
Hay Hay.....
Kasi aku like Napa guysss.......
Jan baca doang huwaaaa.......
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para sahabat kampret ku ! " pekik Bila girang
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh sahabat stres ku " ujar Qila dan Sila
" woii Lo berdua tau gak ??
semalem gue ketemu camer ! " seru Bila kegirangan
" camer siapa? " tanya Qila tak berniat
" camer gue ogeb " seru Bila kesal
" dih kok ngegas " ucap Sila sinis
" dih Lo yang sensian kale " ujar Bila tak kalah sinis .
Mereka saling melempar tatapan sinisnya .
" Hay kalian kenapa ? " tanya Rizky bingung tidak biasanya mereka tidak ribut di pagi hari.
" gak dapat jatah malam " ujar Bila ngawur
" semalam begadang " seru Qila datar
Sila mendekat kearah Risky
" gue gak suka sepupu Lo ngedeketin Abang gue !
jadi sebelum gue musnahin dia mending Lo jaga baik baik " ujar Sila tajam.
Sila seorang periang yang selalu menebar senyum tapi percaya atau tidak jika dia sudah marah maka keluarlah sifat dinginnya.
" kenapa Sil ?" tanya Sasya yang kebetulan juga ada disana .
" masih nanya ternyata " sinis Sila dia berjalan mendekati Sasya berniat menjambak rambut perempuan itu, namun segera dicegah oleh Bila .
" masih pagi Sil ntar siang aja ributnya " ujar Bila menarik Sila yang diikuti Qila dibelakangnya.
" sabar ya Sya " ucap Risky mengelus bahu Sasya .
" makasih " seru Sasya menahan air matanya.
" Lo kenapa dah ,
marah marah muluk ?" tanya Bila heran
" tau nih anak sensian ! " ketus Qila
" Riski bukan pacar Sasya tapi sepupunya " ujar Sila dingin masih dengan emosi didadanya .
" what serius !! " pekik Bila.
" terus apa hubungannya?" tanya Qila kesal.
" Sasya ngedeketin bang Ken " seru Sila dengan raut wajah muram .
" lah emang Bang Ken nya mau? " tanya Bila menaikkan alisnya
" masih ditanya ya jelas enggak lah ! " seru Qila memandang Sasya sinis . Kebetulan Sasya baru saja sampai kekelas bersama dengan teman temannya.
" Maksud Lo apa ha !! " pekik Tasya marah .Dia tidak suka sahabat diperlakukan seperti itu walau dia tau Sila adalah adik laki laki yang di cintai Sasya .
" Lo fikir gue takut haa ! " Seru Qila mengebrak meja .
"Halah gak usah sok jagoan Lo !!" sinis Kesya
" lah emang kita jago kok , kenapa takut" tanya Bila ketus .
" Udah Key ,Tasy kita duduk aja " ucap Sasya menuju tempat duduknya.
" kenapa Lo takut ?" sinis Sila
" gue gak mau ribut " Ucap Sasya datar.
" yang waraskan ngalah " ucap Kesya terkekeh geli.
"maksud Lo kita gila iya !! " Ketus Bila kesal
" gak ada yang ngomong gitu tapi kek nya sih iya " Sinis Tasya
" Tasya Sila kalian dipanggil Pak Ridwan " ujar salah satu siswa yang baru datang.
"Halah sok sokan manggil gue paling yang ikut anaknya lagi " Sinis Sila memandangi Tasya
" berkat bujukan Mama nya ya " Sinis Qila
" yah jangan buka kartu dong " Seru Bila terkekeh sinis
" maksud Lo apa !! " teriak Tasya menggebrak meja .
" cuma ngutarain yang bener kenapa kesinggung??" sinis Sila
Tasya yang tidak terima dengan perkataan Sila langsung menghampirinya memberikan jambakan ke jilbab Sila tentu saja Sila tidak tinggal diam segera dia membalas serangan Tasya . Terjadilah perkelahian antara kedua manusia itu .
" Bapak panggil kalian untuk membicarakan lomba bukan untuk menghukum " Kesal Pak Ridwan yang tak lain adalah guru sekaligus Ayah dari Tasya .
" Halah ngapain pake diseleksi kalo ujung ujungnya anak bapak yang ikut " Sinis Sila .
