
Vote Dulu 🍀
.
.
.
.
Suwa dan Long Su Yi menginap di sebuah penginapan yang banyak sekali pengunjungnya
Bahkan saat mereka di kamar ,mereka bisa mendengar suara mendesah dari kamar sebelah mereka
Suwa ingin sekali menghantam pasangan di samping Namun ia urungkan
Ia hanya bis memasang pelindung di ruangan mereka
Ia khawatir anaknya akan tercemar ,ia akan membalas pasangan tak tau malu itu
Tho:Dulu aja kau gitu
Suwa: thor aku punya putri ahh
Wajah suwa masih memerah, Dan Su yi menatap ibunya bingung
"Mama. Kenapa wajah mama memerah? Apa mama demam? "
Suwa menggelengkan kepalanya tidak, dan memeluk Su Yi dengan erat
Su Yi bisa mencium bau yang sangat menyegarkan dari ibunya, matanya perlahan Tertutup. Dan terlelap
Suwa belum tidur, ia memasuki Space miliknya dan menatap benda-benda berserakan
Tumbuhan buah dan rempah-rempah obat, Suwa menghela nafas, dan dengan malas menyeret tubuhnya membersihkan ruang miliknya
Tiba-tiba ia berhenti, matanya tertuju pada Telur yang ia ambil di Lautan Lava di hutan dulu
Telur itu memiliki sedikit harapan menetas, namun insting Suwa mengatakan bahwa telur itu pasti berharga jadi ia membawanya
Suwa menghabiskan waktunya dalam ruang miliknya, yang tak sadar bahwa Putrinya yang tertidur membuka mata nya dengan lebar
Su Yi berbalik menatap ibunya yang menutup matanya, dan senyum cerah terbit di wajah manisnya
Dan perlahan ia keluar dari pelukan Suwa dan berjalan ke arah pintu dan perlahan membukanya dan keluar dari kamar mereka
Su yi tak lupa menyiapkan matra untuk menjaga orang lain tak menganggu ibunya
Su Yi adalah anak berbakat, seperti kata Suwa
Su Yi berjalan mengendap-endap ke kamar sebelah mereka
Mata Su Yi ini, mampu menembus apapun dan melihat yang di sembunyikan oleh lapisan apapun
Saat ia melihat seisi ruangan, ia melihat seorang pria dan wanita berbaring dan di tutupi oleh selimut
Senyum yang sangat berbahaya muncul di wajah mungil Su Yi
Su Yi menggunakan Jarinya dan menulis mantra, dan perlahan Pintu terbuka
Su Yi masuk dengan santai, Ia melihat wajah wanita yang tidur itu, dan senyumnya semakin dingin
Wanita ini adalah orang yang meminta Yui-mereka
Su Wa dan Su Yi sama -sama.suka membalas dendam mereka berkali kali lipat
Su Yi yang selalu polos dan Murni, adalah Iblis kecil bagi semua hewan di hutan dan Yui sendiri, hanya Suwa yang tak tau watak putrinya
Long Su Yi mengambil Bubur dalam lengan bajunya dan berjalan mendekat, meniupkan bedak itu tepat di wajah Wanita yang tertidur ,melihat bahwa pekerjaan nya telah usai, Su Yii keluar dengan senyum bahagia
Dan menutup pintu pasangan itu dengan senyum sinis miliknya
"****** Kau"
Su Yi kembali ke kamar miliknya dan ia berhenti saat melihat Suwa, ibunya bangun dan melipat tangannya sambil menatapnya marah
"Mama~...."ujarnya rendah namun panik
Suwa menghela nafas saat putrinya menjadi kaku dan panik, sseperti maling
"Yi'er kemari... "pqnggil Suwa
Su Yi meneguk ludah nya dan perlahan berjalan mendekat
Matanya menatap Mamanya takut-takut,
"Darimana? "tanya suwa biasa
Ia panik saat melihat bahwa Putrinya hilang, namun berhenti saat merasakan bahwa putrinya ada di kamar pengganggu sebelah mereka
"Itu... Mama... Yiyi... Dari membalas Wanita jahat"ucapnya
Suwa hanya menggelengkan kepalanya dan dengan kasih menepuk kepala si kecil
"Yi'er jangan nakal,. mama tak ingin kau di culik nantinya, mama khawatir sayang"ujarnya dan dengan sayang memeluk Long Su Yi
"Baik.Mama"
Keduanya kembali ke kasur dan tidur kembali, dan melupakan masalah yang di ciptakan iblis kecil itu, bagi Suwa Asal Putrinya hanya membalas orang jahat ia akan membantunya.
Bersambung.....