
Bel istirahat berbunyi, menandakan waktu istirahat alias waktunya mengisi perut yang keroncongan. Disinilah Nara sekarang. Meng-ghibah ria dengan teman barunya, Safira dan Adelia.
Saat sedang asyik-asyiknya, tak ada angin tak ada hujan, satu kantin mendadak heboh. Para siswi yang ada di kantin itu berlari mengerumuni sesuatu atau seseorang sambil meneriakkan kata 'Reyhan'.
Entah siapapun itu, Nara tak peduli karena ia memang tak ingin peduli. Sampai ia dengan isengnya menoleh dan melihat kerumunan siswi yang tengah mengerumuni sesuatu. Nara semakin penasaran dengan sosok bernama 'Reyhan' itu. Tak lama, ia pun menemukan sosok itu. Ia kaget sampai-sampai gelas yang sedari tadi ia pegang langsung jatuh saat ia tau bahwa 'Reyhan' adalah lelaki yang ia tabrak pagi tadi.
Buset, saingan gue kok banyak amat sih!! -Nara
"Nara! Lo kenapa? Hey!!" tanya Adel yang khawatir karena melihat wajah Nara yang seperti habis kesurupan.
"Itu siapa?" tanya Nara sambil menunjuk lelaki yang ia tabrak tadi untuk memastikan kalau ia sedang tak salah lihat.
"Ohh itu kak Reyhan, kakel kita, ketua tim basket SMA Alaska!! Ganteng kan? Lo aja sampe melongo gitu liatnya hahaha," jawab Safira sambil menggoda Nara.
"Eh, apaan sih! Engga gitu!! Gue cuma heran aja, soalnya di sekolah gue yang dulu seganteng apapun ga ada yang sampe dikerumunin kek gitu!" elak Nara sambil membuang mukanya yang memerah karena malu.
"Udahlah ga usah malu-malu gituu, bilang aja gapapa kok!" Goda Safira lagi.
"Udah Saf, kasian Nara nya.." ucap Adel yang langsung membuat Safira berdecak sebal.
"Dibilang panggil gue Fira, jangan Saf!" ucapnya dengan kesal.
"Ya sorry, dah biasa soalnya," Adel meraih wajah Safira lalu mulai menguyel-uyelnya. "Ihh dede Safira ga boleh ngambek, nanti kalo ngambek di nina bobo-in ama wewe gombel lhoo, mau?" sambungnya dengan tangan yang masih menguyel-uyel wajah Safira dengan gemas.
"Astaga! Amit-amit dah di nina bobo-in ama wewe gombel, ihh serem!" balas Safira yang langsung merinding mendengar kata 'Wewe gombel'.
"Makanya jangan ngambekan! Muka doang keliatan galak tapi kelakuan kayak dede bayi," ucap Adel yang semakin membuat Safira terpojok. "Ihh Adel, udah!!" Karena malu, Safira menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Jangan ditutup dong wajahnya, ga keliatan ntar cantiknya!" sahut seseorang dari belakang Nara. Ia pun langsung duduk dan menatap Safira yang duduk di depannya.
"Ngarepnya pangeran yang dateng eh ini malah buaya yang nongol," gerutu Safira sembari menatap seseorang itu.
"Eh ini gue juga pangeran kalik, mana ada buaya se ganteng gue," ucap si cowok tak terima sambil menyisir rambutnya dengan tangan agar kelihatan lebih aduhay.
"Pangeran kodok jadi-jadian kalik," sahut Nara yang langsung dibalas sorot tajam Alvaro. Ya, cowok yang bergabung dengan Nara dkk adalah Alvaro, si kudanil tamvan.
"Oh, kasian sekali daku ini yang terlalu tamvan hingga mereka malu untuk mengatakannya," ucap Varo mendramatisir.
"Alay lu, kudanil!" sahut seorang cewek yang baru saja bergabung di meja Nara dkk.
"Apaan sih lu kari, ikut-ikutan aja!" balas Varo.
"Eh, btw si Ara mana? Kok ga ada sama lo?" tanya Tari sambil celingukan mencari seseorang bernama Ara alias Nara, sepupunya.
Saat hendak menjawab, tiba-tiba saja Nara menginjak keras kaki Varo yang membuat ia mengaduh kesakitan lalu menatap tajam kembarannya itu. "Ngapain lo injek kaki gue? Sakit tau?!" tanyanya dengan kesal.
