
Suwa memicingkan matanya, menatap Pria tak tau malu di depannya ini
Semalam ia pikir ia akan tidur dengan tenang, tapi sekali lagi dirinya tertipu dengan wajah sok polos pria ******** yang sialnya suaminya itu
Saat mereka berdua sudah di kasur, Suwa sudah menutup matanya dan akan terlelap, Saat merasakan bahwa telapak tangan dingin mengelus punggungnya
Ia sudah memperigati pria itu, bahwa ia tak punya tenaga melayani sifat buasnya, tapi ia tetap saja kalah dan tunduk, bahkan Longmo tidak melepaskannya, hanya memberikan istirahat saat Suwa sudah benar-benar pingsan kehabisan tenaga
Su wa merasakan semua bagian tubuhnya sakit dan juga Kissmark di lehernya harus ia tutupi dengan kain
Longmo memasang senyum polos, seakan bukan ia pelakunya
"Sayang~ apa kau ingin ku pijit? Atau ingin ku gendong, kau terlihat sangat lelah"
Mendengar perkataan Pria didepannya SuWa mengebrak meja keras, wajahnya memerah antara malu dan marah
"Kau..... "menunjuk Longmo"Kau ********!!! KAU MENYIKSAKU DAN KAU BILANG AKU TERLIHAT KELELAHAN? INI SEMUA SALAHMU, DASAR RAKUS! "
Suwa berdiri dan meninggalkan pria itu, Longmo hanya bisa memasang wajah kaget saat pertama kali di teriaki dengan kejam oleh istrinya
"Sayang~"panggil Long mo dan berdiri mengejar Suwa
Suwa berjalan dan langkahnya membawanya menuju ke Kedai mereka, Ia melepaskan mantra nya dan dengan sigat mengambil kendi anggur serta ramuan elixir tingkat 1 dan 2
Penampilan botol ramuan Suwa sudah memikar semua orang karna Botolnya bewarna transparan, dan ramuannya berkelap kelipĀ tanda bahwa penyulingannya berhasil dan memiliki kualifikasi
Seorang Pria dengan hanfu bewarna kuning dengan motif daun maple, dilihat dari penampilannya, bahwa pria ini adalah seorang bangsawan
Pria baya itu berdiri didepan toko Suwa dan mengambil ramuan bewarna ungu dan melihatnya teliti
"Jenis ramuan apa ini? "tanyanya
Suwa tersenyum, namun ia langsung merasakan tatapan cemburu dari sampingnya membuatnya kaku
"Ramuan Penyembuhan Tahap 1,harga 100 tael perak"
Pria baya itu terkejut, lalu membuka tutup botolnya, ia langsung mencium bau obat yang kuat, terkejut, pria itu bertanya
Suwa menggelengkan kepalanya
"bukan, ini diriku sendiri"
Pria baya itu deengan cepat mengambil kantong uangnya dan memberikannya pada Suwa
"Ini! Didalamnya ada 150 tael perak, Lain kali aku akan datang lagi"
"Terima Kasih"
Suwa tersenyum
Lalu beberapa orang datang dan membeli ramuan, bahkan ada anak muda yang membeli satu kendi anggur miliknya
Saat hari sudah mulai Sore, Suwa menutup tokonya dan memasang pelindung tak kasat mata
Lalu berlalu pergi, mengabaikan Long mo yang menatapnya sedih, seakan Suwa sudah tidak menginginkannya
Suwa mulai menulis dalam benaknya bahwa jangan pernah mau di tipu oleh pria itu, karna ia orang yang amat licik,
Pria adalah makhluk yang paling pintar memanfaatkan kesempatan.
Tubuhnya menjadi sakit karna ulah ******** Yang sayangnya adalah suaminya itu
Menggunakan Kontrol Sihirnya,ia mulai mencari bahan ramuan yang akan ia gunakan nantinya.
Saat ia turun ke Sebuah toko,Ia melihat banyak sekali orang yang menatapnya.
Suwa mengabaikan tatapan penasaran semua orang ,ia perlu mencari barang yang ia butuhkan dulu.
"Jaring laba-laba es...Bunga seribu ilusi...Batu Lava panas dari Kedalaman .."
Suwa membaca catatanya dan mulai mencari
Tbc