
Keduanya berjalan dengan harmonisnya, Kadang Long Mo akan memeluk pingganya erat, saat merasa bahwa banyak mata yang melihat mereka
Banyak gadis muda yang senyum malu-malu pada long mo, Long Mo tidak melirik mereka, fokusnya ada pada wanita di pelukannya
Jangn melihat sifat dewasa Su Wa pada usia muda, Gadis ini akan manja bila di hadapkan dengan manisan
Su Wa bahkan lupa dengan sifat Kekanakan Pria itu, seakan sifat dewasa ini ia sudah biasa
Sampai tanpa sengaja, Su Wa dan seseorang saling menyenggol, Su Wa tidak jatuh karna Long Mo memeluknya, sedangkan orang itu jatuh mencium tanah
Melihat orang yang jatuh adalah seorang gadis muda dengan gaun hijau dan rambut di tata seperti gadis muda, Kulit gadis itu mulus dan juga memiliki wajah yang cantik,Mu Yan
Su Wa hanya meliriknya sekilas dan mengambil pandangannya lagi, karna tangan di pinggangnya sudah mengencang, Ia lupa bahwa Long Mo sangat sensitif dan makan cuka alias cemburu bila Su Wa melihat seseorang lama
Su Wa siap berjalan, tapi ia mendengar teriakan daru Mu Yan,Su Wa hanya meliriknya malas
Mu Yan, " kau....kenapa itu kau"
Mu Yan baru saja akan berteriak menghina orang yang menabraknya, saat melihat bahwa Itu adalah Gadis yang sama yang ia temui di hutan, lalu matanya menatap Pria yang berada di samping gadis itu, Matanya penuh kerinduan, lalu berpindah ke Su Wa, matanya dengan cepat berubah penuh kebencian mendalam
Su Wa, "Yah Aku"
Mu Yan, "Kau, menabrak nona ini,dan tak meminta maaf, dimana sopan santun mu hah"
Su Wa melipat kedua tangannya, "Dengan pertanyaan sama, kau juga menabrak ku tanpa meminta maaf, dimana sopan santun mu"
Wajah Mu Yan memerah karna amaarah, lalu mengambil pedangnya mengarahkan ke arah Su Wa, Long Mo di sampingnya menatap aksi mu yan marah
Mu Yan, "******! Kau berani membanding kan Nona ini dengan Mu,Hyaaa"
Su Wa menciptkan Pelindung Sihir, Lalu mengambil jarum di balik lengannya, dan menembakkanya ke arah Mu Yan
Mu Yan baru merasakan perasaan tersengat, lalu badanya mulai lumpuh, dan ia jatuh terlentang di tanah
Su Wa tersenyum dingin, Mengabaikan kerumunan, ia menarik tangan Long Mo pergi dan meninggalkan Mu Yan disana
Su Wa mulai berfikir, Pemeran wanita sangat membencinya ahh, Apa karna prianya dengan ku, memikirkan hal itu, ia menatap Long mo dan long mo juga menatapanya
"Ada apa, apa ada sesuatu di wajahku? "
Su Wa menggelengkan kepalanya, "Apa kau tidak tertarik dengan gadis itu"su Wa hanya bertanya dengan santai, tapi suhu di sekitarnya menurun hm, dan sesak ia rasakan di samping pria ini
Long Mo menatapnya suram, "Tidak. Aku milikmu, jangan coba-coba mengaitkan 'Orang lain'dalam hubungaj kita"
Mendengar hal itu, Su Wa merasakan hangat, di dunianya Pria itu Buaya, Ahhh
Mereka mengatakan mencintai mu di depan, tapi di belakang ia menebarkan pesonannya pada gadis lain, Dan juga ia tak akan sekuat dan setegar apapun menghadapi gadis cantik dan halus
Tapi Long Mo ini, Su Wa entah kenapa percaya bahwa pria-nya tidak akan melirik gadis lain
Merasa suasan mulai baik, Su Wa tersenyum sangat ceria bahkan long mo ingin menggunakan tangannya menghalau cahaya
😅
Su Wa dan Long Mo berjalan sampai ke sebuah Kedai yang sudah di akan di jual, Su Wa tersenyum misterius, lalu menyuruh Long Mo menunggunya dan ia masuk
Melihat Su Wa sudah pergi, Long Mo kembali menjadi Pria dingin, Bahkan banyak yang menjauh darinya
Long Mo berjalan ke arah Gang kecil dan sesosok bayangan muncul di belakangnya
"Yang Mulia, Maafkan hamba baru menemukan anda, Kami sudah mencoba mencari di seluruh hutan tapi sia-sia, Hamba siap di hukum"
"Tidak Perlu.Bagaimana keadaan sekarang?"
"Yang Mulia, Kami sudah memberantas semua penghianat istana, Sekarang Istana Gelap sudah aman terkontrol, Banyak pula para Putri bangsawan yang datang mengetuk pintu ingin melayani Yang Mulia"
Long Mo mencibir rendah
"Melayani ku? Apa mereka Layak"
"Anda Terlalu sempurna, Tidak ada Yang layak"
Long Mo tersenyum "Ada......, Istriku"
😍😍
Bayangan membeku saat mendengar Tuannya menyebut -' Istri'
Yang artinya Yang Mulia sudah menikah, Barulah ia sadar bahwa ada cincin di Jari Manisnya
"Hamba memberi Selamat kepada Yang Mulia dan Ratu baru"
Long Mo tersenyum bangga, lalu matanya kembali menjadi dingin
"Bersihkan seluruh kekacauan, saat Kami kembali, aku tidak ingin istriku memiliki masalah"
"Bawahan Mengerti"
Banyangan hitam itu langsung melompat dan menghilang
"Momo Dimana kau? "panggilan seseorang membuat Long Mo dengan cepat berbalik pergi tidak lupa memakai topengnya
Disana Su Wa berdiri dengan kepala melihat kanan kiri mencari
Lalu ia merasakan pelukan hangat dan bau cendana dingin, Ia tersenyum, berbalik ia menatap pria itu cemberut
"Apa yang kukatakan tadi? Kemana saja kamu ahhh~"
Long mo mengecup pipi Su Wa, "Tadi ada Urusan, Maafkan aku Istri"
Su Wa memrah dan menarik Long Mo pergi, "Aku berencana membuka Toko Anggur disana, aku harus membuat pijakan ku mulai sekarang"
Long Mo mendengar rencana nya membuat Toko Anggur memikirkan Su wa saat meminum anggur menjadi buas dan agresif, mulai tersenyum nakal
"Janji padaku, kau jangan minum anggur tanpa aku disisimu "
Su Wa mengangguk, ia tidak lupa dengan sifat nya bila sudah minum, bahkan ia malu bila mengingatnya
....................................
Keduanya berjalan mencari penginapan, lalu keduanya mulai masuk kamar, Dan mandi lalu tidur
Mata Merah Long Mo bercahaya di malam gelap, Ia menatap wanita yang tidur di pelukannya sangat polos dan lembut, beda bila ia bangun
Tangannya mengelus rambut panjang gadis itu, dan memeluk nya erat dan tidur
Tbc