Ridwan memijat pangkal hidungnya. Ken yang baru datang langsung menghampiri Sila.
" Sudah merasa hebat ?" tanya Ken dingin .
" Adek Lo udah setres " ujar Tasya sinis .
" Saya tidak bicara dengan kamu " ujar Ken datar .
" Jadi bagaimana ???
apa kelanjutan kasus ini ?" tanya guru BK
" hukum saja mereka " ujar Ken datar
" 3 kali keliling lapangan sekarang " ujar guru BK
" Apa gak kebanyakan ini panas loh " seru Ridwan yang kasihan dengan anaknya .
" anak Bapak aja kali yang lemah " sinis Sila dengan nada mengejek.
" Gak usah sok kuat " seru Tasya
" Bapak tidak menyuruh kalian berdebat !! " seru guru BK garang .
Sila dan Tasya kini sedang menjalani hukumannya.
" Semangat Sil gue sayang Lo " Pekik Bila
" Jangan terlalu dekat sama si anu Sil ntar ketularan virus " pekik Qila tak kalah nyaring.
" Ehh Kuyang Lo kok diem aja ??
apa karena ada Mas Ken ? " tanya Bila sinis.
" gak usah berisik " ujar Sasya memandangi wajah tampan Ken .
Ken diam saja dipandangi Sasya seperti itu walau rada risih .
" mata Lo pengen gue colok ya !! " Seru Qila langsung menutupi wajah Sasya .Dia yakin jika Sila tau Sasya memandangi Ken seperti itu Sila pasti akan marah besar.
" kok Lo yang sewot ! " seru Kesya kesal
" Udah Qil sini Mas peluk Bila tenggelamin wajah Mas Ken di leher Bila kek adegan adegan Drakor gitu " ujar Bila cengengesan
" Lo bosan idup ?" tanya Sila sinis
" ehh ada pawangnya " ujar Bila cekikikan
" capek ?" tanya Ken memandangi Sila yang berkeringat.
" gara gara Mas " ketus Sila kesal.
" bukanya kamu kuat ?" tanya Ken menatap remeh
" Aaaa Mas Ken " rengek Sila bergelayut di lengan kekar Ken .
" sudah sudah mendingan sekarang kamu kekantin beli minuman " ujar Ken memberi Sila uang dua ratusan.
" cemilan juga Mas" ucap Sila manja .
"dikasi hati selalu saja minta jantung " ujar Ken menyerahkan dompetnya kepada Sila .
Mata Ken membulat sempurna ketika melihat Sila dengan mudahnya menghabiskan isi dompetnya .
" Makasih ya Mas ku sayang " ucap Sila mengecup singkat pipi Ken
" dan satu lagi aku gak suka Mas dekat sama Kuyang jadi harap jangan dekat dekat" ucap Sila masih dengan senyum manisnya.
" iya " ujar Ken mengelus kepala Sila
" Bay Mas Ken " kompak Sila,Bila,dan Qila
" Sila lucu ya kak " ujar Sasya yang masih setia memandangi wajah tampan Ken .
" saya duluan , satu lagi jangan datang kekantor saya kontrak kerja sudah selesai,saya gak suka liat Sila sedih " ucap Ken berlalu.
" tapi gimana perasaan aku kak " lirih Sasya dengan air mata .
" sabar ya sorry ini semua gara gara gue " ucap Tasya
" gakpapa kok santai aja gue Sasya Adiputra gak bakal nyerah sebelum bendera kuning terkibar " ucap Sasya dengan senyum cerahnya .
" bendera kuning itu orang mati Sya " ujar Kesya bergedik .
" ya emang , sebelum Kak Ken mati gue gak bakal nyerah " seru Sasya menyeringai.
Tasya dan Kesya hanya bisa menggaruk lehernya yang sama sekali tidak gatal. Ternyata seram juga ya kalau sudah jatuh cinta .
Hay readers kesayanganku😘😘 jika mau cerita ini lanjut mohon dukungannya yaa dengan cara vote and comen🤗🤗
Beri kritik yg dapat memotivasi author😍😍
Dukungan kalian sangat membantu para writers 😘😘
Love u all❤❤
Salman
#Ssartika_dewi