
Su Wa dan Long Mo di ajak untuk menginap beberapa malam disini, namun Su Wa mengatakan pada Neneknya, bahwa ia Cuma bisa bermalam 1 malam saja, karna masih ada yang harus ia kerjakan
Biksu pria itu membawa Keduanya ke arah kamar sisi timur, membuka pintu desain kamar sederhana, Kasur, meja hanya itu
Melihat kasurnya yang lumayan besar untuk 2 orang, Su Wa entah kenapa langsung memikirkan Neneknya, yang melakukan semua ini
Walau Su Wa tidak melepas topengnya, dan juga Nenek SuWa tidak memintanya melepaskan, Wanita Tua itu langsung mengenali Su Wa dari matanya, karna hanya Klannya yang memiliki Mata Violet
"Momo kau istirahat dulu, aku akan pergi sebentar"
Long Mo menatap Su Wa sebentar lalu mengangguk, Su Wa menepuk-nepuk kepalanya, dan keluar dari kamar
Berada di luar, Su Wa langsung menghilang dari tempatnya berdiri, Su Wa Berencana turun dari Kuil ke Kota
Su Wa berdiri di atas atap Kediaman perdana mentri, Karna hari sudah gelap. Jadi tidak ada yang merasakan kehadiran Su Wa
Su Wa melihat keadaan sekeliling, merasa aman, ia lalu melompat dari atas satu ke atap yang lain, sampai ia berdiri di atap yang ada suaranya
Di dalam ruangan itu ada seorang Wanita Tua sedang menikmati Makanannya, Ibu Perdana Mentri Su
Wanita Tua inilah yang selalu menyiksa Su Wa, menggapnya Aib keluarga, dan selalu tidak memberinya makan, bahkan menyiksanya secara fisik
Su Wa mempertajam pendengarannya
"Nyonya ini sudah beberapa tahun, Apa kah nona muda masih hidup? "seorang dayang tua bertanya
Su Wa tersenyum dingin, lalu suara Nyonya Tua Su Terdengar
"Hmmpt Anak Sialan itu pastinya sudah mati, Buat apa juga kau khawatir, ia tak ada gunanya, Dan juga Putra ku sebagai perdana mentri telah menikahi putri mentri keungan, Hubungan keduanya harmonis, serta Cucu ku yang paling baik, Su Ni, berbakat dan juga cantik... Cihhh buat apa aku susah susah memikirkan cucu sialan itu"
Mendengar perkataan Nenek Tua itj, Su Wa mengepalkan Tangannya, Seakan Su Wa asli yang ingin mengamuk karna ucapan kejam orang itu, Kenapa ada orang yang begitu kejam pada cucunya sendiri
Tapi Su Wa merasa bahwa kehidupan Pemilik Asli, mirips ,Seperti novel biasanya, Dimana ayahnya menikahi wanita lain, lalu memiliki anak lain
Su Wa memegang Belati miliknya erat, Lalu mengambil sebuah bubuk dari lengannya, Memegang bubuk itu, Su Wa melompat dan mendarat sangat pelan di balik jendela
Su Wa membuka cela, Lalu meniupkan Bubuk itu ke dalam ruangan, melihat pekerjaan nya selesai, Su Wa tersenyum sinis, lalu melompat ke atap lain, dan disini ada suara wanita dewasa dan gadis
Su wa membuka celah di atap dan melihat keduanya dingin, tanganya mengepal lebih kuat
"Ibu... Apakah benar aku akan menikahi Pangeran Pertama? "ujar Gadis itu semangat
Wanita di depannya mengangguk Dan senyum bangga di wajahnya
"Tentu, Hanya putri ku yang layak mendapatkan kemewahan seperti itu"ujarnya
Keduanya saling berpelukan
'Sungguh Harmonis ahhh'pikir Su Wa
"Tapi Bu, Itu Gadis sialan itu apa benar sudah mati? "
"Tentu saja, ia sudah mati kelaparan"
Su Wa hampir saja tertawa, ia menahannya, Ia tak habis pikir kenapa Pemilik. Asli tidak tau tentang hubungan ayahnya ini
Kalau di liat umur gadis itu dengan Su wa selisih 2 tahun, yang artinya, Su Ni ini sudah ada, lalu ayahnya menyiksa ia dan ibunya ahh
Tapi yang menjadi misteri, dimana Ibu Suwa sekarang, Su Wa melihat wajahnya yang tidak memiliki Sedikit pun kemiripan dengan Perdana. mentri, yang artinya ia bukan putri sahnya, lalu siapa ayahnya?
Su Wa kembali melompat secara perlahan, dan mengambil bubuk keduanya, Dan membuat celah, lalu meniupnya
Setelah pekerjaan nya selesai, Su Wa melompat dari Rumah Perdana Mentri, Melihat kebelakang ia tersenyum bahagia, Penyiksaan untuk ke tiga wanita itu akan datang segera
Su Wa lalu berjalan, Ia berhenti saat Melihat Penjual Permen, Ia membayarnya dan memakannya bahagia, ia juga membelikan Nenek dan Momo
Saat Memakan permennya, Su Wa tidak sengaja menabrak seseorang, membuat mengangkat kepalanya kesal
Di depannya Seorang Pria dengan Jubah brokat kuning cerah dan mahkota di kepalanya serta wajahnya tampan berdiri di depannya
'Momo. Ku lebih Tampan'
Su Wa lalu berjalan kembali, Pemuda itu melihat Pria yang menabraknya mengabaikannya dan tak meminta maaf kesal, lalu mencoba menarik tangan Su Wa, tapi Su Wa lebih cepat darinya, ia Langsung melompat mundur, tapi tali topengnya longgar dan Jatuh
Pemuda itu membeku, begitu pun yang lainnya, mereka semua membeku melihat wajah yang sangat cantik di depan mereka, Su Wa langsung mengibaskan tangannya membuat angin kencang dan menghilang dari tempatnya dan debu bertebaran
Pemuda itu masih linglung karna wajah Su Wa, ini pertama kalinya ia melihat wajah secantik itu, Ia langsung berbalik kembali ke jalannya, tapi ia tak lupa menyuruh penjaganya mencari identitas Pria itu
Su Wa kembali ke Kuil, Tanpa Topeng, Ia melangkah kearah kamarnya
"Momo aku pulang"
"Istri... Ka-mu? "
Long Mo terkejut melihat wajah Su Wa yang sangat cantik, apalagi mata violetnya yang bersinar dan juga jernih itu seperti cermin
Melihat Momo-nya membeku, Su Wa memegang wajahnya dan mendesah
"Topeng ku lepas, kenapa apa wajah ku jelek? "
"Tidak... I-tu, kamu sangat cantik seperti malaikat"puji Long Mo serius, Wajahnya memerah
Su Wa tersenyum bahagia, lalu menyerahkan Permen pada Longmo
"Terima Kasih"
"Mm"
Keduanya memakan permen dengan senang hati, Su Wa sudah memberikan Neneknya permen menggunakan mantra sihir
Kadang Pria itu akan melirik nya saat Suwa asik memakan permennya
Di balik mata merah nya Long Mo menatap Suwa posesif, Ia ingin sekali memberikan tanda kepemilikannya pada gadis itu
Tbc