
Woiii gue kangen kalian😝😝
Lebih tepatnya kangen vote😍😍
Jadi sok atuh mangga kasih votenya😉😉
Oke lanjutt🙈🙈
"Al lo tau nggak dikelas kita ada murid baru sumpah dia cakep banget belom lagi nih ya dia itu pake jilbab MasyaAllah ati gue cenat cenut pas ngeliat dia "ucap Raja panjang lebar yang disahut dengan deheman oleh Ali
"Anaknya juga pintar tubuh kebalut jilbab jari tangannya putih bulu matanya lentik hidungnya mancung bibir Pink ala berby aaa pokoknya cakeppp"ujar Raja
"Hmm"sahut Ali
"Hem ham hem hem ham hem lo nggak bisa ngomong ya Al mulut lo dari tadi cuma bilang Hem ham hem hem ham hem capek gue dengernya "cecar Raja
"Nggak usah di denger "ucap Ali datar
"Sumpah lo datar kek jalan tol"ucap Raja
Ali hanya memutar matanya malas
Braak
Gadis berseragam putih itu menggembrak meja dia meletakkan nampan berisi semangkuk bubur dan segelas es teh tepat disamping Ali
"Lo yang namanya Ali?"tanya gadis berjilbab putih yang tidak lain adalah Fatimah anak baru yang dipuji puji Raja
Ali melirik gadis itu lalu melanjutkan makannya
"Fixs gue yakin lo Ali
Kenalin nama gue Fatimah Azriatama lo bisa Panggil gue Fatim gue sekelas ama lo kelas 9A Btw lo ganteng banget sumpah gue naksir ama lo pacaran yuk "ucap Fatim enteng dia tidak menyadari bahwa mereka menjadi pusat perhatian ditambah lagi muka Ali yang merah menahan amarahnya .
"Ck lo gak perlu marah kali Al lo tolak juga nggak masalah toh masih ada waktu buat nembak lo lagi"ucap Fatim santai .
Ali melirik Fatim dengan tatapan mautnya namun nihil yang ditatap malah asik memakan bubur yang dibelinya .
Raja membeo dia benar benar
kagum dengan keberanian Fatim .
"Gue nggak diajak pacaran Fa?
Tanya Raja
"Emang lo mau?"tanya Fatim balik
"Mau dong mau banget malah"ucap Raja bersemangat .
"Lo nggak cocok ama gue Ja"ucap Fatim
"Lah kenapa?
Gue juga ganteng kok liat nih senyum gue yang manis nya gak ketulungan "ucap Raja narsis .
"Raja lo itu jodoh nya ama Ratu
Sedangkan gue Fatimah Azriatama jodohnya ama Syakier Ali Maulana"ucap Fatim bangga
"Lo yakin mau berjodoh sama Syakier Ali Maulana?"tanya Ali dengan senyum smirk nya.
"Yakin banget"ucap Fatim tegas
"Sini deh gue bisikin "Ali mendekat kearah Fatim lalu membisikkan kalimat yang membuat wajah Fatim menjadi merah bak kepiting rebus
Seusai membisikkan kalimat indahnya Ali berlenggang pergi meninggalkan kantin namun langkahnya terhenti saat mendengar teriakan Fatim .
"Ali gue bukan kucing!!"pekik Fatim kesal
Ali hanya tersenyum tipis lalu meninggalkan kantin dengan gaya coolnya
"Emang nya Ali ngomong apa Fa?"tanya Raja penasaran
"Nih ya kata si Ali kalo gue jadi istrinya gue harus siap ngelahirin anak anaknya setahun sekali gila nggak si dipikir gue kucing apa "
ucap Fatim kesal
"Terus?"
"Katanya gue harus ngelayanin dia tiap hari
Dia nggak mau jatah malamnya berkurang "ucap Fatim kesal
"Terus?"
