
Sinar Matahari masuk melewati jendela, Menyinari kedua Manusia yang tertidur
Merasa silau, Su Wa perlahan membuka matanya, Menyesuaikan cahaya dalam ruangan, Su Wa terbelalak saat kesadaraannya sudah pulih
Tangan kekar memeluk pinggangnya, membuat ia memerah, Ia berbalik melihat seorang pria yang tidur dengan, Su Wa berdebar
'Ahhhh inilah namanya Kebahagian hakiki, Ckck bangun tidur sudah disambut pria tampan'
Suwa menggerakkan tangannya, menyelusuri bentuk wajah Long Mo, Alisnya tebal, Kulitnya sangat berkualitar, apalagi tanpa Topeng, Su Wa hampir mimisan karna jarak kedua wajah mereka.
Perlahan melepaskan pelukannya, Su Wa duduk dan berdiri berjalan ke kamar mandi
Suara gemercik air di Sana membuat Long Mo terbangun, Ia melihat bahwa gadis itu sudah bangun, tersenyum bahagia
Pintu Kamar mandi terbuka, Su Wa keluar menggunakan Gaun Putih miliknya, Rambutnya ia ikat sebagian dan sebagian di biarkan tergerai, Tidak lupa memakai Tusuk Konde ,Penampilan Nya Murni dan halus, membuat Long Mo hampir tersedak air liurnya
Ia sudah banyak melihat gadis bangsawan lainnya, Tapi tidak ada yang secantik, semurni dan sehalus Su Wa, Apalagi Mata Violetnya yang sangat Mempesona
Mata Su Wa mampu menjerat siapapun masuk kedalamnya
"Pergi cuci muka mu dan bersiap, aku akan turun memesan makanan"
Setelah mengatakan itu, Su Wa berjalan keluar, Menuruni tangga, Semua mata memperhatikan apalagi sikap Anggun dan dingin Suwa, Topeng Rubah menutupi wajahnya membuatnya terlihat misterius.
Mengambil tempat, Seorang Pelayan menghampiri nya
"Nona mau pesan apa? "
"Dua Bubur daging dan satu susu putih"
Pelayan itu mengangguk dan pergi, Su Wa mengambil pedangnya dalam tas ruangnya
Pedang ini adalah Pedang dengan warna Ungu gelap, lalu terdapat tulisan-tulisan di permukaan besi.
Pedangnya Ringan namun tajam dan mudah di gunakan, Semua mata melihat gadis itu melap pedangnya dengan sikap bagus.
Sudah Umum seorang kultivator wanita, tapi baru kali ini mereka melihat yang berwibawa dan memukau seperti Gadis bergaun putih itu, Su Wa
"Istri~"
Sebuah Seruan dari tangga, membuat suwa dan semua orang memutar kepala ke arah tangga
Disana Long Mo berdiri dengan Jubah Brokat hitamnya, Mata dinginnya menatap Semua orang yang tadi melihat Su Wa tajam, lalu berjalan duduk di depan Su Wa
Su Wa melihat wajahnya cemberut hanya tersenyum diam,Lalu bubur mereka datang.
" Makan "
Mereka berdua makan dengan tenang, Lalu Su Wa membayar makanan mereka
Menarik tangan Long Mo keluar, lalu berjalan kearah Gunung, Su Wa memang langsung menarik pria itu karna banyak sekali mata yang memandangnya membuat nya entah kenapa kesal.
Long Mo Senang saat di tarik oleh Su Wa, Memandang gadis itu, Ia merasa beruntung.
Mereka berjalan selama setengah dupa, lalu mereka melihat sebuah Kuil di depan.
Ada seorang pria biksu yang sedang menyapu disana
"Permisi"
"Ya?"jawab Biksu itu
"Boleh saya tau, apakah ada Nyonya tua bernama Wen disini? "
"Nyonya Wen, ada tamu"
Suara dari dalam "Menolak. Suruh mereka pergi"
Biksu itu menatao suwa prihatin
"Nenek, Ini Su Wa "
Lalu Pintu langsung terbuka, Su Wa langsung di tarik dalam pelukan wanita Tua
"Wuwuwuuw cucu perempuan ku kembali... Wuwuwuuw nenek kira tidak akan melihat mu lagi, wanita tua ini sangat senang kau kembali"
Su Wa balas memeluk, perasaan di perhatikan pertama kali ia rasakan dalam hidupnya
"Mm. "
Nyonya Wen mengajak mereka masuk, lalu menatap Long Mo intens
"Su Wa apa ini Cucu menantu ku? "
Su Wa memerah, dan mengangguk, lalu sebuah tangan hangat memegang tangannya, melihat itu, Su Wa tersenyum pada Long Mo
Nenek tua itu tertawa bahagia
"Hahaha mata cucuku memang tidak salah. "
Long Mo maju dan Memberi Salam
"Salam Nenek. Saya Long Mo"
"Oh Momo, Tolong jaga cucuku ahh"
"Baik"
Nyonya Wen lalu menyiapkan makanan, mereka bertiga makan bersama.
"Lalu momo, apa sudah tidur uhukkk bersama?"tanya nya
Long Mo dengan polos memasang wajahnya berfikir, lalu mengangguk
"Ohhh apakah kau bahagia tidur dengan cucuku? "
Long Mo sekali lagi mengangguk, disisi lain Su Wa memerah dan meminum supnya
"Lalu.... Uhuk..... Mmmm siapa yang diatas? Apa kau sudah minum obat kuat? Berapa ronde? "
"Ppfftttt"
Su Wa muncrat, ia tersedak
"Nenek apa-apaan coba pertanyaannya"
Lalu Long mo di tatap lagi oleh Nyonya Wen,Su Wa juga menatapnya, memberikan kode menolak, tapi pria itu hanya mengabaikannya dan tersenyum pada Nyonya Wen
"Em"lalu mengangguk
Nyonya Wen langsung tertawa bahagia, menepuk punggung Longmo
Su Wa menatapnya kaget, ia merasa memberikan pelajaran yang salah pada pria ini, Menutupi wajahnya yang memerah,Su Wa ingin mengubur dirinya.
Bersambung......