengurungkan niatnya.
"WOW EMEJING BANGET LAAA!! AJAIB NIH, YA AMPUN SIMSALABIM TRULALA!!"
"Kita pergi yuk, gue takut!" bisik Nara pada kedua temannya.
"Ayok ayok!" ucap Safira dan Adel serempak. Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan dua cowok yang tengah komat-kamit itu.
"Ayok kita selametan, Vin!"
"Gak nyangka gue Ken, Reyhan si kutub bisa ngomong sepanjang itu! Patut kita rayakan!!"
"Iya, makanya ayok kita susul si kutub yang mulai cair itu!"
"Oke, aku siap!"
Mereka pun segera menyusul si kutub Reyhan. Namun di sepanjang jalan, mereka malah ditertawai para siswa/i yang melihat tingkah absurd mereka. Bagaimana tidak tertawa? Bayangkan kalian melihat sepasang lelaki berjalan sambil bergandengan tangan, lompat-lompat kecil, dan yang paling parah mereka juga menyenandungkan kalimat legend milik Spongebob yakni 'Aku Siap!' dan terus mengulangnya berkali-kali sampsi akhirnya mereka tiba di kelas.
✒️ Di sisi lain
- Kelas 10 IPA 2 -
PLAK
"BERANINYA LO DEKETIN REYHAN!! BELOM TAU LO SIAPA GUE, HA?! DASAR NERD MISKIN, MURAHAN, B*TCH!!" bentak Vanya dengan emosi yang tak terkendali.
Dengan teganya ia menendang, menampar, dan menjambak Nara. Dimana Safira, Adel, Varo, dan Tari? Jawabannya mereka semua tidak ada di kelas. Beberapa menit yang lalu, Adel dijemput oleh supirnya dan ia diberitahu bahwa ibunya tiba-tiba pingsan dan sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Karena terlalu panik, mereka melupakan Nara yang berada di kelas. Sedangkan Varo, ia sedang sibuk bermain basket di lapangan sekolahnya. Dan Tari, ia juga masih sibuk dengan Rapat OSIS nya.
Vanya mengangkat tangannya lagi hendak menampar Nara untuk yang ke sekian kalinya. Namun, dengan cepat Nara menangkap lalu memelintir tangan Vanya dengan mudah. Vanya memekik kesakitan, "AW SAKIT GBLK!! LEPASIN!" Akhirnya Nara melepaskan tangannya. Ia mendekat ke telinga Vanya lalu membisikkan sesuatu. "Lo! Murahan!!"
DUAK
Vanya menendang Nara sampai ia jatuh tersungkur. Ia mendekat lalu menjambak rambut Nara dengan kuat. "Apa lo bilang? Murahan? LO YANG MURAHAN! LO DEKETIN REYHAN KARENA MAU POROTIN HARTANYA DOANG KAN?!" Vanya semakin memperkuat jambakannya. Lalu dengan kasar, ia melepaskan jambakannya tersebut sampai-sampai kepala Nara terbentur ke lantai dengan cukup keras.
Nara merasa sangat pusing, ia sudah tak kuat untuk melawan ataupun kabur, bahkan untuk berdiri pun ia tak sanggup. Badannya sudah penuh luka akibat semua tamparan dan tendangan dari Vanya. Tapi mulutnya masih setia mencemooh Vanya, "Lo ngomongin diri lo sendiri yah?"
Vanya sedikit takjub dengan keberanian yang dimiliki Nara karena walaupun sudah sekarat seperti ini, ia masih berani melawannya. "Heh, masih berani ngomong ya lo? Mau gue buat gak bisa ngomong selamanya?" tanya Vanya dengan senyum mengerikannya. Bahkan teman-temannya, Cika dan Luna saja merinding.
Vanya mulai mengangkat tangannya, tapi kali ini berbeda, ia mengepalkan tangannya yang artinya ia tidak akan menampar Nara melainkan memukulnya. Namun semua itu terhenti saat suara pintu kelas yang dibuka dengan keras mengagetkan mereka.
BRAK
"NARAA!!"
~~
Bersambung...