"Terus lo nyemplung kedanau toba dan gak usah timbul lagi biar dimakan buaya "ucap Fatim ketus
"Jahat lo Fa"ucap Raja mendramatis
"Nafsu makan gue liang jadi lo yang bayar! "Seru Fatim
"Buset deh nih bocah dikira gue gudang duit apa"ucap Raja kesal
▪▪▪
"Eh Kuyang lo makan banyak banget sih gak sepadan ama badan lo yang kecil dekil pendek lagi ihhh"ucap Sila melirik Sasya
"Gue tu kecil tapi imut tau
Nggak kek lo tinggi kek tiang listrik" ucap Sasya kesal
"Lo ngehina gue!!!"ucap Sila menggebrak meja
"Lo duluan bego!!!"ujar Sasya tak mau kalah
"Kalian bisa diam gak sih"ujar Ken frustrasi
"Dia duluan yang mulai Kak"adu Sasya manja
"Gak usah pegang pegang saya bisa?"tanya Ken melirik Sasya dengan tatapan dinginnya
"Tau nih sikuyang modus "ucap Sila memeluk Ken dari samping
"Yang modus itu elo ngapain lo meluk meluk Kak Ken"ucap Sasya mendorong bahu Sila pelan
"Ihh lo apaan sih"sarkas Sila menarik rambut Sasya
"Sakit bego rasain nih"seru Sasya menjambak jilbab Sila
"Lo ngajak ribut!!!"sarkas Sila meninggikan suaranya
"Lo fikir gue takut!!!"seru Sasya tak kalah sengit
"Astagfirullah udah dong "ucap Ken frustrasi
"Sabar bro cewek emang ribet "
ujar Dafa menggaruk tengkuknya
"Bukan cewek yang ribet tapi cowok yang Nggak pengertian "
ujar Sasya dan Sila kompak
"Lo ngikutin gue ya "ucap Sasya sengit
"Najis banget lo tu yang copas kalimat gue "seru Sila kesal
"Enak aja lo yang ngikutin gue"seru Sasya
Elo!!
Elo!!
Elo!!
"Diam!!!!"bentak Ken
"Makan sekarang "ucap Ken dingin
Jangankan Sasya dan Sila bahkan Dafa pun dibuat bungkam dengan bentakan Ken.
Sila diam dia hanya memandangi makanannya dan aksi itu mampu membuat Ken membuang nafas kasar .
"Sini Mas suapkan " ucap Ken mengambil alih sendok Sila.
"ayo buka mulutnya " ujar Ken berusaha sabar tatkala Sila tak menghiraukannya.
" ihh gue juga mau Kak ! " seru Sasya yang langsung mendapatkan pelototan dari Ken .
" Loh kok malah nangis sih sayang " ucap Ken membawa Sila dalam pelukannya.
" Lo kok cengeng banget sihh" kesal Sasya mendorong bahu Sila pelan .
" Kamu bisa diam gak sih !" Seru Ken bertambah kesal
Sasya mencebikan bibir antara kesal, marah, dan sakit hati. Ingin sekali dia menjambak rambut Sila rambut sahabat musuhnya itu .
" Sila mau pulang aja disini gak asik ada Kuyang " ujar Sila segukan.
" Yaudah kita pulang ya sayang Mas bayar makanan dulu " ujar Ken sambil menghapus air mata Sila.
" jangan lama " ucap Sila manja
Ken mengelus kepala adiknya gemas . Sedangkan Dafa jangan ditanya rasanya dia ingin sekali memasukkan Sila kedalam karung saking gemesnya.
" nyenyenyenye" Kesal Sasya melirik sinis Sila
"Hahaha napa Lo panas ? " sinis Sila memandangi Sasya
" Sayang ayo pulang " ujar Ken merangkul bahu Sila
" Lo berdua makan aja udah gue bayar kok " seru Ken sambil berjalan .
Sasya sudah ingin menyusul Ken tapi tangannya di cekal Dafa .
" Gak usah dikejar kalo Lo kekeh yang ada si Ken bakal marah sama Lo " seru Dafa menasehati.
"gue gak suka liat mereka dekat kek gitu " ucap Sasya kesal .
" Dengar ya Sya !
Zia aja yang pacarannya udah 2 tahun sama Ken bisa di putusin gara gara Sila apa lagi Elo yang baru mulai PDKT " ucap Dafa sambil melanjutkan makannya .
" memang mereka punya hubungan apa ? " tanya Sasya kesal.
" Sila itu adik kesayangan Ken Lo catat ya ADIK KESAYANGAN KEN " ujarnya serius .