"Mending kabur ajalah daripada ketauan si Ari," Ia pun semakin mempercepat langkahnya, mengabaikan teriakan teman-temannya dan Varo yang sedari tadi memanggilnya. Tapi tak lama kemudian, hal yang tak mengenakan malah terjadi padanya.
BRUK
PRANG
Ia tak sengaja menabrak seorang siswi dan menjatuhkan nampan makanannya. Hal itu membuat sedikit sisa makanannya mengenai sepatu siswi itu. Siswi itu bernama Vanya Akmalia. Seorang siswi cantik nan bohay dari kelas 11 yang menjadi penggemar berat dari Reyhan, si kapten basket SMA Alaska.
Vanya melirik sepatu mahalnya lalu beralih menatap gadis cupu di depannya yang tengah menundukkan wajahnya takut, oh tidak ternyata mulut gadis itu sedang komat kamit, yang artinya ia sedang mendumel.
Vanya memandang Nara dengan tatapan meremehkan, berani-beraninya nerd ini membuat seorang Vanya sang Dewi Sekolah kesal! Pikirnya.
"Heh! Punya mata gak sih?! Kalo jalan tuh liat-liat! Lo liat? Sepatu mahal gue jadi kotor gara-gara lo bgst!" sentaknya dengan keras.
Mendengar hal itu, Nara langsung terisak. "Ma-maaf kak, aku ga sengaja, maaf.." ucapnya dengan badan yang bergetar ketakutan.
"Cih, maaf doang ga bisa ngembaliin sepatu gue jadi bersih kayak tadi! Gue ga mau tau, bersihin! Cepeeet!!" ujarnya dengan memaksa.
Mau tak mau, Nara mulai berjongkok dan membersihkan sisa makanan pada sepatu Vanya. Namun tak lama, ia lagi-lagi mendapat perlakuan tak mengenakkan dari kakak kelasnya itu.
DUAK
Suara tawa mulai menggema di seluruh penjuru kantin. Cercaan dan hinaan yang dilontarkan para siswa maupun siswi yang menertawakan Nara juga terdengar dengan jelas di telinganya.
Karena tak tahan dengan semua cercaan dan hinaan itu, ia beranjak berdiri dan bersiap untuk lari, namun ia malah harus menanggung malu karena terjatuh di lantai akibat ulah Cika dan Luna, teman-teman Vanya yang dengan sengaja menjulurkan kakinya untuk menjegalnya dan membuatnya terjatuh.
Tak hanya itu, mereka juga menyiramkan sisa jus buah ke tubuhnya. Nara hanya bisa tertunduk pasrah. Ternyata seperti ini rasanya dibully dan dipermalukan di depan umum, pikirnya.
Varo, Adel, Safira, dan Tari tak bisa menahan diri lagi. Mereka berlari mendekati kerumunan yang entah kenapa semakin banyak. Mereka hendak masuk, namun terhalang oleh para siswi yang berkerumun. Namun tiba-tiba terdengar suara seseorang dari arah belakang mereka.
"Minggir!" Hanya dengan satu kata itu, para siswi yang sibuk berkerumun langsung menepi untuk memberi jalan pada seseorang itu. Wow ajaib sekali!
Varo mengenalnya, ia adalah Reyhan Adhitama. Kakel, most wanted, sekaligus orang yang Nara tabrak pagi tadi. Hmm pantas saja..
Dengan wajah datarnya, ia menghampiri Nara yang sedang terduduk lalu dengan santainya ia menggendong Nara ala bridal style. Sontak saja hal itu membuat para siswi termasuk Vanya dkk terkejut sekaligus heran. Bagaimana bisa Reyhan yang anti cewek dengan begitu santainya menggendong Nara, si gadis nerd itu? Bahkan disentuh Vanya yang katanya Dewi Sekolah saja ia langsung menepisnya. Bagi siswa/i SMA Alaska, ini merupakan keajaiban dan wajib diabadikan. Banyak dari mereka yang langsung memotret kejadian tak terduga itu.
"Cih, sia-sia gue khawatirin lo. Dasar ratu drama!!" gumam Varo yang sedikit kesal saat melihat Nara yang menoleh ke arahnya lalu tersenyum penuh arti padanya. Sekarang, ia paham kalau semua yang Nara lakukan hanya AKTING belaka untuk menarik perhatian sang pujaan hati, Reyhan Adhitama. Dan Nara tak pernah gagal dalam aktingnya, sekarang saja ia sedang berduaan dengan kakel tampan calon jodohnya ini.
Meresahkan memang anak yang satu ini.
~~
Bersambung...