" astaga dia itu musuh gue disekolah makin berat berjuangan gue ya Allah " ucap Sasya frustasi dia menenggelamkan wajahnya ke meja .
" Udahlah Sya kalo jodoh gak bakal kemana mending sekarang Lo makan abis ini Lo bakal ada pemotretan lagi " ucap Dafa santai
" iya " ujar Sasya lesu .
.......
"Udah selesai ?"
"Udah Ki capek banget gue "ujar Sasya mengerakkan lehernya kekiri kekanan
"Lagian mau sampai kapan Lo ngejar om om itu "seru Riski
"Sembarangan Lo dia itu masih mudah umurnya aja baru 23 cuma beda 5 tahun doang sama gue"ketus Sasya
"Tapi dia itu gak ada perasaan apa apa sama Lo sya
Belom lagi dia itu Abangnya Sila kan musuh Lo makin susah Lo dapatin dia mending Lo move on deh"ucap Riski menasehati
"Lo tuh gak bakal tau Ki dulu kalo dia gak ada munkin gue udah mati"pekik Sasya kesal
Flashback
"Kenapa kalian nyiram aku sih aku salah apa"pekik Sasya menangis
"Ini semua karna Papa kenapa Papa selingkuh kalo papa gak selingkuh hidup aku gak bakal gini hikss... Papa jahat"pekik Sasya menangis sekuat kuatnya
"Munkin kalo aku mati mereka puas "
ucap Sasya yang sudah memegang gunting
"Kenapa hem?"tanya pria yang mengunakan seragam SMA
"Kakak siapa ?"tanya Sasya bingun dia menyembunyikan gunting yang ia pegang
"Nama kakak Kenza
Kamu kenapa hem ? Kenapa belum pulang?"tanya Ken lagi
"Aku dibuli kak hiks... Mereka gak suka sama aku karna aku orang miskin... "
Ucap Sasya segukan
"Kakak ngapain disini?"tanya nya lagi
"Kakak mau jemput adik kakak !
Jangan sedih lagi ya kalo kamu dibuli ya buli balik dong kamu itu cantik tau"serunya lagi
"Jangan lemah masa iya cewek secantik kamu dibuli hanya karna miskin gak gitu konsepnya cantik"ujar Kenza mengelus kepala Sasya
Sasya menunduk malu pipinya merah baru kali ini ada pria setampan itu yang mau dekat dengannya apa lagi sampai memujinya cantik
"Makasih kak "ucap Sasya malu
"Sama sama sekarang masih mau bunuh diri?" tanya Ken menatap Sasya sambil tersenyum
"Aku gak tau "ucap Sasya lemah
"Cantik gak semua masalah selesai dengan mati "ucap Ken
"Tapi aku capek kak aku gak bisa gini terus"seru Sasya kembali menangis
"Makanya rubah dong gak ada yang bisa merubah kamu kecuali kamu sendiri"seru Ken tersenyum
"Aku takut kak"ucap Sasya segukan
"Ngapain takut kan ada kakak
Kalo ada yang buli kamu lagi kamu bilang aja sama kakak biar Kakak buli dia juga"ucak Ken mengelus kepala Sasya
"Bener ya kak makasih "seru Sasya memeluk Ken
Flashback end
"Semenjak hari itu gue selalu temuin dia nyeritain semua yang gue alamin tapi saat hari itu dia gak ada temennya bilang kalo dia udah pindah gue sakit banget Ki gue udah sayang banget sama dia tapi gue gak bisa apa apa dan sekarang dia datang lagi dengan sifat yang berbeda walau begitu dia tetap kayak dulu dia selalu perhatian gue liat cara dia manjain Sila itu sama kek dia manjain gue dulu hiks...."Sasya tak mampu bicara lagi dia hanya menangis dalam pelukan Riski .Jika sudah begini Riski tak punya pilihan lain selain menuruti permintaan sepupunya itu .
Hay readers kesayanganku😘😘 jika mau cerita ini lanjut mohon dukungannya yaa dengan cara vote and comen🤗🤗
Beri kritik yg dapat memotivasi author😍😍
Dukungan kalian sangat membantu para writers 😘😘
Love u all❤❤
Salman
#Ssartika_dewi